Mirip Tapi Beda, Yuk Kenali Perbedaan Temulawak vs Temu Putih
Nisrina - Friday, 06 March 2026 | 02:10 PM


Pernah nggak sih kalian lagi semangat-semangatnya mau hidup sehat ala-ala "back to nature", terus lari ke pasar tradisional atau browsing di e-commerce mau beli bahan jamu, tapi malah berakhir bengong di depan tumpukan rimpang? Jujurly, dunia per-empon-emponan ini emang sekilas mirip semua. Apalagi kalau sudah bahas soal temulawak. Banyak orang sering ketuker antara temulawak yang biasa kita temui di tukang jamu gendong dengan saudaranya yang tampilannya lebih "pucat", alias temu putih.
Kalau kata anak zaman sekarang, "serupa tapi tak sama" itu nyata adanya di dunia rempah. Padahal, kalau salah beli, ya manfaat yang didapat juga beda cerita. Temulawak itu ibaratnya adalah 'sepupu jauh' dari kunyit, tapi dia punya karakteristik yang unik banget. Nah, biar kalian nggak malu-maluin pas ditanya mertua atau biar nggak salah seduh ramuan, yuk kita bedah pelan-pelan apa sih bedanya temulawak (yang kuning-oranye itu) dengan temu putih (yang sering disebut kunir putih).
Warna dan Tampilan: Si Oranye vs Si Pucat
Perbedaan yang paling gampang dilihat mata telanjang—tanpa perlu bantuan mikroskop atau bantuan dukun—adalah warnanya. Temulawak yang asli (Curcuma zanthorrhiza) itu punya daging rimpang yang warnanya kuning terang menuju oranye. Bayangin aja warna matahari pas lagi senja di Bali, nah mirip-mirip gitu deh warnanya. Kulit luarnya juga biasanya lebih gelap dan terlihat lebih "berotot" atau besar-besar.
Sedangkan temu putih (Curcuma zedoaria), sesuai namanya, dagingnya berwarna putih atau kuning sangat pucat. Kalau dipotong, dia nggak bakal meninggalkan noda kuning yang bandel di jari kayak temulawak atau kunyit. Jadi buat kalian yang takut jarinya kuning-kuning estetika keganggu pas lagi masak, temu putih ini lebih "ramah" di kulit. Tapi ya itu tadi, jangan sampai tertukar ya, karena secara visual mereka ini kayak bumi dan langit kalau sudah dibelah.
Aroma dan Rasa yang Punya Karakter Masing-masing
Coba deh, sekali-kali iseng cium aroma temulawak. Baunya itu khas banget, ada sensasi aromatik yang kuat, tajam, tapi entah kenapa bikin tenang. Rasanya? Wah, jangan ditanya. Temulawak itu punya rasa pahit yang lumayan nendang, tapi ada sedikit jejak pedas di lidah. Makanya, biasanya orang bakal mencampurkan temulawak dengan gula aren atau madu biar rasanya lebih bersahabat di tenggorokan.
Nah, kalau si temu putih ini baunya lebih mirip mangga muda tapi ada campuran bau kamper atau kapur barus sedikit. Unik, kan? Rasanya pun nggak kalah pahit, malah cenderung lebih "sepet" dan tajam. Beberapa orang bilang kalau temu putih itu punya sensasi dingin kalau dikonsumsi. Jadi, kalau kalian bikin ramuan terus rasanya malah kayak bau mangga padahal niatnya mau minum temulawak, fiks kalian salah ambil bahan.
Manfaat Kesehatan: Urusan Perut vs Urusan Imun
Secara tradisional, temulawak itu primadona buat urusan perut. Dari zaman nenek moyang kita belum kenal skincare, temulawak sudah dipakai buat penambah nafsu makan. Makanya jangan heran kalau anak kecil yang susah makan sering dicekokin sirup temulawak. Selain itu, dia jagonya menjaga fungsi hati (liver). Buat kalian yang sering begadang atau kerja rodi sampai tipes, temulawak ini adalah sahabat terbaik buat ngejaga organ dalam tetap oke.
Gimana dengan temu putih? Nah, si putih ini lebih sering naik daun di dunia pengobatan herbal sebagai agen anti-kanker atau anti-tumor. Banyak yang percaya kalau kandungan kimia di temu putih ini bisa menghambat pertumbuhan sel yang nggak bener di badan. Selain itu, buat para cewek, temu putih sering dipakai buat ngatasi masalah nyeri haid atau keputihan. Jadi, fokusnya emang agak beda. Temulawak lebih ke arah "maintenance" harian dan stamina, sedangkan temu putih lebih ke arah pengobatan spesifik atau detoksifikasi.
Kenapa Sering Ketuker? Masalah Nama yang Ribet
Masalahnya makin pelik karena di beberapa daerah, penyebutan nama ini bisa beda-beda. Ada yang sebut temu putih itu "kunir putih", padahal ada lagi tanaman lain yang namanya benar-benar kunir putih (Kaempferia rotunda). Ini nih yang bikin pusing tujuh keliling. Ibaratnya kayak kalian nyari orang namanya "Budi", tapi ternyata di kampung itu ada lima orang namanya Budi semua.
Saran gue sih, kalau beli di pasar, mending tanya langsung ke penjualnya dengan spesifik. "Bu, mau temulawak yang buat nafsu makan," atau "Bu, mau temu putih yang buat obat." Biasanya ibu-ibu penjual jamu di pasar lebih paham kasta-kasta rimpang ini daripada kita yang cuma modal browsing doang.
Gaya Hidup Sehat Nggak Harus Ribet
Sebenarnya, mau itu temulawak atau temu putih, keduanya adalah harta karun asli Indonesia. Kita ini tinggal di tanah yang kalau tongkat kayu ditanam aja jadi tanaman, apalagi empon-empon begini. Nggak perlu dikit-dikit beli suplemen impor yang harganya bikin dompet menangis, kalau di dapur sendiri sudah ada "superfood" yang kualitasnya dunia.
Pesan penutup buat kalian yang baru mau mulai rutin minum jamu: kenali dulu kebutuhan badan kalian. Kalau lagi merasa kurang nafsu makan atau badan gampang capek, larilah ke pelukan temulawak. Tapi kalau tujuannya buat pencegahan penyakit yang lebih serius atau masalah kewanitaan, temu putih bisa jadi pilihan. Tapi ingat, semua yang herbal pun nggak boleh dikonsumsi berlebihan secara bar-bar. Tetap pakai takaran yang wajar, karena segala yang berlebihan itu nggak baik—termasuk mencintai mantan, eh, maksudnya termasuk minum jamu.
Jadi, sekarang sudah nggak bingung lagi kan bedanya temulawak sama temu putih? Jangan sampai pas lagi mau pamer di Instagram Story lagi bikin "healthy drink", eh malah salah sebut nama tanamannya. Kan nggak lucu kalau dihujat netizen yang maha tahu. Yuk, mulai hargai rempah lokal kita sendiri!
Next News

Mengapa Kucing Malah Memilih Orang yang Tidak Mencari Perhatian?
3 hours ago

Penyebab Kaos Kaki Cepat Robek dan Kapan Waktunya Dibuang
4 hours ago

Rahasia Mengembalikan Putih Bersih Baju yang Terkena Getah Lengket
5 hours ago

Stop Buang Biji Labu! Inilah Manfaat Luar Biasa yang Lo Lewatin
6 hours ago

Rahasia Khasiat Biji Nangka Rebus Superfood Lokal Anti Mahal
7 hours ago

Stop Buang Kulit Manggis! Kenali Kandungan Ajaib di Dalamnya
9 hours ago

Mengenal Khasiat Habbatussauda: Tradisi yang Didukung Ilmu Medis
8 hours ago

Fakta Nutrisi dan Manfaat Labu Kuning Superfood Lokal Anti Mahal
11 hours ago

Tips Ampuh Usir Rasa Mengganjal di Tenggorokan Saat Bangun Pagi
12 hours ago

Kenapa Makan Sayur Terasa Seperti Kerja Paksa? Ini Jawabannya
13 hours ago






