Ceritra
Keuangan

Lonjakan Transaksi QRIS Tap Buktikan Masyarakat Indonesia Makin Siap Tanpa Tunai

Nisrina - Thursday, 18 December 2025 | 10:49 AM

Background
Lonjakan Transaksi QRIS Tap Buktikan Masyarakat Indonesia Makin Siap Tanpa Tunai
Cara penggunaan qris tap (Humas BRI/)

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam bertransaksi kini memasuki babak baru yang semakin praktis dan efisien. Jika sebelumnya kita mulai terbiasa meninggalkan uang tunai dan beralih ke metode memindai kode batang lewat kamera ponsel, kini teknologi telah memangkas proses tersebut menjadi satu gerakan sederhana yaitu tempel atau tap. Inovasi terbaru yang dikenal sebagai QRIS Tap ini terbukti bukan hanya sekadar fitur pelengkap, melainkan solusi nyata yang dirindukan publik. Hal ini tecermin dari data terbaru Bank Indonesia yang mencatat pertumbuhan transaksi QRIS Tap mencapai angka fantastis, yakni 1.200 persen secara bulanan.

Lonjakan eksponensial ini terjadi tak lama setelah fitur tap in dan tap out diperkenalkan secara luas pada Oktober lalu. Hanya dalam waktu singkat, tercatat lebih dari 500 ribu transaksi telah berhasil dilakukan menggunakan metode ini. Angka tersebut bukan sekadar statistik dingin di atas kertas, melainkan bukti hidup bahwa masyarakat kita sangat adaptif dan haus akan inovasi yang menawarkan kecepatan. Dalam rutinitas sehari-hari yang serba cepat, memangkas waktu transaksi beberapa detik saja sangat berarti, terutama saat antre di kasir atau hendak menaiki transportasi umum.

Saat ini, kemudahan teknologi tersebut telah mulai dirasakan secara nyata di sektor transportasi yang tersebar di 14 provinsi, mulai dari keramaian Jakarta, hiruk pikuk Jawa Timur, hingga pesona wisata Bali. Namun, harus diakui bahwa pemerataan teknologi ini masih memiliki tantangan tersendiri. Untuk sementara waktu, fitur canggih ini baru bisa dinikmati secara optimal oleh pengguna gawai berbasis Android. Menyadari hal ini sebagai sebuah pekerjaan rumah, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Apple, agar akses NFC dapat dibuka. Harapannya sederhana, yakni agar di masa depan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang jenis perangkat yang mereka gunakan dapat menikmati kesetaraan akses layanan keuangan digital ini.

Keberhasilan fitur tap ini sejatinya adalah cerminan kecil dari gelombang besar transformasi ekonomi digital di tanah air. Secara keseluruhan, volume transaksi QRIS tumbuh lebih dari 140 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sisi paling humanis dari pertumbuhan ini terletak pada siapa yang paling banyak menggunakannya. Data menunjukkan bahwa jumlah pedagang pengguna QRIS telah menembus angka 42 juta, dan sekitar 90 persen di antaranya adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini menandakan bahwa digitalisasi tidak lagi menjadi monopoli korporasi besar di gedung bertingkat, tetapi telah menjadi kawan akrab bagi pedagang bakso, pemilik warung kelontong, dan pengusaha rumahan untuk mengelola bisnis mereka dengan lebih modern.

Menatap masa depan, Indonesia memiliki visi yang optimis untuk tahun 2026. Bank Indonesia menargetkan miliaran transaksi dan perluasan jangkauan QRIS hingga ke delapan negara mitra. Semangat ini bukan hanya tentang mengejar angka target ekonomi, melainkan tentang membangun ekosistem pembayaran yang inklusif dan aman. Kita sedang bergerak menuju era di mana dompet tebal berisi uang tunai mungkin akan menjadi kenangan, tergantikan oleh kemudahan teknologi yang membuat hidup menjadi lebih ringkas dan produktif.

Next News

Logo Radio
🔴 Radio Live