Ceritra
Ceritra Warga

Integritas Itu Gaya Hidup: 5 Bentuk 'Korupsi Kecil' yang Tanpa Sadar Kita Lakukan Setiap Hari

Nisrina - Tuesday, 09 December 2025 | 04:00 PM

Background
Integritas Itu Gaya Hidup: 5 Bentuk 'Korupsi Kecil' yang Tanpa Sadar Kita Lakukan Setiap Hari
Datang terlambat merupakan salah satu contoh korupsi kecil yang sering kita lakukan (Freepik/)

Hari Antikorupsi Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 9 Desember, seringkali identik dengan kasus-kasus besar dan politikus. Padahal, integritas dan antikorupsi adalah fondasi yang harus kita bangun dari hal-hal yang paling dekat dan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Korupsi tidak selalu melibatkan uang miliaran. Seringkali, ia bersembunyi dalam kebiasaan buruk yang kita anggap sepele. Jika dibiarkan, korupsi 'receh' ini bisa merusak karakter dan lingkungan kita.


Yuk, kita kenali dan hindari 5 bentuk 'korupsi kecil' yang sering kita lakukan tanpa sadar:

1. Korupsi Waktu: Si Raja Deadline Mendadak

Ini adalah kebiasaan menunda pekerjaan atau tugas yang sudah diberikan deadline. Kita menggunakan waktu kerja untuk scrolling media sosial, menonton serial, atau kegiatan tidak produktif lainnya.

  • Contoh Receh: Selalu datang 5 menit terlambat ke kelas/rapat, atau meminta perpanjangan deadline karena waktu sebelumnya dihabiskan untuk rebahan.
  • Aksi Antikorupsi: Terapkan teknik Pomodoro (kerja 25 menit, istirahat 5 menit) agar waktu kerja benar-benar digunakan untuk bekerja.

2. Korupsi Fasilitas: Menggunakan Milik Publik untuk Kepentingan Pribadi

Memakai fasilitas atau aset milik kantor/kampus/publik untuk keuntungan pribadi tanpa izin.

  • Contoh Receh: Mencetak dokumen pribadi dalam jumlah banyak menggunakan printer kantor, mengisi daya ponsel di terminal umum secara berlebihan, atau menggunakan bensin dinas untuk nongkrong.
  • Aksi Antikorupsi: Buat pemisah tegas antara aset pribadi dan publik. Bawa power bank sendiri dan beli pulpen sendiri untuk kebutuhan pribadi.

3. Korupsi Informasi: Menyebarkan atau Menyembunyikan Fakta

Tidak jujur dalam menyampaikan informasi, baik itu dilebih-lebihkan (hoaks) maupun disembunyikan.

  • Contoh Receh: Menyebar chat berantai tanpa memverifikasi sumbernya, atau berbohong tentang alasan absen ke dosen/atasan.
  • Aksi Antikorupsi: Selalu verifikasi informasi. Jika Anda tidak tahu, katakan tidak tahu. Jika Anda salah, akui kesalahan tersebut.

4. Korupsi Anggaran: Melebih-lebihkan Pengeluaran (Bohong Reimbursement)

Meminta ganti rugi biaya melebihi nominal yang sebenarnya dikeluarkan atau membuat tagihan palsu.

  • Contoh Receh: Meminta reimbursement parkir Rp 5.000, padahal yang dibayar hanya Rp 3.000. Atau membeli barang yang lebih mahal dari kebutuhan hanya karena tahu akan ditanggung kantor.
  • Aksi Antikorupsi: Selalu simpan struk asli dan laporkan sesuai nominal. Integritas dimulai dari selembar kertas reimbursement.

5. Korupsi Kepercayaan: Titip Absen atau Joki Tugas

Menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan teman, rekan kerja, atau sistem.

  • Contoh Receh: Titip absen pada teman (walaupun hanya sekali), atau meminta joki untuk mengerjakan tugas kuliah. Tindakan ini merugikan diri sendiri (karena kehilangan kesempatan belajar) dan juga merugikan sistem.
  • Aksi Antikorupsi: Kerjakan segala sesuatu dengan usaha sendiri. Meminta bantuan boleh, tapi mengambil jalan pintas dengan melanggar etika adalah langkah awal menuju ketidakjujuran yang lebih besar.


Peringatan Hakordia bukan untuk membuat kita takut, melainkan untuk mengingatkan bahwa integritas adalah gaya hidup. Ketika kita jujur dalam hal-hal kecil, kita tidak hanya berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dari korupsi, tetapi kita juga mendapatkan ketenangan pikiran.

Mari jadikan Hari Antikorupsi Sedunia sebagai momen untuk membersihkan diri dari korupsi-korupsi kecil yang tanpa sadar kita lakukan.

Logo Radio
🔴 Radio Live