Ceritra
Ceritra Olahraga

Cara Meningkatkan Durasi Plank Secara Konsisten Tanpa Cedera

Refa - Tuesday, 10 February 2026 | 09:00 AM

Background
Cara Meningkatkan Durasi Plank Secara Konsisten Tanpa Cedera
Ilustrasi plank (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Membangun ketahanan dalam melakukan plank bukan sekadar masalah kemauan, melainkan tentang melatih sistem saraf dan otot untuk bekerja sama secara efisien. Memaksakan diri melakukan plank berdurasi lama di awal tanpa fondasi yang kuat sering kali menyebabkan kegagalan teknik yang berujung pada nyeri punggung.

Kuncinya adalah progresi beban yang terukur. Berikut adalah panduan taktis untuk meningkatkan durasi plank secara bertahap dan aman.

1. Gunakan Teknik Incline Plank untuk Pemula

Jika melakukan plank di lantai terasa terlalu berat, jangan dipaksakan. Mulailah dengan mengubah sudut gravitasi.

  • Tindakan: Letakkan tangan pada permukaan yang lebih tinggi seperti meja, kursi yang stabil, atau anak tangga.
  • Manfaat: Posisi miring ini mengurangi beban berat badan yang harus ditopang oleh otot perut dan bahu. Lakukan hingga mampu bertahan selama 1 menit dengan posisi sempurna, lalu turunkan ketinggian permukaan secara bertahap hingga akhirnya sampai ke lantai.

2. Terapkan Metode Interval (Micro-Planking)

Daripada mencoba melakukan 1 menit sekaligus dengan posisi yang goyah, lebih baik pecah durasi tersebut menjadi beberapa bagian berkualitas tinggi.

  • Tindakan: Lakukan plank selama 15 detik, istirahat 5 detik, lalu ulangi sebanyak 4 kali.
  • Progresi: Seiring bertambahnya kekuatan, tingkatkan durasi kerja (misal menjadi 20 detik) dan kurangi waktu istirahat secara bertahap. Metode ini melatih otot untuk tetap aktif tanpa mencapai titik kelelahan ekstrem yang merusak posisi tubuh.

3. Lakukan Latihan Penunjang (Supportive Exercises)

Kemampuan plank sangat bergantung pada kekuatan otot penyangga lainnya. Melatih otot-otot ini secara terpisah akan mempercepat progresi plank.

  • Glute Bridge: Memperkuat otot pantat agar mampu membantu menopang panggul saat plank.
  • Bird-Dog: Melatih keseimbangan dan koordinasi otot inti tanpa tekanan berat.
  • Dead Bug: Memperkuat otot perut bagian dalam tanpa membebani tulang belakang.

4. Fokus pada Napas dan Kontraksi Aktif

Sering kali plank terasa berat karena kita hanya "bertahan hidup" di posisi tersebut, bukan mengaktifkan otot secara sengaja.

  • Tindakan: Saat plank, aktifkan teknik bracing (seperti akan dipukul di bagian perut). Bernapaslah dengan stabil melalui hidung dan buang melalui mulut secara terkendali. Napas yang teratur menjaga pasokan oksigen ke otot, sehingga mencegah kelelahan dini akibat ketegangan yang tertahan.

5. Gunakan Prinsip "Beban Progresif" Mingguan

Catat pencapaian setiap sesi. Untuk meningkatkan durasi, tambahkan waktu dalam jumlah kecil namun konsisten.

  • Aturan 5 Detik: Tambahkan hanya 5 detik pada total durasi plank setiap dua hari sekali. Misalnya, jika hari ini bertahan 30 detik, targetkan 35 detik pada sesi berikutnya. Penambahan kecil ini tidak akan mengintimidasi mental, namun secara akumulatif akan memberikan peningkatan besar dalam satu bulan.

Penutup: Dengarkan Sinyal Tubuh

Kemajuan dalam plank tidak selalu linier. Ada hari-hari di mana tubuh terasa lebih kuat, dan ada hari di mana 20 detik saja terasa sangat berat. Hal itu normal. Fokuslah pada kualitas posisi daripada sekadar angka di stopwatch. Plank yang pendek namun sempurna jauh lebih berharga untuk postur tubuh daripada plank panjang yang mencederai pinggang.

Logo Radio
🔴 Radio Live