Bulog Gencarkan Transaksi Digital QRIS di Pasar Tradisional
Refa - Thursday, 01 January 2026 | 02:00 PM


Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengimbau pedagang pasar rakyat untuk memanfaatkan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi jual beli pangan.
Pemanfaatan QRIS dinilai mampu mempermudah proses transaksi sekaligus menghindari persoalan kekurangan uang kembalian tunai.
Usai melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/12/2025), Rizal menyampaikan bahwa penggunaan QRIS lebih praktis dan efisien, khususnya untuk memastikan harga jual Minyakita tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Pernyataan tersebut dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, dorongan penggunaan QRIS disampaikan setelah ditemukannya pelanggaran harga Minyakita dalam inspeksi mendadak di Pasar Wonokromo, Surabaya, bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.
Selain di Surabaya, Rizal juga mengungkapkan bahwa bersama Satgas Pangan dan Bapanas, pihaknya menemukan Minyakita yang dijual melebihi HET di Pasar Rawamangun, Jakarta. Dalam peninjauan tersebut, sejumlah pedagang mengaku menjual Minyakita seharga Rp16.000 per liter dengan alasan kesulitan menyediakan uang kembalian.
Menanggapi hal itu, Rizal kembali menegaskan pentingnya penggunaan QRIS agar pedagang tidak lagi mengalami kendala dalam memberikan uang kembalian tunai kepada pembeli.
Ia mengingatkan pedagang untuk tetap menjaga kelancaran dan kenyamanan transaksi, terutama saat menghadapi keterbatasan uang kembalian dalam nominal kecil, seperti Rp300.
Sebagai alternatif, pedagang juga dapat memberikan produk lain, seperti kecap atau bahan pangan sejenis dengan nilai setara, sebagai pengganti uang kembalian agar transaksi tetap seimbang dan tidak merugikan konsumen.
Next News

Saat Investor Mulai Menunggu Terlalu Lama: Ketika Kepercayaan Menjadi Mata Uang Paling Mahal
12 hours ago

Kenapa Harga Cabai Makin Mahal? Simak Dampaknya ke Kuliner
5 days ago

Bisnis Minuman Teh Kekinian ala China: Pilihan Makin Banyak Peluang Makin Cuan?
5 days ago

Kenapa Rupiah 17.845 per Dollar Bikin Heboh di Media Sosial?
11 days ago

Kerugian Negara: Saat Bisnis Sawit Beroperasi Seperti Warung Kopi
18 days ago

Suku Bunga BI 5,25 Persen: Dampak Langsung ke Kantong Masyarakat
18 days ago

Kurs Rupiah Anjlok, Saatnya Rem Keinginan Belanja Impulsif
20 days ago

Kurs Dolar AS Cetak Rekor Baru Tembus Rp17.660, Rupiah Terkapar Dihantam Badai Geopolitik dan Sentimen MSCI
22 days ago

IHSG Anjlok 4,64 Persen Jelang Penutupan Sesi I, Investor Dibayangi Tekanan Global
22 days ago

Rekor Kelam Sejarah Baru Ekonomi Indonesia Saat Rupiah Hari ini Terperosok Ke Angka Rp 17.600 Per Dollar AS di Tengah Guncangan Global Mei 2026
25 days ago





