Ceritra
Ceritra Warga

Tutorial Tas Rajut: Dari Hobi Jadi Ladang Cuan!

Elsa - Saturday, 06 December 2025 | 06:00 PM

Background
Tutorial Tas Rajut: Dari Hobi Jadi Ladang Cuan!
Ilustrasi Tas Rajut (Pinterest/)

Dari Benang Jadi Cuan: Panduan Lengkap Bikin Tas Rajut Keren Biar Gak Kalah Sama Brand Mahal!

Siapa sih yang nggak punya tas? Dari yang cuma buat nyimpen kunci motor sampai yang isinya laptop buat kerja, tas itu udah kayak separuh jiwa kita, kan? Kadang, suka gemes sendiri kalau lihat tas-tas di pasaran kok ya gitu-gitu aja modelnya, atau kalaupun ada yang unik, harganya bikin dompet langsung auto-nangis. Nah, gimana kalau kita coba bikin sendiri aja? Lebih personal, lebih hemat, dan siapa tahu jadi ladang cuan baru? Yuk, kita bedah tuntas cara membuat tas rajut yang nggak cuma fungsional, tapi juga stylish abis!

Merajut itu, jujur aja, kayak terapi. Awalnya mungkin pusing tujuh keliling lihat pola atau benang yang ruwet, tapi begitu satu tusuk jadi, terus nyambung jadi baris, eh kok lama-lama bentuknya kelihatan! Rasanya tuh kayak menemukan harta karun di antara gulungan benang. Apalagi sekarang, tas rajut lagi naik daun banget. Dari yang selempang minimalis, tote bag super gede, sampai tas pesta yang bling-bling, semuanya bisa lho dibuat dari rajutan. Jadi, nggak ada alasan lagi buat bilang, "Ah, merajut itu kuno!" Sini, saya bisikin rahasianya.

Kenapa Harus Tas Rajut? Bukan Tas Kulit atau Kanvas Biasa?

Alasan utamanya sih, tentu saja, keunikan. Coba deh bandingin, tas rajut itu jarang banget yang plek ketiplek sama. Setiap rajutan punya sentuhan personal pembuatnya. Beda tangan, beda ketegangan, beda hasil. Selain itu, merajut itu juga bisa jadi salah satu bentuk slow fashion. Kita tahu persis bahan yang dipakai, proses pembuatannya, dan nilai di baliknya. Nggak cuma itu, efek terapeutiknya juga juara banget. Daripada bengong scrolling medsos nggak jelas, mending tangan gerak bikin karya, kan? Pikiran jadi lebih tenang, fokus, dan di akhir ada produk nyata yang bisa dibanggakan.

Modal Awal: Apa Aja yang Dibutuhin Biar Bisa Nge-rajut?

Jangan bayangin harus langsung beli mesin-mesin canggih ya. Modal awal untuk merajut itu relatif kecil dan mudah dicari kok. Ini dia daftar barang wajibnya:

  • Benang Rajut: Ini dia bintang utamanya! Ada banyak banget jenis benang.
  • Katun: Paling populer, adem, dan hasil rajutannya jatuh. Cocok buat tas santai.
  • Nilon/Polyester: Kuat, tahan air, dan warnanya kinclong. Sering dipakai buat tas yang lebih kokoh dan awet.
  • Rafia: Nah, ini lagi hits banget buat tas-tas summer atau gaya bohemian. Ringan tapi kokoh.
  • T-shirt Yarn: Benang daur ulang dari kain kaos. Hasilnya tebal, empuk, dan unik banget.
  • Pilih benang sesuai selera dan tujuan tas kamu. Kalau masih pemula, saran saya sih coba benang katun dulu, biar lebih gampang dipegang.
  • Hakpen (Hook): Ini senjatanya! Ukuran hakpen macam-macam, dari kecil sampai gede. Penting banget untuk disesuaikan dengan ketebalan benang. Biasanya, di label benang ada rekomendasi ukuran hakpen. Jangan sampai salah pilih ya, biar hasilnya nggak terlalu renggang atau kekencangan.
  • Gunting: Ya iyalah, buat motong benang! Pastikan guntingnya tajam biar nggak bikin benang brudul.
  • Jarum Tapestri/Jarum Sulam: Ini buat merapikan sisa-sisa benang di akhir rajutan. Bentuknya tumpul, jadi aman buat nyelip-nyelipin benang di antara rajutan.
  • Penanda Rajutan (Stitch Marker): Ini penting banget, terutama buat pemula atau yang bikin rajutan berbentuk lingkaran. Fungsinya biar kita nggak bingung mana awal dan akhir baris. Kecil tapi ngebantu banget!
  • Meteran (Opsional): Berguna kalau mau tasnya presisi ukurannya.

Kunci Utama: Tusuk Dasar yang Wajib Dikantongin

Anggap aja ini kayak abjadnya merajut. Kalau kamu udah hapal tiga tusuk dasar ini, dijamin sisanya tinggal ngembangin aja. Nanti kamu bakal kaget sendiri, ternyata banyak pola tas keren cuma modal tiga tusuk ini lho!

  • Chain Stitch (Ch / Tusuk Rantai): Ini tusuk paling dasar dan paling pertama yang harus kamu kuasai. Fungsinya buat bikin pondasi atau rantai awal rajutan. Mirip bikin simpul berderet gitu.
  • Single Crochet (Sc / Tusuk Tunggal): Tusuk ini menghasilkan rajutan yang rapat dan kokoh. Cocok banget buat tas yang butuh kekuatan ekstra atau punya detail yang padat.
  • Double Crochet (Dc / Tusuk Ganda): Tusuk ini menghasilkan rajutan yang lebih renggang dan tinggi dibandingkan single crochet. Lebih cepat selesai kalau pakai tusuk ini, dan hasilnya lumayan lentur.
  • Half Double Crochet (Hdc / Tusuk Setengah Ganda): Posisinya di antara single crochet dan double crochet. Nggak terlalu rapat, nggak terlalu renggang, pas lah buat banyak proyek.
  • Slip Stitch (Sl St / Tusuk Selip): Biasanya dipakai buat menyatukan rajutan atau mengakhiri baris.

Jangan panik kalau awalnya bentuknya aneh. Rajutan itu butuh latihan dan kesabaran. Nggak langsung sempurna di percobaan pertama, kok. Santai aja, namanya juga belajar!

Pilih Proyek Pertama, Jangan Langsung Ngebut Bikin Tas Hermes!

Serius, kalau baru mulai, jangan langsung ambisius bikin tas yang polanya ribet dan ukurannya segede gaban. Itu mah namanya bunuh diri. Mulai dari yang kecil dan sederhana dulu, biar nggak keburu frustasi. Contohnya:

  • Pouch Handphone: Cuma persegi panjang, tinggal dilipat, terus jahit pinggirannya. Gampang kan?
  • Dompet Koin Kecil: Mirip pouch, tapi ukurannya lebih mungil.
  • Tote Bag Mini: Pakai tusuk single crochet atau half double crochet yang bentuknya persegi. Nanti tinggal bikin talinya.

Intinya, pilih pola yang instruksinya jelas (banyak banget di YouTube atau Pinterest!), dan pakai tusuk dasar yang sudah kamu kuasai.

Anggap Aja Ini Tutorial Singkat, Tapi Lebih Manusiawi

Oke, mari kita coba bayangkan prosesnya, secara garis besar ya, karena detailnya bisa beda tergantung pola:

  1. Cari Pola: Ini langkah pertama. Browsing di Pinterest, YouTube, atau website khusus rajut kayak Ravelry itu surganya para perajut. Pilih yang “beginner-friendly” atau “easy crochet bag”. Baca baik-baik instruksinya, pahami singkatan tusuk-tusuknya.
  2. Buat Slip Knot dan Rantai Dasar: Ini pondasi kamu. Biasanya pola akan bilang, "buat N jumlah rantai." Contoh, 30 rantai untuk lebar tas.
  3. Kerjakan Baris Pertama: Setelah rantai dasar, pola akan menginstruksikan tusuk apa yang harus kamu pakai untuk baris pertama. Misalnya, "Sc di rantai kedua dari hakpen, Sc di setiap rantai berikutnya."
  4. Lanjutkan Baris Berikutnya: Setelah satu baris selesai, kamu akan memutar rajutan dan mulai baris berikutnya. Terus berulang sampai badan tas terbentuk sesuai ukuran yang diinginkan. Ini butuh fokus dan hitungan biar nggak miring atau bentuknya aneh. Gunakan penanda rajutan biar nggak lupa di mana awal baris, terutama kalau rajutan lingkaran.
  5. Bentuk Badan Tas: Mau persegi, bulat, atau bahkan heksagon? Semua bisa diatur dari pola yang kamu pilih. Konsistenlah dengan tusuk dan hitunganmu.
  6. Membuat Tali Tas: Ada beberapa opsi. Bisa dirajut juga (biasanya pakai tusuk single crochet yang panjang), atau kamu bisa pakai tali kulit sintetis, rantai metal, atau bahkan tali yang sudah jadi. Sesuaikan dengan gaya tas kamu.
  7. Pasang Furing (Lining): Ini penting banget lho! Apalagi kalau pakai benang yang agak renggang. Furing itu semacam lapisan kain di bagian dalam tas, biar barang-barang kecil nggak jatuh dan tasnya kelihatan lebih rapi. Bisa dijahit tangan atau pakai mesin jahit.
  8. Pasang Resleting/Kancing/Magnet: Tambahkan pengaman biar isi tas nggak berhamburan. Pilih sesuai kebutuhan dan estetika.
  9. Tambahkan Aksesoris (Opsional): Mau pasang pom-pom, tassel, atau charm? Boleh banget! Ini bikin tas kamu makin personal.

Tips N Trik Biar Merajut Makin Asyik dan Nggak Bikin Stress

  • Konsisten: Usahakan ketegangan rajutanmu rata. Kalau terlalu kencang, hasilnya kaku. Kalau terlalu longgar, jadinya bolong-bolong dan lemas. Latihan terus ya!
  • Jangan Takut Bongkar Ulang: Ini hukum wajib para perajut. Kalau salah, nggak sesuai harapan, atau ada hitungan yang meleset, bongkar aja! Istilah kerennya "frogging" (rip it, rip it, rip it like a frog!). Lebih baik dibongkar di awal daripada nyesel di akhir.
  • Gabung Komunitas: Banyak banget grup rajut di Facebook, Instagram, atau Telegram. Di sana kamu bisa tanya-tanya, sharing hasil, atau minta bantuan kalau ada kesulitan. Percaya deh, banyak tangan-tangan baik di sana.
  • Tonton Tutorial Video: Kalau baca pola masih bingung, video tutorial di YouTube itu sangat membantu. Kamu bisa lihat langsung gerakan tangan dan tusuknya.
  • Inspirasi Itu Penting: Jangan cuma terpaku satu pola. Lihat-lihat contoh tas rajut di Pinterest atau Instagram. Siapa tahu kamu dapat ide buat modifikasi atau bikin desain sendiri.
  • Istirahat: Jangan diforsir ya. Kalau tangan mulai pegal atau mata lelah, istirahat dulu. Merajut itu hobi, bukan lomba lari maraton!

Sensasi Merajut: Lebih dari Sekadar Hobi

Setelah melewati semua proses, dari benang ruwet jadi tas kece, ada kepuasan yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Sensasinya tuh, "Gila, ini hasil tangan gue sendiri!" Bangga banget. Apalagi kalau dipakai terus ada yang nanya, "Beli di mana tasnya, kok unik banget?" Dan kamu bisa jawab dengan bangga, "Ini bikin sendiri lho!" Wah, rasanya kayak mendadak jadi desainer ternama. Serius.

Bukan cuma itu, banyak banget yang akhirnya menjadikan hobi merajut ini sebagai sumber penghasilan. Dari tas-tas unik yang laku keras di marketplace, sampai pesanan khusus yang harganya lumayan. Jadi, selain dapat ketenangan, dapat juga cuan. Enak kan?

Jadi, Tunggu Apa Lagi?

Membuat tas rajut itu petualangan seru yang patut dicoba. Jangan khawatir kalau hasilnya nggak langsung sempurna. Yang penting, niat dan kemauan untuk belajar. Siapa tahu, tas rajutan pertama kamu itu cikal bakal bisnis jutaanmu nanti, atau setidaknya, kamu punya tas super unik yang nggak bakal ada duanya di muka bumi ini. Yuk, angkat hakpenmu dan mulai merajut cerita baru!

Logo Radio
🔴 Radio Live