Ceritra
Ceritra Update

Tragedi di Pondok Indah: Ketika Alam Berkata Lain dan Nyawa Melayang Tanpa Permisi

- Monday, 27 October 2025 | 03:00 PM

Background
Tragedi di Pondok Indah: Ketika Alam Berkata Lain dan Nyawa Melayang Tanpa Permisi

Seorang pria tewas mengenaskan setelah mobil Lexus yang dikemudikannya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, tertimpa pohon palem raksasa yang tumbang karena angin kencang. Peristiwa itu terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan elit ibukota. Minggu siang (26/10/2025), cuaca ekstrem menyelimuti Jakarta Selatan. Hujan deras disertai angin kencang mengguncang kawasan Pondok Indah, hingga sebuah pohon palem setinggi ±15 meter dan berdiameter sekitar 60 cm roboh menimpa mobil Lexus yang melintas di Jalan Metro Pondok Indah.


Korban, diidentifikasi sebagai Harry Nugroho Prasetyo, eks Direktur Danareksa, meninggal di tempat karena luka parah di kepala. Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito, menyatakan, “Korbannya melintas normal, mengarah ke selatan. Tiba-tiba pohonnya tumbang menimpa mobil itu.”

Tragedi ini memicu perhatian publik terkait keamanan pohon di ruang publik, terutama di kawasan elit. Banyak warganet menyoroti pentingnya perawatan dan pemangkasan pohon tepi jalan yang rentan tumbang. Pihak kepolisian dan pengelola lingkungan setempat pun telah berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap pohon-pohon besar di Pondok Indah.


Selain dampak fisik dan kehilangan nyawa, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapsiagaan warga menghadapi cuaca ekstrem. Meski berada di kawasan elit, risiko alam tetap bisa menimpa siapa saja, menekankan pentingnya kesadaran bersama akan keselamatan lingkungan.


Kejadian ini mengingatkan kita: kecantikan dan kemewahan kota bukan jaminan aman. Keselamatan warga bergantung pada perawatan lingkungan, kesadaran publik, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Nyawa manusia terlalu berharga untuk dibiarkan terabaikan.

Logo Radio
🔴 Radio Live