Ceritra
Ceritra Warga

Surabaya Rasa Neraka Bocor: Panduan 'Survival' Cewek Bumi Agar Skincare 2 Juta Gak Luntur Saat Naik Ojol di Jalan Ahmad Yani

Refa - Tuesday, 06 January 2026 | 09:00 AM

Background
Surabaya Rasa Neraka Bocor: Panduan 'Survival' Cewek Bumi Agar Skincare 2 Juta Gak Luntur Saat Naik Ojol di Jalan Ahmad Yani
Ilustrasi Kepanasan (Freepik/)

Selamat datang di Surabaya, kota di mana kipas angin pun menyerah dan AC sering kali terasa seperti cuma pajangan. Buat kamu "Cewek Bumi" yang setiap pagi harus melintasi "Jalur Gaza"-nya Surabaya alias Jalan Ahmad Yani, pasti paham betul penderitaan ini.

Sudah bangun jam 5 pagi, layering skincare mahal, pakai serum vitamin C, pelembap high-end, sampai sunscreen dua ruas jari. Eh, baru 10 menit naik ojol dari Bundaran Waru sampai Royal Plaza, muka sudah kusam berminyak kayak gorengan yang lupa ditiriskan. Skincare 2 juta luntur begitu saja dikalahkan oleh kombinasi maut, terik matahari, debu knalpot Bus Suroboyo, dan hawa panas aspal yang menampar wajah.

Jangan sedih dulu, Bestie. Sebagai warga Surabaya yang tahan banting, kita gak boleh kalah sama cuaca. Berikut adalah panduan survival menembus panasnya Surabaya agar makeup dan harga dirimu tetap terjaga sampai kantor.

1. Teknik Sandwich Sunscreen (Wajib SPF 50+++)

Di Surabaya, SPF 30 itu cuma buat becandaan. Kamu butuh artileri berat. Gunakan teknik sandwich. Pertama, pakai sunscreen cair/lotion sebagai dasar. Tunggu meresap. Kedua, timpa dengan sunscreen bedak atau cushion yang mengandung SPF.

Kenapa harus berlapis? Karena angin di Jalan Ahmad Yani itu jahat, Rek. Dia bisa mengikis lapisan pelindung wajahmu. Kalau perlu, bawa sunscreen spray di tas. Semprot ulang tiap kali abang ojol berhenti di lampu merah Margorejo yang lamanya kayak nunggu jodoh itu.

2. Jaket Parasut

Lupakan outfit estetik ala Pinterest kalau kamu naik motor jam 12 siang. Di sini, jaket parasut (windbreaker) adalah koentji. Kenapa parasut? Karena bahan ini menahan angin panas langsung ke kulit dan debu tidak nempel di baju kerjamu.

Pilih yang ada kupluknya (hoodie). Tarik kupluk sampai menutupi dahi sebelum pakai helm. Ini trik jitu biar jilbabmu gak meleyot kena angin kencang dan dahimu gak belang kena sinar UV dari celah kaca helm. Biarin dibilang kayak tukang villa Tretes, yang penting kulit aman.

3. Masker Medis Dobel Tisu

Ini lifehack yang jarang orang tahu. Pakai masker saat naik ojol itu wajib, tapi masker sering bikin makeup di hidung dan pipi geser atau luntur kena keringat.

Caranya ambil selembar tisu kering, lipat jadi persegi panjang kecil, taruh di dalam masker tepat di area hidung dan mulut. Tisu ini berfungsi sebagai absorber keringat dan minyak berlebih selama perjalanan. Begitu sampai kantor, buang tisunya. Voila! Complexion wajahmu masih mulus tanpa jejak masker.

4. Kacamata Hitam Oversized Bukan Buat Gaya

Di Surabaya, kacamata hitam itu kebutuhan primer, bukan sekadar aksesoris. Pilih kacamata dengan bingkai besar (oversized) yang menutupi area mata sampai tulang pipi atas.

Fungsinya ada dua: Pertama, mencegah matamu kelilipan debu proyek jalanan yang gak kelar-kelar. Kedua, mencegah kerutan dini di ujung mata (crow's feet) karena kamu keseringan menyipitkan mata silau lihat aspal yang memantulkan cahaya matahari.

5. The Holy Grail: Setting Spray 'Badai'

Ini investasi terpenting. Setelah semua makeup selesai, guyur wajahmu dengan Setting Spray yang punya klaim matte finish dan long-lasting. Jangan pelit-pelit semprotnya. Bayangkan kamu sedang mem-vernis lukisan mahal agar awet ratusan tahun.

Setting spray akan membentuk lapisan film di atas kulit yang menahan minyak dan keringat. Jadi, biarpun kamu keringetan seleher-leher pas macet di depan Jatim Expo, muka kamu tetap stay di tempatnya. Gak bakal ada cerita bedak luntur jadi "bubur".

Logo Radio
🔴 Radio Live