Stop Panic Buying Menjelang Lebaran Biar Gak Menyesal
Nisrina - Wednesday, 18 March 2026 | 09:15 AM


Lebaran sebentar lagi, dan seperti biasa, suasana di sekitar kita mendadak berubah jadi medan perang. Bukan perang fisik sih, tapi perang melawan godaan belanja yang luar biasa masif. Kamu pasti ngerasa kan? Baru aja saldo THR mampir di rekening, eh, tiba-tiba algoritma marketplace udah nyodorin promo baju koko, hampers estetik, sampai diskon kue kering yang fotonya bikin laper mata. Di momen kayak gini, penyakit musiman bernama panic buying biasanya kambuh tanpa permisi.
Panic buying itu sebenernya fenomena psikologis yang lucu tapi bikin kantong kering. Kita ngerasa kalau nggak beli sekarang, besok bakal habis. Atau kalau nggak beli daging sapi lima kilo hari ini, hari H nanti kita bakal makan tahu tempe doang sementara tetangga rendang semua. Padahal ya, kenyataannya nggak sehoror itu. Biar kamu nggak terjebak dalam pusaran setan belanja yang bikin menyesal di tanggal tua, yuk kita bahas gimana caranya tetap waras di tengah gempuran euforia Lebaran.
Bikin List Adalah Kunci, Jangan Cuma Modal Ingatan
Kesalahan terbesar manusia modern saat mau belanja adalah mengandalkan otak untuk mengingat semua kebutuhan. Percaya deh, memori kita itu sering kali "korup" kalau udah ketemu tulisan DISKON 70% atau FLASH SALE. Begitu masuk supermarket atau buka aplikasi belanja, niat awal mau beli gula pasir bisa berubah jadi beli air fryer gara-gara harganya lagi miring.
Mulai sekarang, coba deh buat daftar belanja yang sangat spesifik. Tulis apa yang bener-bener kamu butuhin buat hari raya. Misalnya, "Daging 1 kg, Santan 5 bungkus, Sirup 2 botol." Udah, itu aja. Jangan biarkan mata kamu jelalatan ke rak-rak lain yang nggak ada di daftar. List ini fungsinya kayak kompas; tanpa itu, kamu bakal tersesat di hutan konsumerisme dan berakhir dengan troli penuh barang-barang yang sebenernya nggak penting-penting amat.
Sadari Bahwa THR Bukan Uang Kaget yang Harus Habis Seketika
Ada semacam mitos nggak tertulis kalau THR itu adalah "uang bonus" yang bebas dipakai buat apa aja. Akhirnya, banyak orang ngerasa sah-sah aja buat foya-foya. Padahal, kalau kita mau jujur, pengeluaran pasca-Lebaran itu biasanya lebih mencekik. Bayangin aja, sebulan setelah Lebaran kamu masih harus bayar tagihan listrik, cicilan, sampai uang sekolah anak, tapi saldo udah sekarat gara-gara kemarin kalap beli baju baru tiga stel.
Tips simpelnya: Begitu THR cair, langsung pisahin buat tabungan atau investasi minimal 20 persen. Sisanya baru dialokasikan buat kebutuhan Lebaran. Dengan begini, kamu nggak bakal merasa "terlalu kaya" di awal, sehingga keinginan buat panic buying bisa sedikit ditekan. Ingat, Lebaran itu cuma beberapa hari, tapi hidup setelah Lebaran itu masih panjang, kawan.
Jangan Termakan FOMO (Fear Of Missing Out)
Kenapa sih kita sering panic buying? Jawabannya sering kali karena kita takut nggak sama kayak orang lain. Tetangga ganti gorden, kita pengen ikut ganti. Teman kantor beli hampers mewah buat dikirim ke atasan, kita jadi ngerasa harus beli juga padahal budget lagi mepet. Inilah yang namanya FOMO.
Padahal kalau dipikir-pikir lagi, nggak bakal ada yang bakal sidak ke rumah kamu cuma buat ngecek apakah gorden kamu baru atau nggak. Lebaran itu esensinya silaturahmi, bukan ajang pamer aset atau barang branded. Kalau kamu merasa harus beli sesuatu cuma karena orang lain beli, itu tanda kamu harus log-out sebentar dari media sosial. Hindari ngelihatin Instagram Stories orang-orang yang lagi unboxing belanjaan Lebaran kalau itu cuma bikin kamu jadi pengen ikutan boros.
Belanja Lebih Awal (Atau Sekalian Belakangan)
Panic buying biasanya memuncak di H-3 sampai H-1 Lebaran. Di masa-masa ini, harga barang di pasar biasanya udah nggak masuk akal. Cabai rawit harganya bisa sebanding sama harga saham blue chip, naik drastis! Kalau kamu mau lebih pinter, stoklah kebutuhan pokok yang nggak gampang busuk sejak jauh-jauh hari. Misalnya bumbu dapur instan, sirup, atau minyak goreng.
Tapi kalau urusan baju atau perlengkapan rumah, coba deh teknik belanja "setelah badai". Biasanya, setelah hari H Lebaran, banyak toko yang justru ngadain clearance sale besar-besaran buat ngabisin stok. Memang sih, kamu nggak bakal pakai baju itu pas hari raya, tapi setidaknya kamu dapet barang bagus dengan harga yang jauh lebih manusiawi tanpa harus sikut-sikutan di mall.
Cari Substitusi yang Lebih Masuk Akal
Kalau harga daging sapi lagi gila-gilaan karena semua orang lagi panic buying daging buat rendang, kenapa nggak coba menu lain? Ayam atau ikan juga enak kok kalau bumbunya pas. Atau, kalau kamu memang "kudu" banget makan rendang, cobalah beli dagingnya di supplier atau lewat aplikasi belanja online yang sering kasih promo harga tetap. Jangan memaksakan diri harus beli di pasar tradisional pas lagi rame-ramenya kalau ujung-ujungnya cuma bikin stres dan dompet bolong.
Intinya, panic buying itu sering kali cuma soal emosi yang nggak terkontrol. Kita takut kehabisan, takut kalah saing, atau sekadar pengen ngerasain adrenalin saat belanja. Padahal, kenyamanan Lebaran itu nggak diukur dari seberapa banyak stok makanan di kulkas atau seberapa penuh rak sepatu kamu. Lebaran yang tenang adalah Lebaran yang dilalui tanpa beban utang atau rasa sesal karena uang tabungan ludes dalam semalam.
Jadi, sebelum kamu klik "Check Out" di keranjang belanjaanmu yang isinya udah belasan item itu, coba tarik napas dalam-dalam. Tanya ke diri sendiri: "Ini beneran butuh, atau cuma laper mata?" Kalau jawabannya ragu-ragu, mending tutup aplikasinya dan lanjutin tidur siang. Dompetmu bakal berterima kasih banget nantinya.
Next News

Mengapa Harga Bahan Pokok Selalu Naik Saat Ramadan?
15 hours ago

Mengapa Dompet Cepat Menipis Saat Lebaran? Ini Realita Pahitnya
9 hours ago

Persiapan Mudik Lebaran Jangan Sampai Keuangan Berantakan
a day ago

Berapa Nominal Ideal Angpau Lebaran?
a day ago

Tips Hadapi Saudara yang Mau Pinjam Uang Saat Lebaran
a day ago

THR Anti-Vanish! Strategi Jitu Biar Saldo Gak Kembali ke Setelan Pabrik Sebelum Lebaran
a day ago

Awas Candu Belanja Online Lebaran: Tarik Napas Dulu Sebelum Checkout!
a day ago

Strategi Belanja Baju Raya Anti-Boncos
a day ago

Cara Cerdas Mengelola Keuangan Pemula Anti Bokek Akhir Bulan
2 days ago

Kaum Mager Merapat! 5 Aplikasi yang Bisa Nyatet Pengeluaranmu Langsung dari Mutasi Bank
2 days ago



