Siapa yang Pertama dan Terakhir Merayakan Tahun Baru?
Nisrina - Monday, 22 December 2025 | 03:03 PM


Saat kembang api mulai meletup dan terompet berbunyi di langit Indonesia tepat pukul dua belas malam, kita sering lupa bahwa di belahan bumi lain pesta tersebut sudah usai atau bahkan belum dimulai sama sekali. Bumi kita dibagi ke dalam 24 zona waktu yang berbeda. Namun garis pembagian ini tidaklah lurus sempurna karena harus menyesuaikan dengan batas-batas wilayah kedaulatan negara.
Di sinilah peran penting Garis Waktu Internasional atau International Date Line (IDL). Ini adalah garis imajiner tempat penanggalan baru dimulai dan bergerak dari arah timur ke barat. Memahami posisi garis ini adalah kunci untuk menjawab pertanyaan tentang siapa yang paling awal dan paling akhir menyambut pergantian tahun.
Kiribati: Sang Pembuka Gerbang Waktu
Jika kita mencari daratan yang posisinya paling mendekati sisi awal IDL, maka jawabannya adalah Kiribati. Negara kepulauan di Samudra Pasifik ini memiliki populasi sekitar 120.000 penduduk dan menjadi tempat pertama di muka bumi yang disinari matahari tahun baru.
Fakta yang cukup unik dan menggelitik adalah nama-nama desa di negara ini. Penduduk yang tinggal di wilayah bernama Banana, London, Paris, dan Poland di Kiribati adalah manusia-manusia pertama yang merayakan pergantian tahun. Mereka sudah bersorak merayakan tahun baru saat sebagian besar dunia masih sibuk mempersiapkan sarapan pagi di tanggal 31 Desember.
Posisi Kiribati ini juga yang membuat bentuk garis IDL terlihat aneh di peta. Sejatinya garis bujur tersebut memisahkan wilayah negara mereka, namun hal ini akan menciptakan kekacauan administratif di mana satu negara memiliki perbedaan hari. Demi menyatukan waktu agar penduduk di South Tarawa dan Banana bisa hidup di hari yang sama dan tidak terpisah jarak waktu 24 jam, garis IDL ditarik menjorok hingga ribuan kilometer ke arah timur.
Setelah Kiribati memulai pesta, estafet perayaan kemudian berlanjut ke Selandia Baru, lalu bergerak perlahan menyapu benua Asia, hingga akhirnya tiba di dataran Eropa dan Amerika.
Pesta Terakhir di American Samoa
Setelah hampir seluruh dunia selesai merayakan pesta dan kembali tidur, tibalah giliran tempat berpenghuni terakhir di bumi untuk menyambut tahun baru. Tempat itu bernama American Samoa yang merupakan wilayah teritori Amerika Serikat di Pasifik Selatan.
Ada fenomena unik di sini yang sering dimanfaatkan oleh para wisatawan pemburu waktu. American Samoa hanya berjarak sekitar 70 kilometer dari negara tetangganya yakni Samoa. Meskipun jarak fisiknya sangat dekat sehingga bisa ditempuh dalam waktu singkat, kedua wilayah ini dipisahkan oleh garis IDL yang membuat mereka memiliki selisih waktu 25 jam.
Kondisi geografis yang istimewa ini menciptakan peluang langka bagi orang-orang untuk merayakan tahun baru sebanyak dua kali. Mereka biasanya akan merayakan pesta pergantian tahun di Samoa terlebih dahulu. Setelah itu mereka cukup naik kapal atau pesawat melintasi garis waktu menuju American Samoa untuk "mundur" ke hari sebelumnya dan bersiap merayakan detik-detik pergantian tahun untuk yang kedua kalinya.
Penutup Sunyi di Pulau Tak Berpenghuni
Sebenarnya American Samoa bukanlah daratan paling terakhir secara teknis. Masih ada Baker Island dan Howland Island yang juga masuk ke dalam teritori Amerika Serikat. Kedua pulau ini memiliki waktu satu jam lebih lambat dibandingkan American Samoa dalam urutan perayaan tahun baru.
Namun karena kedua pulau terpencil ini tidak berpenghuni, tidak ada pesta kembang api atau tiupan terompet di sana. Hanya burung-burung laut dan deburan ombak yang menjadi saksi bisu detik-detik paling akhir pergantian tahun di planet bumi sebelum siklus kalender benar-benar tertutup sempurna.
Next News

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
in 5 hours

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
in 5 hours

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
in 4 hours

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
in 2 hours

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
in 17 minutes

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
in an hour

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
an hour ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
18 hours ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
19 hours ago

Makna Strategis Bergabungnya Sri Mulyani ke Gates Foundation
20 hours ago






