

Hujan tak kenal ampun, arus sungai meluap dan kemudian menenggelamkan jembatan penghubung menuju Pantai Molang kini satu-satunya akses utama terputus, membiarkan pantai itu seperti pulau kecil yang tak bisa dijangkau turis maupun warga.
Di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, hujan deras beberapa hari terakhir berhasil menaklukkan jembatan yang menghubungkan kawasan wisata Pantai Pacar ke Pantai Molang. Jembatan yang selama ini dilewati motor, pejalan kaki, bahkan wisatawan kini ambruk dan hanyut terbawa arus sungai yang tak tertahan.
"Akibatnya pengunjung tidak bisa datang dan pendapatan terhenti total," ujar salah satu pengelola Pantai Molang, menggambarkan betapa rentannya ekonomi lokal saat akses fisik terputus.
Dampak sosialnya segera terasa: para pedagang kaki lima, penginapan lokal, warga yang menggantungkan hidup dari keramaian pantai kini melihat sepi menggantikan gelak tawa pengunjung. Kawasan yang semula ramai kini diambang keheningan — sementara jembatan penghubung jadi simbol betapa rapuhnya infrastruktur wisata kita bila didera alam.
Warga dan pengelola menuntut agar pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki atau membangun jembatan baru, sebab jembatan tersebut bukan sekadar akses ia adalah nyawa ekonomi dan sosial kawasan selatan Tulungagung.
Ketika alam berbicara dengan cara yang paling keras jembatan runtuh, arus meluap ini saatnya kita tak hanya memperbaiki beton, tapi juga memperkuat kesiapan kita: kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, kesiapan memberi ruang bagi warga lokal, kesiapan menjaga pesona alam tanpa mengabaikan keselamatan. Karena sebuah akses bisa saja tertutup sesaat namun akses ke keadilan sosial dan tanggung jawab kolektif harus selalu terbuka.
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
9 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
21 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
21 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
21 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
21 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
23 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
23 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




