Ceritra
Ceritra Update

Sensasi Makan Sashimi Fugu, Bertaruh Nyawa demi Satu Gigitan Terenak di Dunia

Refa - Wednesday, 31 December 2025 | 10:00 AM

Background
Sensasi Makan Sashimi Fugu, Bertaruh Nyawa demi Satu Gigitan Terenak di Dunia
Sashimi Fugu (Pinterest/elsouvenir)

Bayangkan sebuah hidangan yang begitu indah tapi sanggup membunuhmu dalam hitungan menit. Inilah realita saat menghadapi Ikan Buntal atau Fugu. Di balik irisan daging transparan yang ditata cantik menyerupai kelopak bunga krisan, tersembunyi tetrodotoxin, racun saraf yang 1.200 kali lebih mematikan daripada sianida.

Satu ekor ikan ini punya cukup racun untuk menewaskan 30 orang dewasa, dan bagian paling mengerikannya adalah belum ada obat penawar yang ditemukan hingga detik ini. Jika keracunan, tubuh akan lumpuh perlahan sementara otak tetap sadar sepenuhnya menyaksikan detik-detik terakhir. Lantas, kenapa orang masih nekat memakannya?

Bukan Sekadar Koki, Tapi Dokter Bedah Berpisau Dapur

Nyawa pelanggan fugu bergantung sepenuhnya pada tangan sang koki. Di Jepang, tidak sembarang orang boleh mengolah ikan ini. Para koki harus memegang lisensi khusus yang sangat sulit didapatkan, bahkan seringkali butuh masa magang hingga sepuluh tahun hanya untuk mempelajari anatominya. Ujian akhirnya sangat ketat. Satu kesalahan kecil saat memisahkan kantung racun berarti kegagalan fatal.

Proses pemotongannya lebih mirip operasi bedah mikro daripada aktivitas memasak. Koki harus memisahkan hati, telur, dan kulit yang beracun dari daging yang aman tanpa memecahkan kantung racunnya sedikit pun. Limbah organ beracun itu pun diperlakukan seperti limbah nuklir. Harus disimpan dalam wadah terkunci dan dibakar khusus agar tidak membahayakan siapa pun. Jadi, saat kamu membayar jutaan rupiah untuk sepiring Fugu, kamu tidak sedang membayar ikannya, melainkan membayar keahlian presisi koki yang menjamin kamu bisa pulang dengan selamat.

Sensasi "Mati Rasa" yang Bikin Ketagihan

Bagi yang belum pernah mencoba, rasa daging Fugu sebenarnya sangat halus, cenderung hambar, namun memiliki tekstur kenyal dan renyah yang unik. Namun, para pemburu kuliner ekstrem tidak datang hanya untuk rasa itu. Mereka mencari sensasi fisik yang mendebarkan di ambang batas bahaya.

Koki kelas master terkadang sengaja menyisakan jejak racun dalam jumlah mikroskopis, sangat sedikit sehingga tidak mematikan, tapi cukup untuk memberikan efek kejut pada saraf. Saat daging menyentuh lidah, akan muncul sensasi kesemutan, hangat, dan sedikit mati rasa di bibir. Sensasi inilah yang dianggap sebagai puncak kenikmatan Fugu. Momen ketika bibir terasa tebal adalah tanda bahwa racun itu bekerja "menggoda" saraf, memberikan adrenalin yang tidak bisa ditemukan di sushi biasa.

Simbol Status yang Dilarang untuk Kaisar

Fugu memiliki sejarah panjang dan rumit di Jepang. Ikan ini sempat dilarang di era samurai karena banyaknya prajurit yang mati konyol di meja makan. Saking berbahayanya, hingga hari ini satu-satunya orang di Jepang yang dilarang keras oleh hukum kekaisaran untuk menyentuh Fugu adalah Kaisar Jepang sendiri, demi menjaga keselamatan garis keturunan takhta.

Karena itulah, memakan Fugu di era modern menjadi simbol status sosial dan keberanian. Ini adalah cara orang menunjukkan bahwa mereka punya uang untuk menyewa koki terbaik dan punya nyali untuk menantang maut. Kalau kamu bosan dengan kuliner yang "aman", Fugu menawarkan pengalaman makan di mana setiap kunyahannya adalah perjudian yang nikmat.

Logo Radio
🔴 Radio Live