Saat Beruang Merah Pasang Badan untuk Naga Asia dalam Isu Taiwan


Peta kekuatan politik dunia kembali menonjolkan garis tegas persahabatan antara dua raksasa timur yakni Moskow dan Beijing. Di tengah gelombang tekanan internasional yang silih berganti, Rusia sekali lagi mempertegas posisi setianya dengan berdiri tegak di samping China terkait isu sensitif Selat Taiwan. Pernyataan keras baru saja dilontarkan oleh Kremlin yang menolak mentah-mentah segala bentuk kemerdekaan bagi Taiwan. Bagi Rusia, pulau tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Tiongkok dan tidak ada ruang tawar-menawar untuk narasi separatisme yang didengungkan oleh pihak manapun. Dukungan moral dan politik ini bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan sinyal kuat bahwa kemesraan strategis antara kedua negara adidaya ini semakin sulit digoyahkan oleh pihak Barat.
Pemicu terbaru dari penegasan sikap ini adalah manuver pemimpin Taiwan, Lai Ching-te, yang melakukan perjalanan ke negara-negara Pasifik dengan transit di wilayah Amerika Serikat yaitu Hawaii dan Guam. Moskow memandang langkah ini bukan sekadar singgah untuk mengisi bahan bakar pesawat, melainkan sebuah provokasi politik yang terang-terangan. Rusia menilai bahwa dalih "transit" tersebut sering kali dimanfaatkan oleh Washington dan Taipei untuk memberikan panggung politik bagi agenda separatisme, sekaligus memancing emosi Beijing. Dalam pandangan Moskow, tindakan Amerika Serikat yang memberikan fasilitas bagi perjalanan tersebut adalah bentuk campur tangan urusan dalam negeri China yang justru memperkeruh stabilitas di kawasan Asia Pasifik yang sudah cukup panas.
Pemerintah Rusia melalui juru bicaranya menegaskan kembali komitmen mereka terhadap prinsip Satu China. Mereka percaya bahwa pemerintah di Beijing adalah satu-satunya pemerintahan yang sah yang mewakili seluruh Tiongkok, termasuk Taiwan di dalamnya. Oleh karena itu, Moskow mendukung penuh segala langkah yang diambil oleh Beijing untuk mempertahankan integritas teritorialnya dari ancaman luar. Sikap ini seolah menjadi balasan setimpal atas dukungan diam-diam maupun terbuka yang sering diberikan China kepada Rusia dalam menghadapi sanksi dan tekanan dari negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Hubungan ini telah berevolusi menjadi sebuah tembok pertahanan bersama di mana jika satu pihak diganggu kedaulatannya, maka pihak lain akan ikut bersuara lantang.
Solidaritas ini mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada dunia internasional bahwa upaya untuk mengepung atau mengisolasi salah satu dari mereka tidak akan berjalan mudah. Isu Taiwan kini bukan lagi sekadar masalah domestik China atau perseteruan regional semata, melainkan telah menjadi salah satu titik api utama dalam persaingan hegemoni global. Dengan Rusia yang kini secara vokal menjadi "beking" bagi klaim kedaulatan China, peta konflik di Asia Timur menjadi semakin kompleks. Dukungan tanpa syarat dari Moskow ini menjadi bukti bahwa di era ketidakpastian global saat ini, musuh dari musuhku adalah sahabat terbaikku, dan bagi Rusia serta China, persatuan adalah kunci untuk menghadapi dominasi narasi Barat.
Next News

Usut Dugaan Aliran Dana Sel Mewah Cibinong: Kemenimipas Buka Celah Pelimpahan ke APH
21 days ago

Ditjenpas Uji Keabsahan Foto Terpidana Jimmy Masrin di Area Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
21 days ago

Kunci Pembuktian Kasus Lapas Cibinong: DPR Desak Buka Rekaman CCTV dan Logbook Pintu Masuk
22 days ago

DPR dan Kemenimipas Robohkan 10 Bangunan Ilegal di Lapas Cibinong Gunakan Alat Berat
22 days ago

Mencegah Penyelundupan Lewat Barang Titipan: Rutan Depok Perjelas SOP Pemeriksaan Fisik
21 days ago

Video Viral Pria Diduga Pesta Narkoba di Lapas Depok, Pihak Rutan Lakukan Penyelidikan
21 days ago

Tak Ada Toleransi Pelanggaran di Sel, Rutan Depok Siapkan Sanksi Pencabutan Hak Remisi
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
24 days ago

Terungkap! Ombudsman Konfirmasi Koruptor Jimmy Masrin Tempati Hunian Mewah di Lapas Cibinong
a month ago

