Revenge Bedtime Procrastination, Saat Kamu Sengaja Begadang Cuma Buat Merasa 'Menang' Lawan Kerjaan
Refa - Wednesday, 31 December 2025 | 08:00 PM


Hari ini adalah penghujung tahun 2025. Hanya tinggal hitungan jam sebelum kalender berganti angka. Di luar sana, mungkin terdengar suara terompet atau kembang api mulai meletup-letup. Normalnya, orang begadang malam ini untuk merayakan pergantian tahun bersama teman atau keluarga. Namun, ada sekelompok orang yang terjebak dalam keheningan kamar, menatap layar ponsel tanpa tujuan, dan menolak untuk memejamkan mata bukan karena ingin merayakan apa pun, melainkan karena perasaan yang jauh lebih rumit.
Fenomena ini dikenal sebagai Revenge Bedtime Procrastination, dan malam ini, di tanggal 31 Desember, gejalanya bisa terasa jauh lebih intens dari biasanya. Jika pada hari biasa kamu begadang untuk "membalas dendam" pada jam kerja yang sibuk, di malam tahun baru ini, kamu mungkin sedang mencoba membalas dendam pada satu tahun penuh yang terasa berjalan tidak sesuai rencana. Rasanya seperti ada dorongan bawah sadar untuk menahan waktu agar tidak bergulir ke tahun depan.
Menolak Tidur Berarti Menolak Esok Hari
Secara psikologis, begadang tanpa tujuan di malam pergantian tahun sering kali dipicu oleh kecemasan menghadapi masa depan, atau yang bisa disebut future anxiety. Tidur memiliki arti simbolis "mengakhiri hari ini" dan "memulai hari esok". Bagi pengidap Revenge Bedtime Procrastination, tidur malam ini terasa menakutkan karena itu artinya mereka harus bangun di tahun 2026 dengan segala tuntutan baru, resolusi "New Year New Me" yang membebani, dan realita bahwa tahun 2025 sudah benar-benar habis.
Dengan tetap terjaga sampai jam 3 atau 4 pagi sambil melakukan hal-hal remeh seperti maraton serial atau menggulir media sosial, kamu menciptakan ilusi kendali. Kamu merasa seolah-olah bisa membekukan waktu. Kamu merasa sedang memperpanjang napas tahun 2025 barang beberapa jam lagi, karena kamu merasa belum puas dengan apa yang (tidak) kamu capai tahun ini. Ini adalah bentuk protes diam-diam terhadap waktu yang berjalan terlalu cepat tanpa izinmu.
Sabotase Diri di Garis Start
Ironisnya, perilaku ini adalah bentuk sabotase diri yang paling fatal untuk memulai tahun baru. Bayangkan tahun 2026 adalah sebuah perlombaan lari maraton yang dimulai besok pagi. Alih-alih beristirahat agar fit di garis start, kamu justru sengaja membuat kakimu pincang dengan kurang tidur. Kamu menukar kesehatan mental dan fisikmu di hari pertama tahun baru hanya demi beberapa jam kebebasan semu di malam ini.
Akibatnya sudah bisa ditebak. Tanggal 1 Januari yang seharusnya menjadi momen segar untuk menata niat, akan kamu habiskan dengan rasa kantuk, pusing, suasana hati yang buruk, dan penyesalan. Kamu memulai babak baru dengan baterai yang merah. Rasa "menang" karena berhasil begadang malam ini akan langsung sirna begitu matahari terbit, digantikan oleh kelelahan yang nyata.
Berdamai dengan Tahun yang Berlalu
Obat terbaik untuk Revenge Bedtime Procrastination malam ini bukanlah memaksa mata terpejam, melainkan penerimaan atau radical acceptance. Kamu perlu berdamai dengan fakta bahwa tahun 2025, dengan segala kekurangan, kegagalan, atau pencapaiannya yang tertunda, sudah selesai. Begadang sampai subuh tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi setahun ke belakang, dan tidak akan membuatmu lebih siap menghadapi tahun depan.
Malam ini, cobalah letakkan ponselmu sedikit lebih awal dari biasanya. Anggaplah tidurmu malam ini bukan sebagai tanda menyerah, melainkan sebagai hadiah perpisahan yang manis untuk dirimu versi 2025. Izinkan tubuh dan otakmu beristirahat. Biarkan tahun baru datang menjemputmu saat kamu sedang mengisi tenaga, bukan saat kamu sedang sekarat menahan kantuk. Tutup bukunya, matikan lampunya, dan tidurlah. Tahun 2026 bisa menunggu sampai kamu bangun dengan segar besok pagi.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
in 3 hours

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
in 2 hours

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
in 2 hours

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
in 2 hours

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in an hour

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 42 minutes

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 12 minutes

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
in 2 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
an hour ago

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
an hour ago






