Ramai Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren — Media Terlalu Lebay atau Akhirnya Berani Bicara?


Gelombang laporan kekerasan di pesantren bikin publik terbelah: antara menjaga nama baik atau menyelamatkan korban. Kasus kekerasan seksual di pesantren lagi-lagi jadi sorotan. Media gencar memberitakan, warganet ramai bereaksi. Tapi muncul tanya: ini bentuk keberanian membongkar tabir gelap, atau justru drama yang memperburuk citra pesantren?
Beberapa minggu terakhir, sederet kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren mencuat ke publik. Dari pengasuh yang dilaporkan santri hingga dugaan pelecehan sistematis, pemberitaan datang silih berganti. Masyarakat bereaksi keras, sementara sebagian kalangan pesantren menilai media tak adil. "Kami tidak menutupi kasus, tapi mohon jangan digeneralisasi," kata KH. Ahmad Fauzan, pengasuh pesantren di Cirebon, kepada Tempo (19/10).
Namun fakta di lapangan bicara lain. Laporan ke Komnas Perempuan dan KPAI meningkat dalam dua tahun terakhir, sebagian besar baru muncul setelah korban merasa "didengar" lewat pemberitaan. "Media memang tajam, tapi tanpa itu banyak kasus akan terkubur diam," ungkap aktivis perlindungan anak, Rini Handayani. Ia menyebut keberanian berbicara korban adalah langkah penting meski belum sempurna.
Dampaknya terasa luas. Di satu sisi, pesantren yang bersih dari kasus ikut terkena stigma. Di sisi lain, muncul tekanan publik agar lembaga keagamaan lebih terbuka dan punya sistem perlindungan yang nyata. Di media sosial, perdebatan panas: apakah membuka aib sama dengan menyerang agama, atau justru langkah menuju keadilan?
Kisah ini bukan sekadar soal media atau pesantren, tapi tentang siapa yang berani melindungi yang lemah. Saat berita jadi ramai, jangan buru-buru menilai "dibesar-besarkan". Kadang yang tampak berlebihan, justru sepadan dengan luka yang terlalu lama disembunyikan.
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
8 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
21 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
20 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
20 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
21 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
23 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
23 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




