Ceritra
Ceritra Warga

Rahasia Cahaya Putih Kekuningan yang Sering Muncul Saat Magrib

Nisrina - Friday, 27 March 2026 | 04:15 PM

Background
Rahasia Cahaya Putih Kekuningan yang Sering Muncul Saat Magrib
Ilustrasi (Getty Images/Jamie Cooper)

Pernah nggak sih kamu lagi asyik nongkrong di balkon pas magrib, atau mungkin lagi nunggu ojek online pas subuh-subuh buta, terus nggak sengaja ngelihat satu titik cahaya yang paling terang di langit? Cahayanya nggak kedap-kedip kayak bintang pada umumnya, tapi manteng stabil dengan warna putih kekuningan yang cantik banget. Saking terangnya, dia seolah-olah mau pamer dan bilang, "Lihat nih, gue yang paling glowing di sini!"

Masyarakat kita, dari zaman kakek-nenek sampai ke era gen-Z, biasanya otomatis nyebut benda itu sebagai Bintang Kejora. Ada juga yang manggilnya Bintang Timur atau Bintang Barat, tergantung kapan dia muncul. Tapi, ada satu plot twist besar yang mungkin sudah kamu tahu tapi sering dilupakan: benda itu sama sekali bukan bintang. Yup, dia adalah Planet Venus. Lantas, kenapa sih si tetangga terdekat Bumi ini dapat gelar "Bintang Kejora"? Kenapa bukan "Planet Kejora" aja biar lebih akurat secara sains?

Label "Bintang" yang Terlanjur Melekat

Secara historis, manusia zaman dulu nggak punya teleskop canggih atau aplikasi pemantau langit kayak Stellarium. Bagi mereka, segala sesuatu yang bercahaya di langit malam itu disebut bintang. Karena Venus adalah objek paling terang ketiga di langit setelah Matahari dan Bulan, ya wajar saja kalau dia dianggap sebagai "raja"-nya bintang. Istilah "Kejora" sendiri dalam bahasa Indonesia bermakna sangat terang, cemerlang, atau indah. Jadi, Bintang Kejora secara harfiah berarti bintang yang paling kinclong.

Secara astronomis, Venus disebut sebagai planet inferior. Bukan karena dia punya inferiority complex atau minderan ya, tapi karena orbitnya berada di dalam orbit Bumi. Hal ini bikin Venus nggak pernah terlihat jauh dari Matahari. Inilah alasan kenapa kita cuma bisa ngelihat dia pas fajar (sebelum matahari terbit) atau pas senja (setelah matahari terbenam). Gara-gara kebiasaan munculnya ini, dia dapet julukan "The Morning Star" atau "The Evening Star". Kalau dia muncul pas subuh, orang kita nyebutnya Bintang Fajar. Pas sore, ya jadi Bintang Senja.

Kenapa Bisa Terang Banget? Rahasianya Ada di "Skincare" Venus

Mungkin kamu mikir, "Kan banyak planet lain, kok Venus doang yang dapet panggung?". Nah, di sini rahasianya. Venus punya apa yang disebut para astronom sebagai Albedo yang sangat tinggi. Albedo itu gampangnya adalah kemampuan sebuah benda buat mantulin cahaya. Venus itu kayak cermin raksasa yang melayang di luar angkasa. Sekitar 70 persen cahaya matahari yang mengenai Venus bakal dipantulin balik ke luar angkasa.

Kenapa bisa mantulin cahaya sebanyak itu? Ternyata Venus punya atmosfer yang super tebal, yang isinya mayoritas karbondioksida dan awan asam sulfat. Awan-awan ini yang bikin dia kelihatan putih kinclong dari jauh. Tapi jangan salah, ini adalah jebakan batman. Di balik kecantikannya sebagai Bintang Kejora, Venus itu aslinya adalah "neraka" yang sesungguhnya. Kalau kamu nekat main ke sana tanpa perlindungan ala superhero, kamu bakal langsung gepeng karena tekanan atmosfernya yang 92 kali lipat lebih kuat dari Bumi, plus suhu panas yang bisa melelehkan timah. Jadi, istilah "Bintang Kejora" itu sebenarnya adalah bentuk catfishing kosmik paling ekstrem dalam sejarah tata surya kita.

Posisinya yang Selalu "Cari Perhatian"

Selain karena albedo, faktor jarak juga menentukan. Venus adalah planet yang paling dekat posisinya dengan Bumi. Kadang jaraknya "cuma" sekitar 40 juta kilometer. Buat ukuran semesta, itu tuh kayak tetangga sebelah rumah yang cuma kepisah tembok. Kombinasi antara jarak yang dekat dan atmosfer yang reflektif bikin dia sukses menggeser popularitas bintang-bintang asli yang jaraknya bertahun-tahun cahaya.

Menariknya lagi, karena Venus bergerak lebih cepat mengelilingi Matahari daripada Bumi, dia sering banget "nyalip" kita. Transisi dia dari langit barat ke langit timur ini yang bikin orang zaman dulu sering bingung dan ngira ada dua bintang yang berbeda. Padahal ya itu-itu juga, si Venus yang lagi hobi pindah tongkrongan.

Lebih dari Sekadar Pemandangan Malam

Penyebutan Bintang Kejora nggak cuma berhenti di buku pelajaran sains atau obrolan astronomi. Di Indonesia, nama Kejora punya tempat spesial dalam budaya populer. Dari lagu dangdut legendaris sampai nama anak, Kejora selalu identik dengan sesuatu yang indah dan memberikan harapan. Melihat Bintang Kejora pas lagi capek-capeknya pulang kerja atau pas lagi bangun sahur itu rasanya kayak dapet hiburan gratis dari alam semesta.

Ada semacam romantisasi tersendiri ketika kita menengadah ke atas dan melihat titik terang itu. Di tengah polusi cahaya kota yang bikin bintang-bintang kecil pada "tewas" nggak kelihatan, Venus tetap konsisten menunjukkan eksistensinya. Dia seolah jadi pengingat kalau di atas sana, ada mekanisme semesta yang luar biasa keren yang sedang bekerja.

Jadi, meskipun secara teknis kita salah nyebut dia sebagai bintang, kayaknya sebutan "Bintang Kejora" nggak bakal hilang dalam waktu dekat. Nama itu udah terlalu puitis buat diganti jadi "Planet Terang". Lagipula, apalah arti sebuah nama kalau kehadirannya tetap bisa bikin kita terpaku sebentar sambil mengagumi betapa luasnya ciptaan Tuhan? Intinya, mau disebut Venus atau Bintang Kejora, dia tetap jadi primadona yang bikin langit malam kita nggak terasa sepi-sepi amat.

Lain kali kalau kamu lihat cahaya terang itu lagi, jangan lupa pamer ke teman sebelahmu, "Eh, itu Bintang Kejora lho, tapi aslinya itu Planet Venus yang atmosfernya beracun banget." Dijamin, kamu bakal kelihatan pinter sekaligus sedikit merusak suasana romantis mereka. Tapi ya begitulah faktanya, kecantikan sang Kejora memang penuh dengan misteri dan paradoks yang bikin kita nggak bosen buat ngebahasnya.

Logo Radio
🔴 Radio Live