Ceritra
Ceritra Warga

Privasi Kita Ke Mana? Jejak Digital yang Diam-diam Menguntit Setiap Detik

- Thursday, 30 October 2025 | 03:00 PM

Background
Privasi Kita Ke Mana? Jejak Digital yang Diam-diam Menguntit Setiap Detik

Ketakutan hilang privasi makin jadi suara umum di tengah hidup yang serbaterhubung. Keresahan soal privasi digital kembali mencuat setelah makin banyak pengguna mengaku “diawasi” oleh iklan, aplikasi, dan fitur yang terlihat ramah namun menyimpan cerita lain. Warganet mulai bertanya: sebenarnya data kita aman atau cuma ilusi nyaman?


Fenomena ini menguat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pengguna mengeluh timeline dan iklan terasa “terlalu tepat”, seperti membaca percakapan yang bahkan tidak pernah diposting. Seorang warganet menulis, “Kadang rasanya HP saya lebih tahu isi kepala saya daripada saya sendiri.” Ungkapan sederhana, tapi mewakili kecemasan yang makin umum.


Pakar literasi digital menilai pola ini muncul karena kebiasaan masyarakat yang makin bergantung pada aplikasi, tanpa membaca apa pun yang mereka setujui saat menekan tombol “Allow”. “Kita bukan tidak peduli. Kita hanya ingin cepat,” ujar seorang pengamat. Namun konsekuensinya, data perilaku, lokasi, dan minat bisa dipetakan dengan mudah.


Kekhawatiran itu melebar ke ruang sosial. Banyak orang mengaku mulai tidak nyaman membuka chat, berbicara lewat telepon, bahkan memotret kegiatan harian. Mereka takut semua itu berubah menjadi bahan bacaan bagi pihak tak dikenal. Ada yang menyebut hidup kini seperti “ruang kaca”—transparan untuk orang lain, tapi gelap bagi kita sendiri.


Di tengah dunia yang semakin terhubung, menjaga privasi bukan lagi soal menutup pintu, tapi tahu apa saja yang kita buka. Mungkin sudah saatnya kita berhenti menganggap data sebagai hal sepele, dan mulai memperlakukannya seperti yang seharusnya: bagian dari diri kita sendiri.

Logo Radio
🔴 Radio Live