Ceritra
Ceritra Warga

Pertama Kali ke Tumpak Sewu? Ini Rute dan Tips Biar Aman

Refa - Wednesday, 14 January 2026 | 04:30 PM

Background
Pertama Kali ke Tumpak Sewu? Ini Rute dan Tips Biar Aman
Ilustrasi orang-orang di gunung terjun (Pinterest/arieroseid)

Mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu memerlukan perencanaan yang matang karena lokasinya yang berada di perbatasan dua kabupaten dengan kontur wilayah pegunungan. Keindahan nirwana yang ditawarkan sebanding dengan usaha fisik yang harus dikeluarkan untuk mencapainya. Wisatawan tidak hanya sekadar datang untuk melihat pemandangan, melainkan harus siap untuk melakukan trekking ringan hingga sedang. Pemilihan jalur keberangkatan dan kesiapan perlengkapan akan sangat menentukan kenyamanan serta keselamatan selama eksplorasi berlangsung, mengingat medan yang dihadapi cukup menantang dengan kelembapan tinggi dan jalur yang curam.

Opsi Jalur Lintasan: Malang vs Lumajang

Akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui dua titik utama, yaitu Kabupaten Malang atau Kabupaten Lumajang. Jika berangkat dari pusat Kota Malang, perjalanan akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam menggunakan kendaraan bermotor. Rute yang dilalui biasanya melewati Kecamatan Bululawang, Dampit, Tirtoyudo, hingga sampai di Pronojiwo. Jalur ini dikenal cukup menantang karena banyaknya tikungan tajam dan jalanan naik-turun khas pegunungan, namun menyuguhkan pemandangan perbukitan yang asri. Sementara itu, akses dari pusat Kota Lumajang cenderung lebih dekat, memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan menuju perbatasan Pronojiwo dengan kondisi jalan yang relatif lebih lebar dan lurus di beberapa bagian.

Tantangan Fisik Menuruni Lembah

Bagi pengunjung yang ingin turun ke dasar air terjun, kesiapan fisik menjadi syarat mutlak. Jalur menuju dasar lembah didominasi oleh tangga-tangga curam yang terbuat dari kombinasi semen permanen dan konstruksi bambu semi-permanen. Perjalanan turun mungkin terasa lebih ringan, namun perjalanan kembali ke atas akan sangat menguras stamina, terutama bagi mereka yang jarang berolahraga. Selain itu, pengunjung harus menyeberangi aliran sungai dan berjalan di atas bebatuan licin yang terus-menerus terkena cipratan air. Oleh karena itu, kondisi tubuh yang bugar dan kesehatan lutut yang prima sangat dibutuhkan untuk menuntaskan rute pergi-pulang ini.

Perlengkapan Wajib dan Waktu Terbaik

Mengingat kondisi medan yang basah total, pemilihan alas kaki menjadi sangat krusial. Sepatu kets biasa sangat tidak disarankan karena akan menjadi berat saat basah dan licin di bebatuan berlumut. Sandal gunung dengan grip yang kuat adalah pilihan terbaik untuk keamanan langkah. Selain itu, membawa kantong anti-air (dry bag atau casing waterproof) sangat disarankan untuk melindungi ponsel dan kamera, karena derasnya air terjun menciptakan uap air yang mampu membasahi barang elektronik dalam sekejap. Waktu kunjungan paling ideal adalah di pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 saat matahari menyinari lembah dengan sempurna dan kabut belum turun, serta untuk menghindari risiko hujan di sore hari yang bisa menyebabkan debit air sungai meningkat tiba-tiba.

Logo Radio
🔴 Radio Live