Ceritra
Ceritra Update

Merenungi "Gaji" Fantastis Ibu yang Tak Pernah Cair

Nisrina - Monday, 22 December 2025 | 09:28 AM

Background
Merenungi "Gaji" Fantastis Ibu yang Tak Pernah Cair
Seorang ibu dan anaknya (Freepik/)

Tanggal 22 Desember kembali hadir menyapa kalender kita. Hari ini, lini masa media sosial mendadak penuh dengan warna-warni potret kenangan, untaian puisi, hingga foto buket bunga yang cantik. Semuanya didedikasikan secara serentak untuk satu sosok istimewa bernama Ibu. Namun, di balik riuh rendah perayaan sehari ini, pernahkah kita benar-benar berhenti sejenak untuk menghitung beban nyata yang mereka panggul selama 364 hari lainnya?

Momentum Hari Ibu sejatinya bukan sekadar seremonial bertukar kado. Ini adalah saat yang paling tepat untuk membuka mata terhadap realitas kerja domestik yang sering kali dipandang sebelah mata. Jika kita mau jujur membuka kalkulator dan berhitung secara profesional, menjadi ibu rumah tangga mungkin adalah profesi dengan valuasi gaji tertinggi yang sering kali tidak sanggup dibayar oleh perusahaan mana pun.

Mari kita coba bedah realitas ini dengan kacamata yang lebih jernih.


Melampaui Batas Wajar Jam Kerja

Sering kali dalam percakapan sehari-hari, kita mendengar jawaban yang terdengar rendah hati namun menyimpan ironi besar. Saat ditanya mengenai pekerjaannya, seorang perempuan akan menjawab "Saya cuma ibu rumah tangga". Kata "cuma" di sana seolah mengecilkan peran raksasa yang sedang ia panggul sendirian.

Padahal dunia industri memiliki aturan main yang jelas. Di Indonesia, Undang-Undang Cipta Kerja telah mengatur bahwa jam kerja normal bagi seorang karyawan adalah 40 jam dalam satu minggu. Jika lebih dari itu, karyawan berhak atas uang lembur dan waktu istirahat yang layak.

Aturan manusiawi ini sayangnya tidak berlaku di balik tembok rumah tangga. Berbagai riset sosial menunjukan fakta mengejutkan bahwa seorang ibu rumah tangga bisa menghabiskan waktu lebih dari 100 jam per minggu untuk melakukan kerja perawatan tak berbayar atau unpaid care work.

Mereka adalah orang pertama yang bangun sebelum matahari terbit untuk menyiapkan sarapan dan orang terakhir yang memejamkan mata setelah memastikan seluruh pintu terkunci. Tidak ada istilah tanggal merah, tidak ada cuti sakit, dan tidak ada jam istirahat makan siang yang pasti. Jika dikonversikan ke dalam sif kerja pabrik, seorang ibu melakukan dua setengah kali lipat beban kerja buruh profesional setiap minggunya tanpa jeda.

Mengapa angkanya bisa disebut "unreal" atau tidak nyata jika diuangkan? Jawabannya terletak pada kemampuan multitasking luar biasa yang mereka lakukan. Ibu rumah tangga bukan sekadar penjaga rumah. Dalam satu hari, ia berganti peran berkali-kali dengan sangat mulus.

Pagi hari ia adalah koki yang memikirkan gizi keluarga. Siang hari ia menjadi sopir antar-jemput dan guru les privat bagi anak-anak. Sore hari ia menjadi manajer kebersihan dan laundry. Malam hari ia berubah peran menjadi psikolog yang mendengarkan keluh kesah suami atau menjadi perawat handal saat ada anggota keluarga yang demam.

Bayangkan jika Anda harus menyewa jasa profesional untuk setiap posisi tersebut. Berapa biaya sewa koki, guru privat, sopir pribadi, asisten rumah tangga, dan konselor psikologi sekaligus? Jika ditotal, angkanya bisa menembus puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan.

Kado Terbaik adalah Pengakuan

Tentu saja banyak yang akan berargumen bahwa apa yang dilakukan ibu didasari oleh cinta dan kasih sayang yang tidak bisa dinilai dengan materi. Hal itu benar adanya. Namun melabeli pekerjaan domestik semata-mata sebagai "wujud cinta" sering kali membuat kita lupa bahwa ada keringat fisik dan kelelahan mental yang nyata di sana.

Maka di Hari Ibu kali ini, mari kita ubah cara pandang kita. Artikel ini tidak bertujuan menuntut para suami atau anak untuk menggaji ibu dengan nominal fantastis tersebut. Tulisan ini hanyalah pengingat agar kita tidak lagi menyepelekan pekerjaan domestik.

Kado terbaik yang bisa kita berikan bukan hanya sekadar bunga atau kue, melainkan pengakuan tulus dan validasi atas kerja keras mereka. Di balik rumah yang nyaman, pakaian yang wangi, dan perut yang kenyang, ada ratusan jam kerja keras yang didedikasikan oleh seorang perempuan hebat.

Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan tangguh di Indonesia. Terima kasih untuk kerja keras yang tak ternilai harganya.

Logo Radio
🔴 Radio Live