Menjelajah Tradisi Unik Ramadan di 5 Negara Dunia Paling Menarik
Nisrina - Monday, 02 March 2026 | 07:12 AM


Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen spiritual yang paling dinanti oleh seluruh umat Islam di berbagai belahan bumi. Tidak hanya sekadar menjadi bulan yang penuh dengan keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Sang Pencipta, Ramadan juga selalu sukses membawa nuansa kebersamaan sosial yang sangat kental. Menariknya, meskipun ibadah puasa yang dijalankan memiliki aturan rukun yang sama persis secara syariat, cara setiap negara menyambut dan merayakannya bisa sangat berbeda satu sama lain.
Berbagai perbedaan perayaan ibadah ini sangat dipengaruhi oleh sejarah panjang, letak geografis, serta kearifan budaya lokal yang sudah mengakar kuat selama berabad-abad lamanya. Keberagaman tradisi komunal ini justru membuat perayaan bulan puasa menjadi sangat kaya, penuh warna, dan tidak membosankan.
Bagi Anda yang penasaran tentang bagaimana saudara sesama muslim di luar negeri menjalankan ibadah puasanya, artikel ini akan merangkum informasinya untuk Anda. Terinspirasi dari ulasan gaya hidup global, mari kita jelajahi bersama lima tradisi Ramadan paling unik dari berbagai negara yang pastinya akan membuat Anda takjub dan semakin rindu akan suasana bulan suci.
1. Keindahan Cahaya Lentera Fanous di Negara Mesir
Jika Anda berkesempatan mengunjungi negara Mesir pada saat bulan puasa tiba, Anda akan langsung disambut oleh pemandangan malam kota yang sangat luar biasa menawan. Jalanan utama, pasar tradisional, teras rumah penduduk, hingga pusat perbelanjaan modern akan dihiasi oleh ribuan lentera warna-warni yang menyala terang benderang. Lentera tradisional khas Timur Tengah ini dikenal luas oleh masyarakat setempat dengan sebutan Fanous.
Tradisi merangkai dan memasang Fanous ini bukanlah sekadar tren estetika masa kini. Ini merupakan sebuah warisan budaya tak benda yang sudah ada dan dilestarikan sejak zaman keemasan Dinasti Fatimiyah. Berdasarkan catatan sejarah, pada masa itu masyarakat Mesir kuno menyambut kedatangan khalifah mereka pada malam pertama Ramadan dengan membawa obor dan lentera sambil bernyanyi riang. Seiring berjalannya waktu, tradisi penyambutan tersebut berevolusi menjadi seni pembuatan lentera dekoratif yang terbuat dari ukiran logam dan kaca aneka warna.
Hingga saat ini, Fanous telah diakui sebagai simbol kebahagiaan, harapan, dan persatuan umat Islam di seluruh penjuru Mesir. Bahkan, ada kebiasaan di mana anak-anak setempat akan berkeliling kampung membawa Fanous ukuran kecil sambil menyanyikan lagu tradisional untuk meminta manisan atau hadiah kecil dari para tetangga. Pemandangan magis dari cahaya Fanous ini benar-benar mampu menciptakan atmosfer spiritual yang sangat hangat dan tak terlupakan bagi siapa saja yang melihatnya.
2. Semarak Penabuh Genderang Sahur Davulcu di Turki
Bangun di sepertiga malam yang dingin untuk melaksanakan sunah makan sahur terkadang menjadi tantangan fisik tersendiri bagi sebagian besar orang. Namun di negara Turki, masyarakatnya memiliki cara tradisional yang sangat meriah dan penuh semangat untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang melewatkan waktu sahur berharganya. Tradisi unik tersebut adalah berkelilingnya para Davulcu atau kelompok penabuh genderang tradisional.
Eksistensi tradisi Davulcu ini sudah diwariskan secara turun-temurun sejak era kejayaan Kesultanan Utsmaniyah atau Kekaisaran Ottoman. Para pahlawan penabuh genderang ini biasanya akan mengenakan pakaian tradisional Ottoman yang sangat otentik, lengkap dengan rompi khusus, sabuk kain, dan penutup kepala. Mereka akan berjalan menyusuri lorong-lorong perumahan warga sambil memukul genderang berukuran besar dengan irama yang sangat khas. Tidak hanya memukul alat musik, mereka juga melantunkan puisi-puisi pujian kepada Allah SWT dan selawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Meskipun zaman sekarang teknologi digital sudah sangat canggih dan setiap orang memiliki alarm digital di ponsel pintarnya, tradisi Davulcu tetap dipertahankan dengan penuh rasa bangga oleh pemerintah dan rakyat Turki. Bagi mereka, kehadiran penabuh genderang bukan sekadar alat pembangun tidur fungsional. Ini adalah sebuah upaya kolektif untuk mempererat ikatan sosial antar tetangga, melestarikan budaya leluhur yang berharga, dan menjaga keaslian nuansa Ramadan agar tetap hidup abadi di tengah gempuran modernisasi perkotaan.
3. Keseruan Berbagi Kebahagiaan Haq Al Laila di Uni Emirat Arab
Negara-negara makmur di kawasan Teluk, khususnya Uni Emirat Arab, memiliki sebuah tradisi pemanasan yang sangat seru dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak sebelum ibadah puasa benar-benar tiba. Tradisi kultural ini bernama Haq Al Laila dan secara rutin dirayakan pada malam kelima belas di bulan Sya'ban, yang berarti tepat setengah bulan sebelum kewajiban puasa dimulai.
Secara konsep, perayaan Haq Al Laila sering kali disamakan oleh para turis asing dengan budaya perayaan meminta permen saat Halloween di negara Barat. Namun tentu saja, Haq Al Laila dipenuhi dengan nilai-nilai Islami yang sangat murni. Pada malam yang ditunggu tersebut, anak-anak akan mandi bersih dan mengenakan pakaian adat terbaik mereka. Anak laki-laki akan memakai kandura yang gagah, sedangkan anak perempuan akan memakai gaun berhiaskan sulaman benang emas atau perak yang memukau. Mereka kemudian akan berjalan keliling lingkungan rumah dalam kelompok kecil sambil membawa tas kain yang disebut kharyta.
Sambil berjalan mengetuk pintu demi pintu, anak-anak ini akan menyanyikan nyanyian tradisional yang berisi doa memohon keberkahan dan harapan baik untuk para pemilik rumah. Sebagai imbalan atas doa tersebut, para tetangga akan dengan senang hati memberikan berbagai macam permen, kacang-kacangan gurih, dan cokelat ke dalam tas mereka. Tradisi Haq Al Laila diakui secara resmi sebagai bagian integral dari identitas nasional Uni Emirat Arab yang bertujuan mulia untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya nilai berbagi rezeki, kebersamaan, dan kepedulian sosial sejak usia dini.
4. Alunan Nada Nafar dan Tembakan Meriam di Negara Maroko
Bergeser jauh ke benua Afrika bagian utara, tepatnya di negara Maroko, Anda akan menemukan perpaduan tradisi indrawi yang sangat memukau dalam menandai pergantian waktu ibadah. Jika negara Turki menggunakan pukulan genderang yang keras, Maroko justru menggunakan pendekatan yang lebih lembut melalui jasa seorang Nafar atau penyeru kota untuk membangunkan warga saat waktu sahur tiba.
Seorang Nafar bukanlah orang sembarangan. Ia adalah sosok religius yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat dan biasanya dipilih secara khusus oleh warga lingkungan karena memiliki rekam jejak akhlak yang baik serta dianugerahi suara vokal yang sangat merdu. Sambil mengenakan pakaian tradisional berlengan panjang yang disebut gandoura, sang Nafar akan berjalan pelan menyusuri jalanan kota yang sepi sambil meniup terompet khas atau melantunkan doa-doa dengan nada yang sangat menenangkan jiwa. Suara merdu Nafar yang memecah keheningan malam selalu menjadi harmoni pengantar sahur yang syahdu bagi warga Maroko.
Sementara itu, untuk menandai waktu berbuka puasa di sore hari, beberapa kota besar bersejarah di Maroko masih dengan setia mempertahankan tradisi menembakkan meriam kuno. Dentuman meriam bersuara lantang yang menggelegar ke seluruh penjuru kota ini menjadi aba-aba resmi bagi umat Islam untuk segera membatalkan puasanya. Momen berbuka ini kemudian akan dilanjutkan dengan tradisi menyantap hidangan wajib khas Maroko, yaitu semangkuk sup harira hangat yang kaya akan rempah serta piring berisi chebakia, yakni sejenis kue kering manis bertabur biji wijen yang sangat lezat untuk mengembalikan energi tubuh.
5. Kemeriahan Festival Chaand Raat di Pakistan dan Sekitarnya
Puncak dari bulan Ramadan selalu diakhiri dengan sebuah perayaan kemenangan yang sangat masif dan meriah di wilayah Asia Selatan, khususnya di negara Pakistan, melalui tradisi yang bernama Chaand Raat. Secara harfiah dalam bahasa setempat, Chaand Raat memiliki makna Malam Bulan. Sesuai dengan namanya, tradisi sukacita ini dirayakan tepat pada malam terakhir Ramadan, segera setelah hilal atau bulan sabit tanda masuknya bulan Syawal berhasil terlihat di langit malam.
Begitu pengumuman jatuhnya hari raya Idulfitri dikumandangkan oleh pemuka agama di televisi dan radio, suasana kota di seluruh penjuru Pakistan akan langsung meledak dan berubah menjadi sangat meriah layaknya sedang mengadakan festival karnaval berskala nasional. Jalan-jalan raya, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan elit akan tetap buka beroperasi hingga menjelang waktu Subuh dan seketika dipadati oleh lautan manusia yang penuh antusiasme.
Fokus utama dari keriaan perayaan Chaand Raat ini adalah kegiatan menghias diri dan berbelanja kebutuhan hari raya di detik-detik terakhir. Para wanita dan anak perempuan akan berkumpul di tenda-tenda khusus pinggir jalan untuk melukis tangan mereka menggunakan henna atau pacar air dengan motif yang sangat rumit, wangi, dan indah. Mereka juga akan sibuk berburu perhiasan seperti gelang kaca warna-warni yang bergemerincing sebagai aksesoris wajib saat salat Idulfitri keesokan paginya. Atmosfer hiruk pikuk Chaand Raat benar-benar merepresentasikan rasa syukur yang mendalam, kegembiraan yang meluap tak terbendung, dan pesta kemenangan setelah sebulan penuh berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.
Perjalanan mengintip berbagai tradisi unik dari Mesir hingga Pakistan di atas menjadi bukti nyata betapa indah dan fleksibelnya ajaran Islam saat berpadu harmonis dengan kebudayaan lokal di seluruh dunia. Meskipun tata cara mereka merayakannya sangat beragam bentuknya, esensi utama dari kehadiran bulan Ramadan tetaplah satu jalan, yaitu untuk meningkatkan derajat ketakwaan, memperbanyak ladang amal ibadah, dan mempererat tali silaturahmi persaudaraan antar sesama umat manusia.
Next News

Bukan Bersih, Ternyata Cara Setrika Ini Bikin Kemeja Jadi Kuning
in 6 hours

Panduan Tepat Menggunakan Earplug Safety Agar Telinga Tetap Aman
in 4 hours

10 Antihistamin Alami Paling Ampuh Meredakan Alergi Tanpa Efek Kantuk
in 3 hours

Fakta Medis Bahaya Membiarkan Gigi Ompong Terlalu Lama
in 3 hours

Niat Produktif Malah Apek, Ini Efek Rendam Baju Kelamaan
in 5 hours

Jenis Kain yang Paling Sering Luntur dan Trik Rahasia Menjaganya
in 4 hours

Rahasia 4 Tips Sederhana Membuat Kopi di Rumah Ala Barista Profesional
in an hour

Kerak Keringat Membandel? Ini Trik Ampuh Mengatasinya
in 3 hours

Kebiasaan Skincare Penyebab Wajah Jerawatan yang Jarang Disadari
in 24 minutes

4 Jenis Cobek dan Keunggulannya untuk Membuat Bumbu Masakan Lebih Sedap
36 minutes ago






