Mengenal Lebih Dekat Kue Rempah Khas Perayaan Natal, Gingerbread
Refa - Tuesday, 09 December 2025 | 12:00 PM


Natal. Dengar kata itu saja, auto-bayangin pohon cemara yang dihias lampu kelap-kelip, hadiah-hadiah di bawahnya, lagu-lagu Natal yang diputar berulang-ulang, dan yang paling penting, aroma. Yup, aroma rempah hangat yang menyeruak dari dapur, bercampur manisnya gula, khas banget suasana akhir tahun yang bikin hati ikutan hangat. Nah, kalau ngomongin aroma khas Natal, ada satu kue yang nggak bisa dipisahkan dari perayaan ini: Gingerbread! Kue tersebut bukan cuma kue, tapi lebih ke sebuah tradisi.
Dulu banget, jahe ini dipakai sebagai pengawet dan pemberi rasa di makanan, terutama di Eropa. Nggak cuma itu, jahe juga dipercaya punya khasiat kesehatan. Makanya, nggak heran kalau kue jahe ini udah ada dari abad pertengahan, terus berevolusi jadi gingerbread yang kita kenal sekarang. Konon, Ratu Elizabeth I-lah yang bikin gingerbread manusia jadi populer, beliau suka menyuguhkan gingerbread yang dihias mirip tamu-tamunya. Keren banget, kan? Dari situ, tradisi bikin gingerbread jadi makin semarak, apalagi pas Natal.
Sekarang, daripada cuma beli di toko, gimana kalau kita coba bikin sendiri di rumah? Serius, sensasinya itu beda banget! Dari mulai menakar bahan, menguleni adonan yang wangi rempah, mencetak bentuk-bentuk lucu, sampai akhirnya melihat mereka matang sempurna dengan warna kecokelatan yang menggoda. Belum lagi aroma yang bakal semerbak di seluruh penjuru rumah. Dijamin, vibes Natalmu bakal auto naik level! Lagian, bikin kue bareng keluarga atau teman itu kan salah satu bentuk quality time yang priceless, ya kan?
Resep Gingerbread yang Bikin Nagih!
Oke, jangan takut ribet. Bikin gingerbread itu ternyata nggak sesusah yang dibayangkan kok. Bahan-bahannya pun gampang dicari, dan prosesnya lumayan forgiving buat para pemula. Pokoknya, kuncinya ada di rempah dan kesabaran saat mendinginkan adonan. Yuk, siapkan mental dan perutmu!
Bahan-bahan Sakti (untuk sekitar 15-20 keping, tergantung ukuran cetakan):
- 350 gram tepung terigu serbaguna
- 1 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh garam halus
- 2 sendok teh jahe bubuk
- 1 sendok teh kayu manis bubuk
- 1/2 sendok teh cengkeh bubuk (opsional, tapi bikin wangi)
- 1/4 sendok teh pala bubuk (lagi-lagi, buat aroma makin syahdu)
- 120 gram mentega tawar, suhu ruang
- 100 gram gula palem (ini penting buat warna dan rasa legit!)
- 1 butir telur ukuran besar
- 60 ml sirup mapel atau molase (kalau nggak ada, madu juga bisa, tapi molase bikin warnanya lebih gelap dan rasanya khas banget)
Alat Tempur yang Dibutuhkan:
- Mangkuk besar dan mangkuk sedang
- Mixer tangan (bisa juga pakai whisk kalau mau otot)
- Rolling pin (penggiling adonan)
- Cetakan kue bentuk manusia jahe, bintang, atau apa saja sesuai selera
- Kertas roti
- Loyang datar
- Rak pendingin (cooling rack)
Langkah-langkah Eksekusi:
- Satuin yang Kering Dulu: Di mangkuk sedang, campur rata tepung terigu, baking soda, garam, jahe bubuk, kayu manis bubuk, cengkeh bubuk, dan pala bubuk. Aduk-aduk pakai whisk biar semua rempah merata sempurna. Sisihkan dulu, ya.
- Tim Basah Beraksi: Di mangkuk besar, masukkan mentega tawar dan gula palem. Kocok pakai mixer atau whisk sampai warnanya pucat dan teksturnya mengembang, kurang lebih 3-5 menit. Nah, proses ini krusial biar kuenya nanti nggak bantat dan renyah.
- Telur dan Kawan-kawan: Masukkan telur ke adonan mentega-gula, kocok lagi sampai rata. Habis itu, tuang sirup mapel (atau molase/madu) dan kocok sebentar aja sampai tercampur. Jangan overmix, nanti adonannya bisa keras.
- Perjodohan Adonan: Sekarang saatnya menggabungkan si kering dan si basah. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit ke adonan basah. Aduk pakai spatula atau mixer dengan kecepatan rendah, cukup sampai tercampur rata dan membentuk adonan yang padat. Jangan kelamaan ngaduknya, ya. Kalau sudah kalis dan nggak lengket di tangan, stop!
- Waktunya Tidur Siang (Buat Adonan): Ini bagian paling penting! Bungkus adonan pakai plastic wrap, lalu masukkan ke kulkas minimal 1 jam, atau lebih bagus lagi semalaman. Proses pendinginan ini bikin adonan lebih stabil, nggak lengket saat digiling, dan rasanya juga jadi lebih nendang. Pokoknya, jangan diskip bagian ini kalau nggak mau gigit jari!
- Giling dan Cetak! Setelah adonan dingin, keluarkan dari kulkas. Siapkan alas kerja yang sudah ditaburi sedikit tepung. Giling adonan dengan rolling pin sampai ketebalannya sekitar 3-5 mm. Jangan terlalu tipis nanti gampang gosong, jangan terlalu tebal juga nanti keras. Nah, sekarang waktunya berkreasi! Cetak adonan pakai cetakan favoritmu. Kalau ada cetakan manusia jahe, pakai itu! Pasti makin lucu.
- Panggang Sampai Harum Semerbak: Panaskan oven di suhu 175°C. Tata adonan yang sudah dicetak di atas loyang yang dialasi kertas roti. Beri jarak antar kue, karena dia akan sedikit mengembang. Panggang selama 8-12 menit, tergantung ketebalan kue dan oven masing-masing. Cek kalau pinggirannya sudah mulai kecokelatan, berarti sudah matang. Jangan sampai gosong, ya!
- Dinginkan dan Siap Dihias: Angkat loyang dari oven, biarkan sebentar di loyang sekitar 5 menit, lalu pindahkan kue ke rak pendingin. Biarkan sampai benar-benar dingin sebelum dihias. Kenapa harus dingin? Supaya hiasannya nggak meleleh!
Dekorasi dan Tips Jitu!
Nah, kalau gingerbread-mu sudah dingin, saatnya menyulapnya jadi lebih cantik dan meriah! Dekorasi ini yang bikin gingerbread jadi makin berkarakter dan 'Instagrammable'.
Ide Dekorasi Simple tapi Memukau:
- Royal Icing: Ini adalah icing wajib buat gingerbread. Campur putih telur, gula halus, dan sedikit perasan lemon. Kocok sampai kental dan bisa dibentuk. Masukkan ke piping bag dengan spuit kecil, lalu gambar deh mata, mulut, kancing, atau pola-pola cantik lainnya.
- Permen Warna-warni: Taburkan permen sprinkles, permen kecil, atau potongan permen jeli di atas icing yang masih basah.
- Glaze Gula: Kalau nggak mau ribet bikin royal icing, cukup campur gula halus dengan sedikit air atau susu sampai kental, lalu oleskan ke kue.
Tips Jitu biar Gingerbread-mu Nggak Kaleng-kaleng:
- Jangan Over-bake: Lebih baik sedikit kurang matang daripada terlalu matang. Kalau over-bake, gingerbread bisa jadi keras dan kering.
- Penyimpanan: Simpan di wadah kedap udara pada suhu ruang. Gingerbread bisa tahan sampai 1-2 minggu, bahkan rasanya makin enak setelah beberapa hari karena rempahnya makin meresap.
- Konsistensi Adonan: Kalau adonan terlalu lembek setelah keluar dari kulkas, giling di antara dua lembar kertas roti. Jadi lebih gampang dihandle.
- Berani Main Rempah: Kalau kamu suka rasa jahe yang nendang, boleh banget ditambah takaran jahe bubuknya. Atau eksperimen dengan rempah lain seperti allspice.
Pokoknya, jangan takut bereksperimen, deh! Ini kan dapurmu, kuemu, kreasimu. Yang penting happy dan menikmati prosesnya. Bikin gingerbread itu bukan cuma soal hasil akhir kuenya aja, tapi juga tentang prosesnya yang ngajak kita buat bersantai, fokus, dan merasakan kehangatan Natal. Jadi, siapkan bahan-bahannya, putar lagu Natal favoritmu, ajak keluarga atau teman, dan mari kita ciptakan kenangan Natal yang manis dengan aroma gingerbread buatan sendiri. Selamat mencoba, dan semoga Natalmu penuh kebahagiaan dan keharuman rempah!
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
in 7 hours

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
in 6 hours

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
in 6 hours

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
in 6 hours

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in 5 hours

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 5 hours

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 4 hours

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
in 6 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
in 3 hours

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
in 3 hours






