Mengenal Festival La Tomatina yang Membuat Jalanan Kota Buñol Berubah Menjadi Lautan Saus Merah


Bayangkan sebuah kota kecil yang tenang tiba-tiba berubah menjadi arena pertempuran di mana 20.000 orang saling melempar peluru lunak berwarna merah. Tidak ada amarah, yang ada hanya tawa dan teriakan histeris di tengah kubangan bubur buah.
Inilah La Tomatina, festival "perang makanan" terbesar di dunia yang digelar di kota Buñol, Provinsi Valencia, Spanyol. Setiap tahun, tepatnya pada hari Rabu terakhir di bulan Agustus, ribuan turis dari seluruh penjuru bumi rela datang berdesakan hanya untuk mandi tomat selama satu jam penuh.
Berikut adalah fakta unik di balik kegilaan festival yang mengubah aspal jalanan menjadi sungai merah ini.
1. Diawali dengan 'Panjat Pinang' Berhadiah Daging
Sebelum perang tomat dimulai, acara dibuka dengan tradisi unik bernama El Palo Jabón. Ini mirip dengan panjat pinang di Indonesia, namun bedanya tiang tersebut dilumuri sabun atau lemak yang sangat licin.
Bukan bendera atau sepeda yang diperebutkan di puncaknya, melainkan sepotong paha babi asap (Spanish Ham atau Jamón). Massa akan bersorak menyemangati para pemanjat yang terpeleset berkali-kali. Secara tradisi, perang tomat baru boleh dimulai ketika ada satu orang yang berhasil mengambil daging tersebut. Namun, karena saking sulitnya, sering kali meriam air ditembakkan sebagai tanda mulai meskipun daging belum terambil.
2. Aturan Emas: Remas Sebelum Lempar
Meskipun terlihat anarkis, La Tomatina memiliki aturan keselamatan yang ketat. Panitia menyediakan lebih dari 120 ton tomat berkualitas rendah (yang memang tidak layak jual karena terlalu matang) yang diangkut menggunakan truk-truk raksasa ke pusat kota.
Aturan paling vital adalah tomat harus diremas (squashed) hingga hancur di tangan sebelum dilemparkan.
Hal ini wajib dilakukan agar tomat menjadi lunak dan tidak menyebabkan cedera fisik atau memar saat mengenai tubuh peserta lain. Selain itu, peserta dilarang keras membawa benda tajam atau botol kaca ke dalam area festival demi keamanan bersama.
3. Asam Tomat yang Membersihkan Kota
Setelah satu jam penuh saling lempar, meriam akan berbunyi lagi menandakan perang berakhir. Saat itu, kondisi kota benar-benar seperti kapal pecah. Dinding bangunan, jalanan, hingga tubuh peserta tertutup lapisan tebal cairan merah setinggi mata kaki.
Keajaiban terjadi saat proses pembersihan. Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot jalanan dengan air tekanan tinggi. Menariknya, setelah dibersihkan, jalanan berbatu (cobblestone) di Buñol justru terlihat lebih bersih dan kinclong dibandingkan sebelum festival.
Ternyata, zat asam alami (citric acid) yang terkandung dalam tomat bertindak sebagai disinfektan alami yang mengikis kotoran dan kerak yang menempel di bebatuan kota selama bertahun-tahun.
4. Bermula dari Perkelahian Remaja
Festival yang kini mendunia ini sebenarnya lahir dari ketidaksengajaan. Pada tahun 1945, sekelompok remaja di Buñol terlibat perkelahian spontan saat parade Gigantes y Cabezudos.
Karena tidak membawa senjata, mereka mengambil tomat dari lapak sayur terdekat dan mulai saling lempar. Polisi membubarkan mereka, namun tahun berikutnya para remaja itu kembali membawa tomat dari rumah dan mengulangi "perang" tersebut. Sempat dilarang oleh diktator Francisco Franco karena dianggap tidak bermoral, festival ini akhirnya diresmikan karena desakan warga dan popularitasnya yang tak terbendung.
5. Wajib Pakai Kacamata Renang
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, perlengkapan paling krusial bukanlah kamera tahan air, melainkan kacamata renang (goggles).
Cairan tomat mengandung asam yang cukup tinggi. Jika terkena mata, rasanya akan sangat perih dan bisa menyebabkan iritasi merah berkepanjangan. Selain itu, pakaian yang dikenakan sebaiknya adalah kaos putih bekas yang siap dibuang, karena noda tomat La Tomatina hampir mustahil untuk dihilangkan sepenuhnya.
Next News

Usut Dugaan Aliran Dana Sel Mewah Cibinong: Kemenimipas Buka Celah Pelimpahan ke APH
21 days ago

Ditjenpas Uji Keabsahan Foto Terpidana Jimmy Masrin di Area Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
21 days ago

Kunci Pembuktian Kasus Lapas Cibinong: DPR Desak Buka Rekaman CCTV dan Logbook Pintu Masuk
22 days ago

DPR dan Kemenimipas Robohkan 10 Bangunan Ilegal di Lapas Cibinong Gunakan Alat Berat
22 days ago

Mencegah Penyelundupan Lewat Barang Titipan: Rutan Depok Perjelas SOP Pemeriksaan Fisik
21 days ago

Video Viral Pria Diduga Pesta Narkoba di Lapas Depok, Pihak Rutan Lakukan Penyelidikan
21 days ago

Tak Ada Toleransi Pelanggaran di Sel, Rutan Depok Siapkan Sanksi Pencabutan Hak Remisi
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
24 days ago

Terungkap! Ombudsman Konfirmasi Koruptor Jimmy Masrin Tempati Hunian Mewah di Lapas Cibinong
a month ago

