Mengenal Festival La Tomatina yang Membuat Jalanan Kota Buñol Berubah Menjadi Lautan Saus Merah
Refa - Thursday, 18 December 2025 | 10:15 AM


Bayangkan sebuah kota kecil yang tenang tiba-tiba berubah menjadi arena pertempuran di mana 20.000 orang saling melempar peluru lunak berwarna merah. Tidak ada amarah, yang ada hanya tawa dan teriakan histeris di tengah kubangan bubur buah.
Inilah La Tomatina, festival "perang makanan" terbesar di dunia yang digelar di kota Buñol, Provinsi Valencia, Spanyol. Setiap tahun, tepatnya pada hari Rabu terakhir di bulan Agustus, ribuan turis dari seluruh penjuru bumi rela datang berdesakan hanya untuk mandi tomat selama satu jam penuh.
Berikut adalah fakta unik di balik kegilaan festival yang mengubah aspal jalanan menjadi sungai merah ini.
1. Diawali dengan 'Panjat Pinang' Berhadiah Daging
Sebelum perang tomat dimulai, acara dibuka dengan tradisi unik bernama El Palo Jabón. Ini mirip dengan panjat pinang di Indonesia, namun bedanya tiang tersebut dilumuri sabun atau lemak yang sangat licin.
Bukan bendera atau sepeda yang diperebutkan di puncaknya, melainkan sepotong paha babi asap (Spanish Ham atau Jamón). Massa akan bersorak menyemangati para pemanjat yang terpeleset berkali-kali. Secara tradisi, perang tomat baru boleh dimulai ketika ada satu orang yang berhasil mengambil daging tersebut. Namun, karena saking sulitnya, sering kali meriam air ditembakkan sebagai tanda mulai meskipun daging belum terambil.
2. Aturan Emas: Remas Sebelum Lempar
Meskipun terlihat anarkis, La Tomatina memiliki aturan keselamatan yang ketat. Panitia menyediakan lebih dari 120 ton tomat berkualitas rendah (yang memang tidak layak jual karena terlalu matang) yang diangkut menggunakan truk-truk raksasa ke pusat kota.
Aturan paling vital adalah tomat harus diremas (squashed) hingga hancur di tangan sebelum dilemparkan.
Hal ini wajib dilakukan agar tomat menjadi lunak dan tidak menyebabkan cedera fisik atau memar saat mengenai tubuh peserta lain. Selain itu, peserta dilarang keras membawa benda tajam atau botol kaca ke dalam area festival demi keamanan bersama.
3. Asam Tomat yang Membersihkan Kota
Setelah satu jam penuh saling lempar, meriam akan berbunyi lagi menandakan perang berakhir. Saat itu, kondisi kota benar-benar seperti kapal pecah. Dinding bangunan, jalanan, hingga tubuh peserta tertutup lapisan tebal cairan merah setinggi mata kaki.
Keajaiban terjadi saat proses pembersihan. Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot jalanan dengan air tekanan tinggi. Menariknya, setelah dibersihkan, jalanan berbatu (cobblestone) di Buñol justru terlihat lebih bersih dan kinclong dibandingkan sebelum festival.
Ternyata, zat asam alami (citric acid) yang terkandung dalam tomat bertindak sebagai disinfektan alami yang mengikis kotoran dan kerak yang menempel di bebatuan kota selama bertahun-tahun.
4. Bermula dari Perkelahian Remaja
Festival yang kini mendunia ini sebenarnya lahir dari ketidaksengajaan. Pada tahun 1945, sekelompok remaja di Buñol terlibat perkelahian spontan saat parade Gigantes y Cabezudos.
Karena tidak membawa senjata, mereka mengambil tomat dari lapak sayur terdekat dan mulai saling lempar. Polisi membubarkan mereka, namun tahun berikutnya para remaja itu kembali membawa tomat dari rumah dan mengulangi "perang" tersebut. Sempat dilarang oleh diktator Francisco Franco karena dianggap tidak bermoral, festival ini akhirnya diresmikan karena desakan warga dan popularitasnya yang tak terbendung.
5. Wajib Pakai Kacamata Renang
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, perlengkapan paling krusial bukanlah kamera tahan air, melainkan kacamata renang (goggles).
Cairan tomat mengandung asam yang cukup tinggi. Jika terkena mata, rasanya akan sangat perih dan bisa menyebabkan iritasi merah berkepanjangan. Selain itu, pakaian yang dikenakan sebaiknya adalah kaos putih bekas yang siap dibuang, karena noda tomat La Tomatina hampir mustahil untuk dihilangkan sepenuhnya.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
19 hours ago

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
21 hours ago

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
21 hours ago

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
a day ago

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
a day ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
a day ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
a day ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
a day ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
2 days ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
2 days ago





