Ceritra
Ceritra Update

Mengapa 'Glacier Express' di Swiss Masih Menjadi Perjalanan Kereta Paling Romantis di Dunia untuk Menikmati Musim Dingin

Refa - Monday, 05 January 2026 | 02:30 PM

Background
Mengapa 'Glacier Express' di Swiss Masih Menjadi Perjalanan Kereta Paling Romantis di Dunia untuk Menikmati Musim Dingin
Glacier Express, Swiss (Pinterest/sudipsahoo012)

 Di era di mana semua orang terobsesi dengan kecepatan, Swiss menawarkan sebuah antitesis yang menenangkan jiwa, yakni The Glacier Express. Julukannya adalah "kereta ekspres paling lambat di dunia", dan justru itulah letak kemewahannya. Rute yang menghubungkan dua resor pegunungan paling ikonik, Zermatt dan St. Moritz, ini bukan sekadar alat transportasi untuk berpindah tempat, melainkan sebuah tujuan wisata itu sendiri.

Bagi wisatawan tropis seperti kita, menaiki kereta ini di bulan Januari adalah definisi mimpi musim dingin yang menjadi nyata. Bayangkan duduk di dalam gerbong yang hangat dengan pemanas ruangan, sementara di luar kaca jendela panoramic yang melengkung hingga ke atap, dunia berubah menjadi hamparan putih abadi. Kereta merah menyala ini meliuk-liuk membelah lembah bersalju, menembus 91 terowongan, dan menyeberangi 291 jembatan batu yang menggantung tinggi di atas jurang. Pemandangan hutan pinus yang tertutup "bedak" salju tebal dan desa-desa kecil dengan cerobong asap yang mengepul menciptakan suasana melankolis yang indah.

Terapi Visual Tanpa Gawai

Daya tarik utama dari perjalanan delapan jam ini adalah kesempatan untuk melakukan detoks digital secara alami. Meskipun tersedia Wi-Fi, sebagian besar penumpang memilih untuk meletakkan ponsel mereka. Pemandangan di luar sana terlalu megah untuk dilewatkan demi sebuah notifikasi media sosial. Mata kita dimanjakan dengan transisi lanskap yang dramatis, mulai dari kaki gunung Matterhorn yang tajam menusuk langit, hingga Oberalp Pass di ketinggian 2.033 meter yang merupakan titik tertinggi perjalanan ini.

Di dalam kelas Excellence Class—kelas tertinggi kereta ini—kamu akan dilayani layaknya bangsawan. Kursi kulit yang empuk, five-course meal yang disajikan langsung di meja dengan anggur lokal terbaik, serta bar pribadi membuat perjalanan panjang ini terasa singkat. Namun, bahkan di kelas standar pun, jendela kacanya tetap besar dan pengalamannya tetap magis. Ini adalah momen di mana kamu dipaksa untuk melambat, menarik napas panjang, dan sekadar bersyukur atas keindahan ciptaan Tuhan yang terhampar di depan mata.

Investasi Kenangan Seumur Hidup

Harus diakui, liburan ke Swiss dan menaiki kereta ini bukanlah perjalanan yang murah. Swiss secara konsisten menempati peringkat atas sebagai negara dengan biaya hidup termahal. Namun, banyak traveler setuju bahwa ini adalah jenis kemewahan yang layak diperjuangkan setidaknya sekali seumur hidup (bucket list). Berbeda dengan menghabiskan uang untuk barang bermerek yang bisa usang, kenangan melihat gletser raksasa dan ngarai Rhine Gorge yang curam dari balik jendela kereta akan melekat selamanya di ingatan.

Jika kamu merencanakan perjalanan ini, pastikan untuk memesan tiket jauh-jauh hari, karena kursi sering terjual habis berbulan-bulan sebelumnya, terutama di puncak musim dingin dan musim panas. Persiapkan juga pakaian berlapis yang nyaman. Dan yang terpenting, bawalah hati yang siap untuk terpukau. Di atas rel besi Swiss ini, kamu akan mengerti mengapa terkadang perjalanan itu sendiri jauh lebih bermakna daripada destinasi akhirnya.

Logo Radio
🔴 Radio Live