Ceritra
Ceritra Update

Menelusuri Okawachiyama, Desa 'Tungku Rahasia' di Jepang yang Menyimpan Harta Karun Porselen

Refa - Wednesday, 17 December 2025 | 09:30 AM

Background
Menelusuri Okawachiyama, Desa 'Tungku Rahasia' di Jepang yang Menyimpan Harta Karun Porselen
Okawachiyama (Pinterest/MUSUBI KILN)

Jauh dari hiruk-pikuk neon Tokyo dan keramaian turis di Kyoto, tersembunyi sebuah desa kecil di pegunungan Prefektur Saga, Pulau Kyushu, yang seolah membeku dalam waktu.

Nama tempat itu adalah Okawachiyama. Namun, dunia mengenalnya dengan julukan yang jauh lebih misterius, The Village of the Secret Kilns atau Desa Tungku Rahasia.

Memasuki kawasan ini, pengunjung tidak disambut oleh gedung bertingkat, melainkan oleh deretan cerobong asap bata merah yang menyembul di antara rumah-rumah tua, dengan latar belakang tebing gunung batu yang terjal dan berkabut. Pemandangan ini mengingatkan pada lukisan tinta klasik Asia, sunyi namun memukau.

Penjara Indah bagi Para Pengrajin

Keindahan Okawachiyama menyimpan sejarah yang cukup dramatis. Pada abad ke-17 atau era Edo, wilayah ini dikuasai oleh Klan Nabeshima. Mereka memproduksi porselen kualitas tertinggi yang khusus dipersembahkan untuk Shogun (pemimpin militer Jepang) dan para bangsawan.

Karena teknik pembuatannya sangat berharga, klan Nabeshima memindahkan seluruh pengrajin terbaik ke lembah terpencil ini. Tujuannya hanya satu, menjaga kerahasiaan teknologi porselen agar tidak bocor ke pesaing.

Pintu masuk desa dijaga ketat oleh pos pemeriksaan militer. Para pengrajin hidup di sini seumur hidup, berkarya menghasilkan mahakarya, namun terisolasi dari dunia luar. Desa ini dulunya adalah "penjara emas" bagi para seniman keramik.

Jejak Sejarah di Tembok Tonbai

Tembok Tonbai

(Sumber: photoAC)

Kini, pos penjagaan itu telah tiada, berganti menjadi gerbang keramik yang menyambut wisatawan dengan ramah. Namun, jejak sejarah masih sangat terasa lewat arsitektur desa yang unik.

Sepanjang jalan setapak yang sempit dan berliku, wisatawan akan melihat Tembok Tonbai. Tembok ini tersusun dari bata tahan api bekas tungku pembakaran (kiln) yang sudah tidak terpakai dan dilapisi tanah liat merah. Warnanya yang hangat memberikan kontras yang cantik dengan hijaunya pepohonan gunung.

Jembatan yang melintasi sungai kecil di desa ini juga dihiasi dengan ubin porselen bermotif naga dan bunga peony, menegaskan identitas desa sebagai pusat seni tembikar.

Berburu Porselen Nabeshima "Sultan"

Piring Porselen Nabeshima

(Sumber: Wikipedia)

Daya tarik utama Okawachiyama tentu saja adalah Nabeshima-yaki (Porselen Nabeshima). Berbeda dengan keramik biasa, gaya Nabeshima dikenal dengan desainnya yang sangat halus, presisi, dan elegan.

Ciri khasnya terletak pada penggunaan warna biru kobalt di atas dasar putih (sometsuke) atau perpaduan merah, hijau, dan kuning (iro-nabeshima) dengan desain yang sering kali asimetris namun seimbang.

Saat ini, terdapat sekitar 30 studio keramik yang dikelola secara turun-temurun oleh keturunan pengrajin asli. Pengunjung bebas masuk ke galeri-galeri kecil ini, melihat langsung proses pembakaran, dan berburu piring, cangkir teh, atau vas bunga.

Meski porselen Nabeshima asli harganya bisa mencapai jutaan rupiah per keping karena nilai seninya, banyak toko yang juga menyediakan pernak-pernik kecil seperti chopstick rest (tatakan sumpit) atau lonceng angin dengan harga yang lebih terjangkau sebagai buah tangan.

Okawachiyama menawarkan pengalaman wisata yang berbeda: sebuah perjalanan lambat (slow travel) yang mengajak manusia menghargai ketenangan, sejarah, dan ketekunan tangan-tangan pengrajin yang menjaga tradisi selama ratusan tahun.

Logo Radio
🔴 Radio Live