

Setelah tertunda lebih dari satu dekade, Grand Egyptian Museum (GEM) di Kairo, Mesir, akhirnya membuka pintu raksasanya secara penuh bagi publik di penghujung tahun 2025 ini. Pembukaan ini menjadi peristiwa budaya terbesar abad ini, mengakhiri rasa penasaran dunia akan "rumah baru" bagi Firaun yang legendaris.
Terletak hanya dua kilometer dari Piramida Giza yang agung, museum ini bukan sekadar gedung penyimpan benda kuno. Ini adalah sebuah kompleks modern seluas 500.000 meter persegi yang memadukan arsitektur futuristik dengan napas sejarah ribuan tahun. Fasad depannya yang terbuat dari batu pualam tembus pandang menampilkan motif segitiga piramida yang memukau, terutama saat disorot lampu malam hari.
Harta Karun Tutankhamun Bersatu Kembali
Daya tarik utama yang membuat wisatawan rela antre berjam-jam adalah koleksi Raja Tutankhamun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh koleksi harta karun makam Tutankhamun yang berjumlah lebih dari 5.000 artefak dipamerkan di satu tempat.
Pengunjung bisa melihat topeng emas ikonik sang raja muda, kereta perang, perhiasan, hingga sandal emasnya dalam tata letak yang bercerita. Ruangan pamerannya dirancang dengan teknologi pencahayaan terkini, membuat emas-emas kuno tersebut berkilau seolah baru ditempa kemarin sore. Berjalan di lorong-lorong GEM terasa seperti ditarik mundur ke masa kejayaan Mesir Kuno, namun dengan kenyamanan pendingin ruangan modern yang sejuk.
Patung Raksasa Ramses II Menyambut Tamu
Kemegahan museum ini sudah terasa sejak langkah pertama di atrium utama. Pengunjung disambut oleh patung Ramses II berusia 3.200 tahun yang menjulang setinggi 11 meter. Patung granit seberat 83 ton ini menjadi penjaga setia yang menatap setiap tamu yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Selain ruang pameran, kompleks ini juga dilengkapi dengan taman-taman yang meniru lanskap Sungai Nil zaman purba, bioskop 3D, dan museum anak. Bagi wisatawan Indonesia yang merencanakan umrah plus wisata, Kairo kini memiliki alasan baru yang sangat kuat untuk dikunjungi selain Piramida dan Sphinx.
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
8 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
21 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
21 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
20 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
21 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
23 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
23 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




