Menelisik Jejak Firaun di Grand Egyptian Museum Mesir
Refa - Friday, 12 December 2025 | 03:47 AM


Setelah tertunda lebih dari satu dekade, Grand Egyptian Museum (GEM) di Kairo, Mesir, akhirnya membuka pintu raksasanya secara penuh bagi publik di penghujung tahun 2025 ini. Pembukaan ini menjadi peristiwa budaya terbesar abad ini, mengakhiri rasa penasaran dunia akan "rumah baru" bagi Firaun yang legendaris.
Terletak hanya dua kilometer dari Piramida Giza yang agung, museum ini bukan sekadar gedung penyimpan benda kuno. Ini adalah sebuah kompleks modern seluas 500.000 meter persegi yang memadukan arsitektur futuristik dengan napas sejarah ribuan tahun. Fasad depannya yang terbuat dari batu pualam tembus pandang menampilkan motif segitiga piramida yang memukau, terutama saat disorot lampu malam hari.
Harta Karun Tutankhamun Bersatu Kembali
Daya tarik utama yang membuat wisatawan rela antre berjam-jam adalah koleksi Raja Tutankhamun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh koleksi harta karun makam Tutankhamun yang berjumlah lebih dari 5.000 artefak dipamerkan di satu tempat.
Pengunjung bisa melihat topeng emas ikonik sang raja muda, kereta perang, perhiasan, hingga sandal emasnya dalam tata letak yang bercerita. Ruangan pamerannya dirancang dengan teknologi pencahayaan terkini, membuat emas-emas kuno tersebut berkilau seolah baru ditempa kemarin sore. Berjalan di lorong-lorong GEM terasa seperti ditarik mundur ke masa kejayaan Mesir Kuno, namun dengan kenyamanan pendingin ruangan modern yang sejuk.
Patung Raksasa Ramses II Menyambut Tamu
Kemegahan museum ini sudah terasa sejak langkah pertama di atrium utama. Pengunjung disambut oleh patung Ramses II berusia 3.200 tahun yang menjulang setinggi 11 meter. Patung granit seberat 83 ton ini menjadi penjaga setia yang menatap setiap tamu yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Selain ruang pameran, kompleks ini juga dilengkapi dengan taman-taman yang meniru lanskap Sungai Nil zaman purba, bioskop 3D, dan museum anak. Bagi wisatawan Indonesia yang merencanakan umrah plus wisata, Kairo kini memiliki alasan baru yang sangat kuat untuk dikunjungi selain Piramida dan Sphinx.
Next News

Bosan Main Monopoli yang Itu-itu Aja? Cobain 6 Edisi Unik Ini Biar Nongkrong Gak Garing
9 hours ago

Gak Perlu Malu Lagi! Cara Tenxi Mengubah Dangdut Jadi "Swag" dan Mendunia
9 hours ago

Warna Pink dalam Perspektif Sejarah: Dari Simbol Maskulinitas hingga Identitas Feminitas
a day ago

Mengapa Sebagian Orang Justru Mengantuk Setelah Minum Kopi?
a day ago

Fenomena Efek Proust: Ketika Aroma Menghidupkan Kembali Kenangan
a day ago

Dilema Lemari Penuh: Strategi Mengelola Pakaian Lama agar Tetap Bernilai Guna
a day ago

Bedah House Music: Fondasi Ritmis di Balik Estetika Lagu K-pop yang Adiktif
a day ago

Asal Usul Pepatah "An Apple a Day Keeps the Doctor Away"
a day ago

Mengapa Bayi Perlu Menangis Saat Baru Lahir?
2 days ago

Mengapa Wanita Menjadi Lebih Sensitif Saat Menstruasi?
4 days ago





