Ceritra
Ceritra Warga

Ketika Anabul Mulai Menua dan Membutuhkan Perhatian Ekstra, Berikut Cara Merawatnya!

Refa - Tuesday, 23 December 2025 | 11:30 PM

Background
Ketika Anabul Mulai Menua dan  Membutuhkan Perhatian Ekstra, Berikut Cara Merawatnya!
Ilustrasi Kucing Tua (Freepik/fanjianhua)

Waktu sering kali berjalan lebih cepat bagi hewan peliharaan dibandingkan manusia. Rasanya baru kemarin mereka berlarian mengejar bola atau memanjat gorden dengan energi tak terbatas, namun kini mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur melingkar di sudut sofa.

Menghadapi anabul (anak bulu) yang memasuki fase lansia yang biasanya di atas 7 tahun untuk kucing dan anjing ras besar, memerlukan penyesuaian besar dalam pola perawatan. Mereka bukan lagi remaja yang tangguh, melainkan sosok sepuh yang membutuhkan kenyamanan dan kesabaran ekstra.

Berikut adalah hal-hal krusial yang perlu diperhatikan saat merawat hewan senior.

Memahami Perubahan Fisik yang Tak Terlihat

Tanda penuaan pada hewan tidak selalu sejelas memutihnya bulu di sekitar moncong. Sering kali, perubahannya terjadi di dalam dan disalahartikan sebagai "kemalasan". Hewan yang tadinya aktif lalu tiba-tiba enggan naik tangga atau melompat ke kasur mungkin bukan sedang malas, melainkan sedang menahan sakit akibat radang sendi (arthritis).

Indra mereka pun mulai tumpul. Mata yang mengeruh karena katarak atau pendengaran yang berkurang membuat mereka mudah kaget jika disentuh tiba-tiba. Pemilik perlu lebih peka terhadap bahasa tubuh halus ini dan tidak memaksa mereka melakukan aktivitas fisik seberat dulu. Jalan santai jarak pendek jauh lebih bermanfaat daripada lari maraton yang membebani jantung dan sendi.

Menyesuaikan Menu Makanan dan Nutrisi

Metabolisme hewan tua melambat drastis. Memberikan porsi makan yang sama seperti saat mereka muda hanya akan memicu obesitas, yang kemudian memperparah beban pada persendian mereka. Nutrisi harus dialihkan ke makanan yang mudah dicerna, rendah kalori, namun tinggi serat dan protein berkualitas.

Masalah gigi juga menjadi momok bagi hewan lansia. Gigi yang tanggal atau gusi yang sakit membuat mereka kesulitan mengunyah makanan keras (dry food). Beralih ke makanan basah (wet food) atau melunakkan makanan kering dengan sedikit air hangat bisa sangat membantu menjaga nafsu makan mereka. Selain itu, fungsi ginjal yang menurun, terutama pada kucing senior, menuntut ketersediaan air minum segar yang lebih banyak di berbagai sudut rumah untuk mencegah dehidrasi.

Menciptakan Rumah Ramah Lansia

Rumah yang dulunya adalah tempat bermain, kini bisa menjadi medan rintangan yang berbahaya. Lantai keramik yang licin adalah musuh utama bagi anjing atau kucing tua yang kakinya mulai lemah. Menggelar karpet atau matras karet di jalur yang sering mereka lewati akan sangat membantu mereka berdiri dan berjalan tanpa terpeleset.

Aksesibilitas juga perlu diperhatikan. Jika hewan kesayangan terbiasa tidur di kasur pemilik atau di sofa tinggi, menyediakan tangga kecil (pet steps) atau bidang miring (ramp) akan mencegah mereka melompat. Lompatan turun dari ketinggian, meskipun rendah, bisa memberikan guncangan menyakitkan bagi tulang tua mereka. Selain itu, pastikan tempat tidur mereka empuk, hangat, dan jauh dari hembusan angin AC langsung, karena tubuh tua lebih rentan terhadap suhu dingin.

Mewaspadai Pikun dan Perubahan Perilaku

Bukan hanya manusia yang bisa pikun, hewan pun bisa mengalami Cognitive Dysfunction Syndrome (semacam demensia). Gejalanya bisa berupa menatap dinding kosong berjam-jam, terjebak di sudut ruangan dan lupa cara mundur, atau pola tidur yang terbalik (siang tidur, malam gelisah dan bersuara).

Hewan yang biasanya patuh mungkin tiba-tiba buang air sembarangan di dalam rumah. Ini bukan bentuk pembangkangan, melainkan hilangnya kontrol otot atau kebingungan mental. Menghukum atau memarahi mereka di fase ini adalah tindakan yang sia-sia dan kejam. Solusinya adalah menambah jumlah kotak pasir atau lebih sering mengajak mereka keluar untuk buang air, serta memberikan kesabaran seluas samudera.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin yang Lebih Intensif

Prinsip "ke dokter hanya kalau sakit" tidak lagi berlaku. Hewan senior memerlukan pemeriksaan kesehatan (check-up) setidaknya dua kali setahun. Penyakit degeneratif seperti gagal ginjal, diabetes, tumor, atau penyakit jantung sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal.

Pemeriksaan darah rutin (blood work) menjadi jendela utama untuk mengintip kondisi organ dalam mereka. Semakin dini masalah terdeteksi, semakin besar peluang untuk mengelola rasa sakitnya dan memperpanjang kualitas hidup mereka.

Logo Radio
🔴 Radio Live