Kenapa Masih Lapar Meski Baru Makan? Ini Penjelasannya
Refa - Friday, 02 January 2026 | 02:30 PM


Rasa lapar kerap dipahami sebagai sinyal sederhana yang muncul saat perut kosong dan menghilang setelah makan. Namun, pada kenyataannya, mekanisme rasa lapar jauh lebih kompleks.
Mengutip laman Health pada Senin (1/12/2025), rasa lapar dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik, psikologis, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, tidak sedikit orang yang masih merasa ingin makan meskipun baru saja selesai menyantap hidangan.
Berikut sejumlah penyebab umum rasa lapar yang muncul kembali dan cara menyiasatinya:
1. Asupan Makanan Kurang Bergizi
Rasa lapar dapat timbul jika makanan yang dikonsumsi belum memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti gula dan makanan manis dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat, sehingga rasa lapar datang lebih awal.
Kurangnya protein, lemak sehat, dan serat juga membuat tubuh tidak merasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan kembali mudah muncul.
2. Aktivitas Fisik yang Tinggi
Aktivitas fisik intens, seperti olahraga rutin, berlari, atau mendaki, meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Otot membakar energi lebih besar dibandingkan lemak, sehingga tubuh akan lebih cepat merasa lapar jika asupan kalori dan nutrisi tidak seimbang.
Mengonsumsi protein, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks dari biji-bijian dan sayuran dapat membantu menjaga energi sekaligus memperpanjang rasa kenyang.
3. Porsi Makan Terlalu Sedikit
Lambung memiliki mekanisme yang mengirimkan sinyal kenyang ke otak saat perut meregang. Jika porsi makan terlalu kecil—terutama makanan rendah kalori—sinyal tersebut tidak tersampaikan secara optimal, sehingga rasa lapar muncul kembali dalam waktu singkat.
Mengonsumsi makanan dengan volume besar namun rendah kalori, seperti buah dan sayuran tinggi air dan serat, dapat membantu membuat perut terasa lebih penuh.
4. Gangguan Keseimbangan Hormon
Hormon ghrelin dan leptin berperan penting dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Ghrelin merangsang nafsu makan, sementara leptin memberi sinyal bahwa tubuh sudah cukup makan.
Kurang tidur dan stres dapat mengganggu keseimbangan kedua hormon ini, meningkatkan ghrelin dan menurunkan leptin. Akibatnya, rasa lapar lebih sering muncul, terutama saat stres berkepanjangan.
5. Pola dan Kebiasaan Makan
Cara makan juga memengaruhi rasa kenyang. Makan terlalu cepat atau sambil terdistraksi oleh ponsel, televisi, atau perangkat lain membuat otak kurang peka terhadap sinyal kenyang. Alhasil, tubuh merasa masih lapar meski makanan yang dikonsumsi sebenarnya sudah cukup.
Dengan memahami berbagai faktor tersebut, pola makan dan gaya hidup dapat disesuaikan agar rasa lapar lebih terkendali dan kebutuhan tubuh terpenuhi secara optimal.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
in 4 hours

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
in 4 hours

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
in 4 hours

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
in 3 hours

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in 3 hours

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 2 hours

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 2 hours

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
in 3 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
in 30 minutes

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
in a few seconds






