Ceritra
Ceritra Update

Jelang TKA: Gubernur Jatim Titip Pesan Penting!

- Wednesday, 29 October 2025 | 03:00 PM

Background
Jelang TKA: Gubernur Jatim Titip Pesan Penting!


Siapa sih di antara kita yang nggak kenal dengan fenomena ujian online? Sejak pandemi melanda, metode tes yang satu ini langsung naik daun, jadi teman setia para siswa dan mahasiswa. Dari ujung Sabang sampai Merauke, termasuk di Jawa Timur, euforia (atau mungkin lebih tepatnya, drama) ujian online ini sudah jadi pemandangan biasa. Nah, dalam keriuhan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sebentar lagi digelar, ada pesan penting nih dari orang nomor satu di Jawa Timur, sang Gubernur. Pesannya sederhana tapi nendang: pastikan internet aman, mental juga aman. Sebuah kombo maut yang wajib dipersiapkan biar para pejuang TKA bisa melenggang mulus meraih hasil terbaik.

Mari kita bedah satu per satu, karena di era digital ini, akses internet bukan lagi sekadar pelengkap, tapi sudah jadi senjata utama di medan perang akademik. Pernah bayangkan nggak, lagi asyik-asyiknya mengerjakan soal yang bikin kening berkerut, tiba-tiba sinyal internet ngambek? Layar langsung memutih, aplikasi ujian berhenti merespons, dan rasanya jantung ikut ikutan berhenti berdetak. Panik, emosi, keringat dingin, semua campur aduk jadi satu. Nah, Gubernur Jawa Timur paham betul drama klasik ini. Beliau menekankan pentingnya siswa memastikan ketersediaan akses internet yang stabil dan memadai. Ini bukan cuma soal punya kuota, lho, tapi lebih ke kualitas koneksi. Jangan sampai deh, di hari-H, perjuangan kita malah kandas gara-gara "sinyal putus nyambung" kayak hubungan anak muda sekarang.

Maka dari itu, pesan dari Ibu Gubernur ini bukan cuma angin lalu. Ini adalah pengingat keras bagi para siswa untuk mulai "riset" lokasi ujian mereka dari sekarang. Cari spot paling strategis di rumah, di sudut kamar yang paling kuat sinyalnya, atau bahkan kalau perlu, numpang Wi-Fi tetangga yang terkenal sakti mandraguna. Pastikan juga perangkat yang digunakan dalam kondisi prima, baterai penuh, dan bebas dari aplikasi-aplikasi penguras bandwidth yang suka bikin lag. Ibarat mau balapan, kuda pacu dan treknya harus siap. Jangan sampai kecerobohan kecil di sektor teknis ini justru jadi batu sandungan yang mengubur impian. Karena jujur saja, di zaman serba digital ini, internet itu sudah seperti udara, vital dan tak bisa ditawar.

Tapi, tunggu dulu. Internet stabil saja tidak cukup untuk jadi juara. Ada satu lagi aspek yang sama krusialnya, bahkan mungkin lebih fundamental, yaitu kesehatan mental. Ini nih, poin kedua yang nggak kalah digarisbawahi oleh Gubernur. Di tengah tekanan akademik, ekspektasi orang tua, sampai cibiran teman, menjaga kondisi psikologis tetap prima itu PR besar. Kita tahu kan, ujian itu selalu identik dengan stres, apalagi TKA yang seringkali menentukan masa depan. Beliau berpesan agar siswa tidak mudah stres, bisa menjaga pikiran tetap dingin, dan fokus dalam belajar. Kedengarannya gampang, tapi praktiknya itu loh, butuh effort luar biasa.

Stres berlebihan itu musuh bebuyutan bagi konsentrasi dan daya ingat. Otak jadi "nge-blank," informasi yang sudah dihafalkan jadi buyar, dan kemampuan memecahkan masalah ikut menurun drastis. Makanya, menjaga mental tetap sehat itu sama pentingnya dengan menguasai materi ujian. Para siswa diimbau untuk tidak overthinking, jangan terlalu banyak merenung hal-hal yang belum terjadi, dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan teman. Setiap orang punya ritme belajarnya sendiri, punya kapasitasnya sendiri. Ambil waktu untuk istirahat, lakukan hobi yang disukai, ngobrol santai dengan keluarga atau teman, atau sekadar mendengarkan musik yang menenangkan. Pokoknya, jaga agar kepala tidak penuh sesak dengan bayangan buruk. Ingat, pikiran yang tenang itu bagai air jernih, dia bisa melihat dasar dengan jelas.

Integrasi antara persiapan internet dan mental inilah yang menjadi kunci utama dari pesan Gubernur. Beliau tidak hanya melihat satu sisi, tapi melihat secara holistik bahwa ujian di era digital ini menuntut kesiapan ganda. Percuma punya koneksi internet super cepat kalau mentalnya gampang down dan panik. Begitu juga sebaliknya, punya mental baja tapi internetnya lelet, sama saja bohong. Keduanya harus berjalan beriringan, seimbang, dan saling mendukung. Tujuannya jelas, agar siswa dapat mengikuti TKA dengan tenang, optimal, dan meraih hasil terbaik. Sebuah visi yang sangat relevan di tengah dinamika pendidikan modern yang makin kompleks.

Pesan ini sejatinya juga bukan hanya ditujukan kepada siswa, tapi juga menjadi pengingat bagi kita semua, termasuk orang tua dan guru. Lingkungan yang mendukung secara teknis dan emosional sangat dibutuhkan. Orang tua bisa membantu memastikan ketersediaan internet yang layak dan memberikan dukungan moral, bukan tekanan. Guru bisa memberikan tips-tips belajar yang efektif dan juga teknik-teknik mengelola stres. Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Jadi, para pejuang TKA di Jawa Timur, dengarkan baik-baik pesan dari Ibu Gubernur. Siapkan "senjata" digital kalian, asah "kekuatan" mental kalian. Anggap saja ini gladi resik menuju masa depan yang cerah. Selamat berjuang, semoga hasil terbaik berpihak pada kalian!

Logo Radio
🔴 Radio Live