Jangan Tinggal Anak Bulu! Panduan Simpel Evakuasi "Anabul" Saat Banjir
Refa - Thursday, 11 December 2025 | 06:10 PM


Saat air mulai naik dan sirine peringatan banjir berbunyi, prioritas utama kita pasti menyelamatkan diri sendiri dan keluarga. Namun, di tengah kepanikan mengemas baju, seringkali ada satu anggota keluarga yang terlupakan, yaitu hewan peliharaan. Entah itu kucing, anjing, atau kelinci, mereka sama bingungnya dengan kita. Bedanya, mereka tidak bisa membuka pintu sendiri atau berteriak minta tolong.
Ada satu aturan emas yang pantang dilanggar. Jika situasi mendesak dan kamu terpaksa meninggalkan hewan di rumah (misalnya karena perahu karet penuh), jangan pernah meninggalkan mereka di dalam kandang terkunci atau terantai.
Itu sama saja menjebak mereka. Hewan punya insting bertahan hidup yang kuat. Kalau kamu harus pergi, lepaskan rantainya. Bawa mereka ke lantai dua atau tempat tertinggi (seperti atas lemari), dan tinggalkan stok makanan kering di sana. Biarkan mereka punya kesempatan menyelamatkan diri jika air naik lebih tinggi.
Tapi, skenario terbaik tentu saja membawa mereka ikut mengungsi. Nah, supaya kamu nggak kewalahan, lakukan dua trik simpel ini:
1. Amankan Sebelum Air Masuk (Jangan Nunggu!)
Hewan bisa mencium bahaya dan biasanya malah sembunyi di kolong kasur saat hujan deras. Jangan tunggu air masuk baru mencari mereka. Saat status "Siaga", segera tangkap dan masukkan mereka ke dalam pet cargo (keranjang angkut). Taruh di dekat pintu keluar. Jadi, saat harus lari, kamu tinggal angkat tanpa perlu main petak umpet.
2. Tak Ada Kandang? Pakai Sarung Bantal Kalau kamu nggak punya pet cargo dan harus mengevakuasi kucing yang memberontak, gunakan sarung bantal. Masukkan kucing ke dalamnya, lalu ikat ujungnya (pastikan longgar untuk udara). Ini cara darurat paling ampuh agar mereka tidak mencakar saat digendong menerobos banjir, sekaligus bikin mereka lebih tenang karena gelap.
Terakhir, jangan lupa pasangkan kalung atau tulis nomor HP-mu di kertas yang dilakban ke leher mereka sebagai kalung darurat. Di pengungsian yang ramai, risiko mereka terlepas sangat besar. Bagi kita mereka cuma hewan, tapi bagi mereka, kita adalah satu-satunya harapan hidup. Stay safe!
Next News

Birthday Blues: Mengapa Sebagian Orang Justru Merasa Sedih Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Mengapa Kita Senang Mendapat Ucapan Ulang Tahun?
7 days ago

Kue Ulang Tahun: Bagaimana Tradisi Ini Berawal?
7 days ago

Kenapa Tiup Lilin Menjadi Tradisi Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Ulang Tahun: Mengapa Momen Bertambah Usia Selalu Terasa Istimewa?
7 days ago

Rumah Sebagai Safe Space: Mengapa Lingkungan Tempat Tinggal yang Bersih Memengaruhi Kesejahteraan Kita?
13 days ago

Menjemur di Bawah Matahari atau Di Tempat Teduh, Mana yang Lebih Baik?
13 days ago

Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Kecoak, Tikus, dan Hama Lainnya Ke Rumah
13 days ago

Dari Mana Asal Debu di Rumah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
13 days ago

Jangan Asal Campur Bahan Pembersih Ini Risiko Fatalnya
13 days ago

