Jangan Asal Siram Air! Kenali Trik Padamkan Api Kompor hingga Listrik dengan Tepat
Refa - Friday, 12 December 2025 | 03:11 AM


Kebakaran besar yang melahap satu blok perumahan sering kali bermula dari api kecil yang gagal ditangani. Pemicunya bisa sangat sepele, mulai dari wajan penggorengan yang terlalu panas, korsleting colokan listrik, hingga puntung rokok. Dalam situasi genting seperti ini, insting pertama manusia biasanya adalah mencari air dan menyiramnya.
Padahal, tidak semua api bisa dijinakkan dengan air. Salah penanganan justru bisa membuat api meledak dan menyambar ke segala arah. Pengetahuan dasar mengenai cara mematikan api berdasarkan sumbernya adalah keahlian bertahan hidup yang wajib dimiliki setiap penghuni rumah. Berikut adalah panduan praktis mengatasi si jago merah sebelum ia membesar.
Tutup Kain Basah untuk Minyak Goreng
Skenario paling umum di dapur adalah minyak goreng yang terbakar di atas wajan. Menyiramkan air ke dalam wajan berisi minyak panas adalah kesalahan paling fatal. Air akan langsung menguap dan melontarkan minyak panas ke udara, menciptakan bola api raksasa yang bisa membakar wajah dan plafon dapur.
Solusi paling ampuh dan murah adalah menggunakan teknik penyelimutan atau smothering. Ambil kain tebal, handuk, atau karung goni. Basahi kain tersebut dengan air hingga kuyup, namun peras sedikit agar airnya tidak menetes deras. Pegang kain di kedua ujung bagian atas, lindungi tangan di balik kain, lalu tutupkan secara perlahan ke atas wajan yang terbakar.
Jangan melempar kain tersebut, tetapi letakkan dengan gerakan pasti hingga menutupi seluruh permukaan wajan. Kain basah ini berfungsi memutus pasokan oksigen yang membuat api mati seketika. Biarkan kain tetap di sana sampai wajan benar-benar dingin dan jangan sekali-kali mencoba mengintip atau mengangkatnya terlalu cepat karena api bisa menyala kembali jika oksigen masuk mendadak.
Memadamkan Korsleting Listrik
Api yang muncul dari perangkat elektronik atau stopkontak memiliki karakter yang berbeda. Karena melibatkan aliran listrik, penggunaan air sangat dilarang karena air adalah penghantar listrik yang baik. Menyiram peralatan yang masih tercolok listrik hanya akan menyebabkan penyiramnya tersengat setrum bertegangan tinggi.
Langkah pertama yang mutlak dilakukan adalah memutus sumber listriknya. Turunkan sakelar utama atau MCB (Miniature Circuit Breaker) di meteran listrik rumah. Setelah dipastikan listrik mati, barulah upaya pemadaman bisa dilakukan. Jika apinya kecil, memukulnya dengan kain tebal yang kering atau menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis bubuk kimia kering (dry chemical powder) adalah cara terbaik. APAR jenis ini sangat disarankan untuk dimiliki di setiap rumah tangga.
Menjinakkan Tabung Gas Bocor
Suara mendesis yang diikuti bau menyengat dan sambaran api dari selang kompor gas adalah mimpi buruk setiap ibu rumah tangga. Kunci utamanya adalah jangan lari meninggalkan kompor dalam keadaan menyala.
Segera cabut regulator gas dari tabungnya jika api masih berada di sekitar kompor dan tangan masih memungkinkan untuk menjangkau regulator tanpa terbakar. Namun, jika api sudah menyembur dari ujung selang atau leher tabung, gunakan teknik kain basah seperti pada kasus minyak goreng. Tutupkan kain basah yang lebar ke titik semburan api untuk mematikan nyalanya, lalu segera bawa tabung gas tersebut ke ruang terbuka atau lapangan luas agar gasnya terbuang ke udara bebas. Hindari menyalakan atau mematikan lampu listrik saat terjadi kebocoran gas karena percikan api kecil dari sakelar bisa memicu ledakan ruangan.
Tanah dan Pasir Sebagai Alternatif
Jika air sulit didapat atau kain basah tidak tersedia, media lain yang bisa digunakan untuk memadamkan api kecil di halaman atau lantai adalah tanah dan pasir. Menimbun titik api dengan pasir bekerja dengan prinsip yang sama dengan kain basah, yaitu memutus oksigen.
Cara ini sangat efektif untuk memadamkan api bekas bakaran sampah yang merembet ke rumput kering atau tumpahan bensin di garasi. Simpanlah seember pasir di dekat area yang rawan terbakar sebagai langkah antisipasi sederhana namun menyelamatkan.
Menghadapi api butuh ketenangan dan ilmu. Ingatlah prinsip dasarnya: pisahkan api dari oksigen, dan jangan pernah melawan api yang sudah lebih tinggi dari kepala manusia sendirian.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
3 hours ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
3 hours ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
3 hours ago

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
4 hours ago

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
4 hours ago

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
5 hours ago

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
5 hours ago

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
3 hours ago

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
6 hours ago

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
7 hours ago






