

Pagi masih gelap ketika suara gemuruh memecah sunyi di Bandara Internasional Hong Kong. Sebuah pesawat kargo raksasa tergelincir saat mendarat, lalu meluncur tak terkendali hingga terperosok ke laut. Dua petugas tewas, empat kru selamat dengan luka-luka.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.50 waktu setempat, saat pesawat Boeing 747-400F milik Emirates SkyCargo baru saja mendarat usai penerbangan dari Uni Emirat Arab. Cuaca dilaporkan cerah, tapi entah apa yang membuat roda pesawat kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, burung besi seberat 300 ton itu keluar jalur, menabrak kendaraan darat, lalu terjun ke perairan dangkal di ujung landasan.
Kepanikan langsung melanda area bandara. Sirine meraung, lampu darurat berkedip di tengah kabut tipis pagi. Dua petugas darat masing-masing berusia 30 dan 41 tahun menjadi korban paling tragis. Satu meninggal di tempat, sementara satu lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Empat kru pesawat berhasil diselamatkan setelah tim SAR berjuang menembus sisa bahan bakar yang tumpah di air.
Pihak Otoritas Bandara Hong Kong (HKAA) menyebut, penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari penyebab pasti tergelincirnya pesawat. “Kami fokus pada dukungan bagi keluarga korban dan memastikan semua jalur landasan dinyatakan aman sebelum dibuka kembali,” ujar juru bicara HKAA dalam pernyataan resmi. Insiden ini disebut sebagai kecelakaan penerbangan paling fatal di Hong Kong dalam 25 tahun terakhir, sejak tragedi pesawat China Airlines tahun 1999.
Beberapa ahli penerbangan menduga faktor kecepatan pendaratan dan gangguan teknis sistem rem bisa menjadi pemicu. Namun, ada pula yang menyoroti posisi kendaraan darat yang terlalu dekat dengan area pendaratan aktif. Investigasi gabungan antara otoritas penerbangan sipil dan kepolisian Hong Kong kini tengah berjalan intensif.
Di balik setiap penerbangan yang mulus, ada ratusan pekerja yang menjaga keselamatan dari balik layar. Dua petugas yang gugur itu bukan sekadar angka mereka adalah wajah dari kerja tanpa sorotan. Semoga tragedi ini menjadi peringatan bagi dunia penerbangan: bahwa keselamatan bukan prosedur, tapi janji yang harus ditepati setiap hari.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
10 hours ago

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
12 hours ago

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
12 hours ago

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
13 hours ago

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
15 hours ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
17 hours ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
16 hours ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
18 hours ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
a day ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
a day ago





