Inilah 10 Pemicu Asam Urat yang Perlu Diwaspadai
Refa - Thursday, 01 January 2026 | 03:30 PM


Asam urat merupakan gangguan pada persendian yang bersifat kambuhan dan sering menimbulkan nyeri hebat. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal tajam yang mengendap di sendi.
Berbagai faktor seperti pola makan, gaya hidup, serta kondisi kesehatan tertentu diketahui berperan besar dalam memicu kekambuhan asam urat. Mengutip laman Health, berikut sejumlah pemicu yang perlu diwaspadai agar risikonya dapat dikendalikan:
1. Konsumsi daging merah dan jeroan
Daging merah seperti sapi dan kambing, serta jeroan seperti hati, ginjal, dan limpa, mengandung purin tinggi. Saat purin diuraikan tubuh, asam urat terbentuk sebagai produk akhir. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu nyeri sendi.
2. Jenis makanan laut tertentu
Ikan teri, sarden, kerang, udang, dan lobster termasuk makanan laut dengan kandungan purin tinggi. Jika dikonsumsi rutin atau dalam jumlah besar, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat. Penderita asam urat disarankan membatasi asupannya, terutama saat gejala kambuh.
3. Minuman beralkohol
Alkohol dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui ginjal sehingga menyebabkan penumpukan dalam darah. Bir mengandung purin cukup tinggi, namun jenis alkohol lain juga tetap berisiko jika dikonsumsi berlebihan.
4. Makanan dan minuman tinggi gula
Minuman bersoda, jus kemasan, serta makanan manis mengandung fruktosa tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam urat. Asupan gula berlebih juga berkontribusi pada kenaikan berat badan, yang memperbesar risiko serangan asam urat.
5. Penyakit jantung dan gangguan ginjal
Penyakit jantung dan gangguan fungsi ginjal dapat mengganggu pengaturan kadar asam urat. Ginjal yang tidak berfungsi optimal akan kesulitan membuang kelebihan asam urat, sehingga risikonya meningkat.
6. Kurang minum atau dehidrasi
Kekurangan cairan membuat produksi urin berkurang dan menghambat pembuangan asam urat. Dehidrasi lebih mudah terjadi saat cuaca panas, aktivitas fisik tinggi, atau kurang minum air putih.
7. Puasa dan penurunan berat badan ekstrem
Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat meningkatkan kadar asam urat secara mendadak. Proses pembakaran lemak berlebihan memicu produksi asam urat lebih tinggi, sehingga diet sebaiknya dilakukan secara bertahap.
8. Berat badan berlebih atau obesitas
Kelebihan berat badan berkaitan dengan gangguan metabolisme dan peningkatan produksi asam urat. Menurunkan berat badan secara sehat dapat membantu menekan risiko kekambuhan.
9. Penggunaan obat-obatan tertentu
Beberapa obat seperti aspirin dosis rendah, diuretik, dan obat pascatransplantasi dapat meningkatkan kadar asam urat karena memengaruhi kerja ginjal. Konsumsi obat sebaiknya selalu dikonsultasikan dengan tenaga medis.
10. Stres dan cuaca panas
Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh, sementara cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi. Kombinasi keduanya dapat memicu kambuhnya asam urat pada sebagian orang.
Next News

Fashion: Instrumen Politik Paling Tua yang Jarang Disadari
in 5 hours

Tips Pilih Warna Baju Saat Cuaca Panas Biar Tetap Nyaman dan Adem
in 3 hours

5 Tips Mengubah Nasib Apes Jadi Hari yang Tetap Produktif
16 hours ago

Bukan Mood Swing Semata, Ini 4 Fase yang Dialami Wanita Setiap Bulan
17 hours ago

Solusi Bebas Antre BBM: Haruskah Ganti ke Mobil Listrik/Hybrid Sekarang?
5 days ago

Mengapa Kita Malah Beres-Beres Saat Ada Tugas? Ini Jawabannya
5 days ago

Merah Cat atau Darah? Menguak Misteri Jembatan Merah Surabaya
8 days ago

Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
8 days ago

Pilih Sepatu Olahraga Tepat Biar Kaki Stabil dan Bebas Cedera
9 days ago

Tren Dompet, Pouch dan Tas Mini: Solusi Praktis Tanpa Ransel Berat
9 days ago






