Hypnic Jerk: Sensasi "Jatuh ke Jurang" Saat Baru Mau Tidur
Nisrina - Wednesday, 31 December 2025 | 12:17 PM


Pernahkah kamu sedang asyik melayang menuju alam mimpi, tubuhmu mulai rileks, napas melambat, namun tiba-tiba seluruh tubuhmu tersentak hebat seolah-olah kamu baru saja terpeleset dari pinggir tebing? Jantungmu berpacu kencang dan matamu terbuka lebar karena kaget. Fenomena yang sering mengganggu kenyamanan tidur ini disebut Hypnic Jerk atau sentakan hipnagogik. Meskipun rasanya menakutkan, ini adalah kejadian yang sangat normal dan dialami oleh hampir semua manusia di bumi, mulai dari bayi hingga orang tua.
Secara fisiologis, Hypnic Jerk adalah kontraksi otot tak sadar yang cepat dan kuat. Ini biasanya terjadi pada tahap awal tidur yang disebut tahap non-REM 1. Pada fase ini, sistem saraf tubuh sedang melakukan transisi dari mode sadar ke mode istirahat. Detak jantung menurun, suhu tubuh turun, dan otot-otot mulai melemas secara total. Namun terkadang, proses transisi ini tidak berjalan mulus. Ada semacam gangguan sinyal listrik di otak yang menyebabkan otot berkontraksi tiba-tiba. Penyebab pastinya bisa diperparah oleh kelelahan ekstrem, konsumsi kafein berlebih, atau stres tinggi.
Namun penjelasan yang paling menarik datang dari sudut pandang biologi evolusioner. Para ilmuwan mengajukan hipotesis bahwa sentakan ini adalah sisa-sisa insting purba warisan nenek moyang primata kita. Jutaan tahun yang lalu, leluhur manusia tidur di atas dahan pohon untuk menghindari predator di tanah. Tidur di ketinggian tentu memiliki risiko fatal yakni jatuh ke tanah yang bisa berujung pada kematian atau cedera parah. Oleh karena itu, otak primata mengembangkan mekanisme keamanan khusus.
Saat kita mulai tertidur lelap, otot-otot tubuh akan mengalami relaksasi total atau atonia. Bagi bagian otak kita yang lebih primitif, sensasi otot yang melemas secara drastis dan sensasi melayang ini terkadang salah diartikan. Otak mengira tubuh sedang benar-benar jatuh bebas dari ketinggian pohon. Sebagai respons darurat, otak segera mengirimkan sinyal kejut listrik ke otot-otot utama agar menegang kembali. Tujuannya sederhana yakni agar "kera" yang sedang tidur itu terbangun kaget dan segera mencengkeram dahan pohon kembali supaya tidak jatuh.
Jadi, meskipun sekarang kita tidur di kasur busa yang empuk dan aman di dalam kamar yang terkunci, otak purba kita masih tetap waspada. Ia masih menjalankan protokol keamanan zaman batu untuk menyelamatkanmu dari bahaya jatuh yang sebenarnya sudah tidak ada. Sentakan yang menyebalkan itu sebenarnya adalah cara tubuhmu berkata "Hati-hati, pegangan yang kuat!" meski terdengar konyol di zaman modern ini. Mengetahui hal ini mungkin bisa membuatmu sedikit lebih memaklumi tingkah aneh tubuhmu sendiri saat tidur nanti malam.
Next News

Birthday Blues: Mengapa Sebagian Orang Justru Merasa Sedih Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Mengapa Kita Senang Mendapat Ucapan Ulang Tahun?
7 days ago

Kue Ulang Tahun: Bagaimana Tradisi Ini Berawal?
7 days ago

Kenapa Tiup Lilin Menjadi Tradisi Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Ulang Tahun: Mengapa Momen Bertambah Usia Selalu Terasa Istimewa?
7 days ago

Rumah Sebagai Safe Space: Mengapa Lingkungan Tempat Tinggal yang Bersih Memengaruhi Kesejahteraan Kita?
12 days ago

Menjemur di Bawah Matahari atau Di Tempat Teduh, Mana yang Lebih Baik?
12 days ago

Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Kecoak, Tikus, dan Hama Lainnya Ke Rumah
13 days ago

Dari Mana Asal Debu di Rumah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
13 days ago

Jangan Asal Campur Bahan Pembersih Ini Risiko Fatalnya
13 days ago

