

Siapa yang sangka kalau di tengah gempuran ekonomi yang kadang bikin geleng-geleng kepala, ada satu provinsi di Indonesia yang tampil jadi jawara sejati dalam urusan Kredit Usaha Rakyat (KUR)? Yup, bener banget! Jawa Timur, provinsi yang punya slogan "Jatim Bangkit," memang nggak kaleng-kaleng. Gubernur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini bikin kita semua melongo dengan pengumuman angka penyaluran KUR di Jatim yang sukses menembus angka Rp37,22 triliun sampai Agustus 2024. Gila, kan?
Angka segede gajah itu bukan cuma sekadar deretan digit belaka. Ini adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur sekarang sah jadi provinsi dengan penyaluran KUR terbesar se-antero negeri. Bayangin, duit sebanyak itu udah mengalir ke 3,8 juta debitur UMKM di Jatim. Kebayang dong, berapa banyak senyuman yang tercipta, berapa banyak dapur yang ngebul, dan berapa banyak mimpi yang akhirnya bisa diraih berkat suntikan modal ini?
Kalau kita mau ngitung-ngitung persentasenya, biar makin afdol dan valid, penyaluran KUR Jatim ini menyumbang seperempat lebih dari total penyaluran KUR nasional. Tepatnya 25,04% dari total KUR nasional yang mencapai Rp148,61 triliun di periode yang sama. Jadi, bisa dibilang, kalau nasional punya empat pilar penyaluran KUR, satu pilarnya itu ada di pundak Jawa Timur. Keren banget sih ini, patut diacungi jempol sampai pegal.
Bu Khofifah sendiri sering banget menekankan betapa krusialnya KUR ini buat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bukan cuma sekadar ngasih pinjaman, tapi ini adalah bensin buat mesin perekonomian rakyat. KUR itu kunci pemberdayaan UMKM, yang pada gilirannya akan jadi pencipta lapangan kerja. Mikir deh, kalau UMKM maju, mereka pasti butuh karyawan kan? Nah, dari situ kan bisa mengurangi pengangguran dan otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Jadi, efek dominonya itu jauh dan sangat positif.
Tapi, ada satu hal lagi yang bikin kita makin salut sama Jatim. Biasanya, urusan pinjam-meminjam uang itu suka bikin deg-degan sama yang namanya Non-Performing Loan (NPL) alias kredit macet. Nah, ini dia kejutan lainnya! Angka NPL KUR di Jatim itu cuma 0,7%. Sedikit banget, kan? Ibaratnya, dari seratus orang yang pinjam, paling cuma satu orang doang yang nyangkut. Ini bukti bahwa UMKM di Jatim itu nggak cuma semangat, tapi juga amanah dan punya tanggung jawab yang tinggi. Atau, bisa juga jadi indikasi kalau seleksi debiturnya memang ketat dan pendampingannya solid. Intinya, angka 0,7% ini adalah bukti kepercayaan yang luar biasa, baik dari pemerintah ke UMKM, maupun dari UMKM itu sendiri yang disiplin dalam mengelola usahanya.
Pemerintah Provinsi Jatim sendiri nggak cuma sekadar lempar modal terus lepas tangan. Mereka itu totalitas dalam mendukung UMKM-nya. Berbagai program sudah digeber biar UMKM di Jatim bisa naik kelas dan nggak cuma jalan di tempat. Ada pelatihan, pendampingan intensif, sampai program khusus yang dinamakan "UMKM Jatim Bangkit." Ini bukan cuma nama doang lho, tapi isinya beneran program komprehensif yang siap membantu para pelaku usaha dari hulu ke hilir.
Di era digital kayak sekarang, melek teknologi itu udah jadi harga mati. Kalau nggak ikut arus digital, ya siap-siap ketinggalan zaman. Makanya, Pemprov Jatim juga ngebut banget soal digitalisasi UMKM. Mereka gandengan tangan sama berbagai pihak, mulai dari platform e-commerce sampai penyedia layanan teknologi, biar UMKM di Jatim bisa jualan online, memanfaatkan media sosial, dan pakai sistem pembayaran digital. Tujuannya jelas: meningkatkan daya saing UMKM biar bisa bersaing nggak cuma di pasar lokal, tapi juga di pasar nasional, bahkan kalau bisa sampai internasional.
Semua upaya ini muaranya adalah untuk mencapai target digitalisasi nasional, sekaligus memastikan bahwa UMKM, yang sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi, benar-benar kuat dan berdaya saing. Dari data penyaluran KUR yang fantastis, NPL yang rendah, sampai berbagai program pendampingan dan digitalisasi, jelas banget kalau Jawa Timur ini memang serius dan konsisten dalam memajukan UMKM-nya. Ini bukan cuma tentang angka-angka di atas kertas, tapi tentang dampak nyata yang dirasakan oleh jutaan keluarga di Jawa Timur. Sebuah kisah sukses yang patut jadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, bahwa dengan komitmen dan kerja keras, UMKM bisa jadi kekuatan dahsyat yang menggerakkan roda ekonomi bangsa.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
in an hour

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
39 minutes ago

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
an hour ago

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
2 hours ago

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
4 hours ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
6 hours ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
5 hours ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
7 hours ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
a day ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
a day ago





