Gen Z Terbukti Lebih Toleran Terhadap Perbedaan Agama
Nisrina - Sunday, 04 January 2026 | 10:45 AM


Di tengah seringnya kita mendengar berita tentang konflik dan polarisasi, sebuah angin segar datang dari hasil survei terbaru yang dirilis oleh Kementerian Agama. Data tersebut mengungkapkan fakta yang menggembirakan: Generasi Z, atau mereka yang lahir di pertengahan 90-an hingga awal 2010-an, tercatat memiliki tingkat toleransi beragama yang lebih tinggi dibandingkan generasi pendahulunya, yakni Milenial dan Boomers. Temuan ini mematahkan anggapan pesimis bahwa anak muda zaman sekarang apatis terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Tingginya indeks toleransi di kalangan Gen Z ini disinyalir kuat merupakan buah dari keterbukaan informasi. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mungkin tumbuh dalam lingkungan yang lebih homogen, Gen Z adalah penduduk asli dunia digital. Sejak kecil, mereka sudah terpapar dengan ragam budaya, agama, dan pemikiran dari seluruh dunia melalui layar gawai. Interaksi lintas iman terjadi secara natural di kolom komentar, game online, hingga komunitas hobi, yang perlahan mengikis prasangka dan stereotip kuno.
Gen Z cenderung melihat perbedaan sebagai sebuah keniscayaan, bukan ancaman. Mereka lebih kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA yang sering kali dijadikan alat politik. Sikap inklusif ini membuat mereka lebih luwes dalam berteman tanpa memandang latar belakang keyakinan. Bagi mereka, agama adalah urusan privat masing-masing individu, sementara dalam ruang publik, kemanusiaan dan kolaborasi adalah yang utama.
Namun, hasil survei ini bukan berarti kita bisa berpuas diri. Tantangan intoleransi masih tetap ada, hanya saja bentuknya mungkin berubah. Gen Z menghadapi tantangan radikalisme digital yang menyusup lewat algoritma media sosial. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital dan berpikir kritis tetap harus diasah agar bibit toleransi yang sudah tumbuh subur ini tidak dirusak oleh narasi kebencian yang dikemas kekinian.
Kabar baik ini memberikan harapan besar bagi masa depan kerukunan di Indonesia. Jika generasi penerus bangsa memiliki fondasi toleransi yang kokoh, kita bisa optimis bahwa Indonesia di masa depan akan menjadi rumah yang lebih ramah dan damai bagi semua warganya. Gen Z membuktikan bahwa menjadi religius dan menjadi toleran bisa berjalan beriringan dengan harmonis.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
in 7 hours

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
in 6 hours

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
in 6 hours

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
in 6 hours

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in 5 hours

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 5 hours

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 4 hours

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
in 6 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
in 3 hours

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
in 3 hours






