Ceritra
Ceritra Update

Gebrakan BNN di UNPAM: Mahasiswa Lawan Narkoba!

- Wednesday, 29 October 2025 | 03:00 PM

Background
Gebrakan BNN di UNPAM: Mahasiswa Lawan Narkoba!

Kepala BNN Bikin "Gerah" Pemuda UNPAM: Saatnya Jadi Agen Anti Narkoba, Bukan Cuma Penonton!

Siapa sih yang nggak kenal Komjen Pol Marthinus Hukom? Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memang punya cara jitu buat "menggebrak" kesadaran kita semua. Kali ini, sasarannya nggak cuma masyarakat luas, tapi khusus ditujukan pada garda terdepan bangsa: para pemuda, terutama mahasiswa. Di Kuliah Umum dan Silaturahim Kebangsaan yang digelar di Universitas Pamulang (UNPAM) beberapa waktu lalu, Pak Marthinus nggak cuma datang buat ceramah biasa, lho. Beliau datang dengan misi besar, sebuah ajakan yang nggak kaleng-kaleng: jadilah agen perubahan dan agen pencegahan narkotika!

Mungkin sebagian dari kita mikir, "Ah, paling cuma imbauan klise." Eits, tunggu dulu! Omongan Pak Marthinus kali ini beda. Beliau nggak cuma ngasih PR, tapi juga ngasih tahu kenapa PR ini penting banget, dan kenapa kitalah, para pemuda, yang punya kapasitas buat ngerjainnya. Intinya, narkoba itu ancaman serius, bukan cuma buat masa depan kita pribadi, tapi juga buat masa depan bangsa ini. Dan buat ngelawan ancaman seberat itu, kita butuh "senjata" paling ampuh: energi, idealisme, dan jejaring sosial para pemuda.

Kenapa Harus Pemuda? Posisi Strategis yang Nggak Bisa Diremehkan!

Begini, Pak Marthinus ini ngerti banget dinamika anak muda zaman sekarang. Kita ini kan ibarat tonggak utama peradaban, ujung tombak yang punya segudang potensi dan jangkauan. Coba deh bayangin, dari kampus sampai tongkrongan, dari grup WhatsApp sampai feeds Instagram, kita semua punya power buat menyebarkan informasi. Nah, power inilah yang dilihat BNN sebagai amunisi berharga dalam perang melawan narkoba.

Menurut beliau, posisi strategis pemuda itu nggak main-main. Kita ini punya akses ke informasi, punya kecepatan adaptasi sama tren baru, dan yang paling penting, punya pengaruh di lingkungan kita masing-masing. Bayangin kalau setiap mahasiswa, setiap pemuda, itu melek bahaya narkoba dan mau ikut "cawe-cawe" ngasih tahu temen-temennya, atau bahkan keluarga dan lingkungan sekitar. Efek bolanya pasti dahsyat banget, kan? Bukan cuma jadi penonton pas BNN sibuk berantas sindikat, tapi juga ikut campur dari hulu sampai hilir.

Bukan Cuma Korban, Tapi Solusi!

Ini poin yang menarik. BNN, lewat Pak Marthinus, pengen banget mengubah stigma. Selama ini, nggak jarang kita melihat pemuda sebagai kelompok yang rentan jadi korban penyalahgunaan narkoba. Entah karena pergaulan, rasa ingin tahu, tekanan, atau bahkan pelarian dari masalah. Tapi di UNPAM kemarin, Pak Marthinus justru menekankan sudut pandang yang berbeda: pemuda itu bukan cuma objek penderita, tapi juga subjek aktif yang bisa jadi bagian dari solusi.

Pola pikir ini penting banget buat diresapi. Ketika kita merasa punya peran dan tanggung jawab, bukan cuma dianggap sebagai target kampanye atau korban yang harus diselamatkan, semangat buat bergerak itu pasti beda. Ibaratnya, kita nggak cuma dikasih "kursi" buat duduk, tapi juga dikasih "mikrofon" buat bersuara. Dan suara pemuda itu, Bro-Sis, punya gaung yang kuat!

Strategi "Gerilya" Ala BNN: Mengurangi Permintaan Lewat Pemberdayaan

Oke, kalau udah tahu posisinya strategis dan bisa jadi solusi, terus konkretnya gimana? Nah, BNN punya strategi yang namanya "pengurangan permintaan narkoba" (demand reduction). Ini bukan cuma soal nangkepin bandar atau bakar barang bukti doang, lho. Ini tentang gimana caranya bikin orang nggak tertarik, nggak butuh, bahkan jijik sama narkoba. Dan kuncinya ada di pemberdayaan masyarakat dan generasi muda.

Maksudnya, kita semua diajak buat jadi "influencer" anti-narkoba di lingkungan masing-masing. Bukan harus jadi polisi atau penegak hukum dadakan, ya. Tapi, dengan aktif menyebarkan informasi akurat tentang bahaya narkoba, dampaknya bagi kesehatan fisik dan mental, masa depan, dan keluarga. Kita juga bisa berkontribusi dengan menciptakan lingkungan yang sehat, positif, dan penuh kegiatan yang jauh dari godaan narkoba. Dari mulai ngajak temen-temen ikut organisasi kampus, aktif di komunitas hobi, sampai sekadar ngobrol serius tentang bahaya narkoba saat nongkrong.

Jadi Agen Perubahan? Gampang Kok, Mulai dari yang Kecil!

Mungkin sebagian dari kita mikir, "Waduh, jadi agen perubahan? Berat banget kedengarannya!" Tenang, nggak seberat itu kok. Jadi agen perubahan itu bisa dimulai dari hal-hal kecil tapi berdampak besar. Misalnya:

  • Jadi "Duta Informasi" di Lingkunganmu: Kalau ada teman yang "kepo" atau mulai tergiur coba-coba, jangan takut buat ngasih tahu fakta-fakta bahaya narkoba. Edukasi itu kunci!
  • Jadi "Penyaring Informasi": Jangan gampang percaya info-info sesat tentang narkoba yang kadang beredar di medsos. Jadi cerdas dan sebarkan yang benar.
  • Menciptakan Lingkungan Positif: Ajak teman-teman ikut kegiatan bermanfaat, olahraga bareng, diskusi buku, atau apapun yang bisa bikin pikiran dan tubuh sehat, jauh dari pikiran negatif yang bisa jadi celah narkoba masuk.
  • Berani Bilang "Tidak": Ini yang paling fundamental. Kalau ada tawaran atau ajakan yang berbau narkoba, tegaskan sikapmu. Nggak usah takut dianggap nggak gaul. Justru yang berani bilang "tidak" itu yang keren!

Intinya, Pak Marthinus berharap pemuda itu nggak cuma pasif menerima informasi, tapi aktif menyebarkannya. Dari obrolan santai, lewat konten kreatif di media sosial, sampai mungkin inisiatif kecil di komunitas atau kampus. Setiap usaha, sekecil apapun, bakal jadi kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Jadi, ajakan dari Kepala BNN ini bukan cuma buat didengar, tapi buat diwujudkan. Ini adalah panggilan buat kita semua, para pemuda, untuk menunjukkan bahwa kita lebih dari sekadar generasi yang rentan. Kita adalah generasi yang tangguh, cerdas, dan punya kapasitas besar untuk jadi pahlawan di "medan perang" melawan narkoba. Yuk, mulai sekarang, kita sama-sama jadi agen perubahan! Demi diri kita, demi lingkungan kita, demi masa depan Indonesia yang lebih cerah dan bersih dari belenggu narkotika. Siap?

Logo Radio
🔴 Radio Live