

Saat ombak dan gelap bergulung, 24 pekerja tambang bertahan di atas rakit darurat setelah KM Cahaya Sarifa dilaporkan tenggelam di perairan Morowali. Sekitar pukul 02.00 WITA, kapal KM Cahaya Sarifa mengalami kebocoran dan perlahan miring—24 penumpang berhasil naik rakit darurat, menanti pertolongan di tengah gelap laut Morowali.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari, Kapal KM Cahaya Sarifa, yang diketahui membawa pekerja tambang dan logistik, dilaporkan mengalami kebocoran di lambung setelah mesin utama tiba-tiba mati. Air laut mulai masuk perlahan, sementara hujan deras dan angin kencang membuat kapal sulit dikendalikan.
Ketika kapal mulai miring, nahkoda memerintahkan seluruh penumpang untuk bersiap. Dalam kepanikan, mereka berusaha mengamankan rakit darurat seadanya. "Kami sudah pasrah. Ombak besar, angin kencang, dan gelap. Tapi kami tetap berpegangan," tutur salah satu penumpang yang berhasil diselamatkan, seperti dikutip dari laporan tim SAR.
Laporan diterima oleh Kantor SAR Palu sekitar pukul 04.03 WITA. Tim gabungan Basarnas, Dinas Perikanan, dan warga setempat langsung bergerak menuju lokasi. Pencarian dilakukan di area perairan sekitar Pulau Tokonanaka, Morowali, menggunakan kapal cepat dan drone udara. Setelah tiga jam penyisiran, seluruh 24 penumpang ditemukan terapung di atas rakit darurat dalam kondisi lemah namun selamat. Mereka kemudian dievakuasi ke dermaga TPI Matano untuk mendapatkan perawatan dan makanan hangat.
Kepala Basarnas Palu menyebut keberhasilan penyelamatan itu tak lepas dari respon cepat tim dan kerja sama masyarakat sekitar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di perairan Sulawesi Tengah akhir-akhir ini menuntut kewaspadaan tinggi bagi semua kapal, terutama yang beroperasi di jalur industri tambang dan antar-pulau.
Selamatnya 24 nyawa di laut Morowali bukan hanya kisah keberuntungan, tapi peringatan. Laut bukan sekadar jalur, ia bisa berubah jadi ujian dalam hitungan detik. Setiap kapal yang berlayar seharusnya membawa kesiapan, bukan sekadar penumpang dan muatan. Karena di atas ombak, yang menentukan bukan sekadar arah angin tapi juga tanggung jawab manusia menjaga keselamatan sesamanya.
Next News

Usut Dugaan Aliran Dana Sel Mewah Cibinong: Kemenimipas Buka Celah Pelimpahan ke APH
21 days ago

Ditjenpas Uji Keabsahan Foto Terpidana Jimmy Masrin di Area Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
21 days ago

Kunci Pembuktian Kasus Lapas Cibinong: DPR Desak Buka Rekaman CCTV dan Logbook Pintu Masuk
22 days ago

DPR dan Kemenimipas Robohkan 10 Bangunan Ilegal di Lapas Cibinong Gunakan Alat Berat
22 days ago

Mencegah Penyelundupan Lewat Barang Titipan: Rutan Depok Perjelas SOP Pemeriksaan Fisik
20 days ago

Video Viral Pria Diduga Pesta Narkoba di Lapas Depok, Pihak Rutan Lakukan Penyelidikan
21 days ago

Tak Ada Toleransi Pelanggaran di Sel, Rutan Depok Siapkan Sanksi Pencabutan Hak Remisi
20 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
24 days ago

Terungkap! Ombudsman Konfirmasi Koruptor Jimmy Masrin Tempati Hunian Mewah di Lapas Cibinong
a month ago

