Ceritra
Ceritra Cinta

Cinta atau Konten? 5 Tanda Kamu Terjebak dalam Perilaku Love Bombing Digital

Refa - Friday, 13 February 2026 | 02:30 PM

Background
Cinta atau Konten? 5 Tanda Kamu Terjebak dalam Perilaku Love Bombing Digital
Ilustrasi patah hati (pexels.com/Marta Nogueira)

Istilah love bombing biasanya dikaitkan dengan perilaku manipulatif dalam hubungan secara langsung. Namun, di era digital tahun 2026, fenomena ini bergeser ke ranah publik melalui media sosial.

Digital Love Bombing adalah tindakan menghujani pasangan dengan perhatian, pujian, dan deklarasi cinta yang berlebihan di platform publik, sering kali dalam waktu yang sangat singkat. Tujuannya bisa beragam, mulai dari mencari validasi orang lain hingga upaya mengontrol persepsi pasangan.

Berikut adalah 5 tanda kamu mungkin sudah terlalu sering melakukan love bombing di media sosial:

1. Intensitas Unggahan yang Tidak Wajar di Awal Hubungan

Jika kamu baru mengenal seseorang selama dua minggu namun sudah mengunggah foto dengan caption "Belahan Jiwa Selamanya" atau "Tak Bisa Hidup Tanpamu," ini adalah alarm pertama.

  • Tandanya: Unggahan yang sangat intens dalam frekuensi harian yang bertujuan untuk memamerkan kedekatan instan kepada pengikutmu (followers), padahal fondasi hubungan aslinya belum terbentuk kuat.

2. Menggunakan Medsos sebagai Alat "Klaim Teritorial"

Love bombing sering kali bertujuan untuk memberi tahu dunia bahwa orang tersebut adalah "milikmu" agar orang lain menjauh.

  • Tandanya: Kamu menandai (tagging) pasangan di setiap unggahan, berkomentar di setiap foto lamanya dengan nada posesif, atau mengganti foto profilmu secara paksa menjadi foto berdua demi menunjukkan dominasi kepemilikan.

3. Pujian Publik yang Terasa Performatif

Pujianmu di media sosial sering kali terasa lebih megah daripada cara kamu memperlakukan pasangan di dunia nyata.

  • Tandanya: Kamu menulis paragraf puitis sepanjang satu halaman di Instagram saat pasangan berulang tahun, namun saat duduk berdua di restoran, kamu justru sibuk membalas komentar orang lain di unggahan tersebut daripada mengobrol dengannya.

4. Merasa Marah Jika Pasangan Tidak Melakukan Hal yang Sama

Salah satu ciri manipulasi dalam love bombing adalah adanya ekspektasi timbal balik yang memaksa.

  • Tandanya: Kamu merasa kesal, insecure, atau bahkan menuduh pasangan tidak mencintaimu hanya karena dia tidak mengunggah ulang (repost) ceritamu atau tidak memberikan komentar "Love" di fotomu secepat yang kamu inginkan.

5. Mengunggah Hal Pribadi Tanpa Izin Demi Konten

Pasangan yang melakukan love bombing sering mengabaikan privasi demi mendapatkan predikat relationship goals.

  • Tandanya: Kamu mengunggah tangkapan layar percakapan pribadi yang sangat intim, video pasangan saat sedang tidur, atau momen rapuh mereka hanya untuk menunjukkan betapa "dekatnya" kalian, tanpa peduli apakah pasangan merasa nyaman dengan hal tersebut.

Mengapa Ini Berbahaya?

Love bombing digital menciptakan tekanan untuk selalu terlihat sempurna. Saat hubungan mengalami konflik normal, kamu atau pasangan mungkin akan merasa malu untuk mengakuinya karena telanjur membangun citra "sempurna" di mata publik. Hal ini sering kali berujung pada hubungan yang toksik karena komunikasi yang jujur tertutup oleh demi tuntutan konten.

Logo Radio
🔴 Radio Live