Ceritra
Ceritra Update

BPBD Banyumas Siaga: Ancaman Longsor Susulan Mengintai.

- Tuesday, 28 October 2025 | 03:00 PM

Background
BPBD Banyumas Siaga: Ancaman Longsor Susulan Mengintai.

Banyumas Siaga Merah! Gunung Batu Kapur Longsor, BPBD Ingatkan Warga Agar Tak Kecolongan Longsor Susulan yang Bikin Deg-Degan

Banyumas, sebuah kabupaten yang terkenal dengan keindahan alamnya yang asri, baru-baru ini mendapat "teguran" dari alam. Insiden longsor di Gunung Batu Kapur telah membuat seisi kota, khususnya para punggawa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, pasang mata dan telinga. Bukan cuma longsornya itu sendiri yang bikin was-was, tapi ancaman longsor susulan yang digadang-gadang bisa terjadi kapan saja, inilah yang jadi PR besar dan bikin kita semua mesti siaga satu. Udah kayak film action aja, tapi ini nyata.

Kabar longsornya Gunung Batu Kapur sontak menyebar bak api di padang ilalang. Walaupun untungnya belum ada laporan korban jiwa, kejadian ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa alam punya caranya sendiri untuk mengingatkan. BPBD Banyumas, tanpa babibu, langsung gercep meningkatkan status kewaspadaan. Bukan tanpa alasan, namanya juga longsor, biasanya nggak cuma sekali. Tanah yang sudah bergerak dan kehilangan pegangannya itu gampang banget buat runtuh lagi, apalagi kalau "digoda" sama hujan deras yang akhir-akhir ini suka nongol tiba-tiba.

Gunung Batu Kapur sendiri, seperti namanya, didominasi oleh batuan kapur. Tipe batuan seperti ini, ketika berinteraksi dengan air, punya karakter unik. Air bisa meresap ke dalam pori-pori dan retakan, lama-lama melunakkan atau bahkan melarutkan bagian dalamnya. Akibatnya, struktur batuan bisa jadi rapuh dan ambles. Bayangin aja, kayak kerupuk kena air, awalnya keras tapi kalau udah lembek, ya gampang hancur. Ini yang bikin BPBD nggak mau ambil risiko, karena potensi longsor susulan di daerah batuan kapur tuh bukan isapan jempol belaka.

Pihak BPBD Banyumas kini lagi kerja keras banget. Mereka nggak cuma memantau area bekas longsoran, tapi juga menyisir wilayah-wilayah lain yang punya potensi serupa. Tim di lapangan terus patroli, memastikan tidak ada retakan tanah baru yang muncul, atau tanda-tanda lain yang bisa jadi indikator longsor berikutnya. "Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di lereng atau dekat tebing. Jangan sampai lengah sedikit pun," ujar salah satu perwakilan BPBD, dengan nada serius tapi tetap menenangkan.

Memang sih, tinggal di daerah yang punya pemandangan indah macam Banyumas ini, di satu sisi berkah, tapi di sisi lain juga tantangan. Topografi perbukitan dan pegunungan yang aduhai memang jadi daya tarik, tapi sekaligus menyimpan potensi bencana. Musim penghujan, yang entah kenapa sekarang polanya jadi susah ditebak, seringkali menjadi pemicu utama. Curah hujan tinggi bikin tanah jenuh air, dan akhirnya nggak kuat menahan beban, lalu ambrol. Jadi, kalau udah hujan seharian atau semalaman tanpa henti, ada baiknya kita lebih peka sama kondisi sekitar.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai warga? Pertama, jelas, jangan panik, tapi tetap waspada. Kedua, dengarkan dan ikuti arahan dari BPBD atau aparat setempat. Mereka ini kan yang paling tahu kondisi lapangan dan punya ilmunya. Ketiga, kalau melihat ada tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar, seperti retakan tanah yang melebar, pohon miring mendadak, atau mata air baru yang tiba-tiba muncul, jangan sungkan buat lapor. Itu penting banget, biar bisa ditindaklanjuti lebih awal dan potensi kerugian bisa diminimalisir.

Fenomena longsor di Gunung Batu Kapur ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan. Penggundulan hutan, pembangunan yang tidak sesuai kaidah konservasi, atau bahkan membuang sampah sembarangan di lereng, semua bisa berkontribusi pada kerapuhan tanah. Alam itu butuh dijaga, bukan cuma dieksploitasi. Kalau alam udah "marah," kita yang rugi sendiri. Jadi, yuk mulai dari hal kecil, jaga lingkungan sekitar kita, demi keamanan kita bersama.

BPBD Banyumas sendiri juga sedang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi bencana. Mereka ingin masyarakat lebih melek bencana, tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Karena bagaimanapun juga, kesiapsiagaan itu kuncinya. Kalau kita siap, seenggaknya kita nggak kaget-kaget amat dan tahu harus bertindak bagaimana kalau skenario terburuk terjadi. Ini penting banget, apalagi buat daerah-daerah yang memang punya risiko bencana tinggi.

Mari kita doakan agar Banyumas dan seluruh warganya selalu diberikan keselamatan. Dan semoga, dengan peningkatan kewaspadaan ini, potensi longsor susulan bisa diantisipasi dengan baik, tidak menimbulkan kerugian, apalagi korban jiwa. Tetap semangat, tetap waspada, dan jangan lupa, selalu jaga lingkungan kita ya!

Intinya, insiden longsor di Gunung Batu Kapur ini bukan sekadar berita lewat, tapi alarm kencang yang mengingatkan kita untuk selalu ‘melek’ terhadap kondisi alam sekitar. BPBD Banyumas sudah bekerja keras, sekarang giliran kita sebagai masyarakat untuk ikut serta, paling tidak dengan pasang mata dan telinga, serta melaporkan hal-hal yang janggal. Karena keselamatan itu bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai penghuni bumi, khususnya di Banyumas yang kita cintai ini. Semoga saja, longsor susulan yang bikin jantung berdebar itu tidak benar-benar terjadi, atau paling tidak, kita semua sudah siap menghadapinya.

Logo Radio
🔴 Radio Live