Banjir Sudah Surut, Tapi Bau Apek Masih Nempel? Usir Pakai Bahan Dapur Ini!
Refa - Thursday, 11 December 2025 | 04:30 PM


Air banjir surut adalah kabar baik, tapi biasanya menyisakan "oleh-oleh" yang bikin pusing, yaitu bau apek. Bau khas campuran lumpur, air got, dan lembab ini seringkali menempel berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Masalahnya, menyemprotkan pewangi ruangan beraroma mawar atau jeruk seringkali bukan solusi. Bukannya wangi, baunya malah "tabrakan" dan bikin mual.
Jangan buru-buru beli bahan kimia mahal. Coba trik bersih-bersih berikut ini untuk menetralkan bau apek sampai ke akarnya.
1. Jangan Tunggu Lumpur Kering
Ini kesalahan paling umum. Banyak orang menunggu lantai kering baru disapu. Padahal, lumpur sisa banjir mengandung bakteri penyebab bau. Begitu air surut, segera serok dan bilas sisa lumpur saat masih basah. Kalau sudah terlanjur kering, ia akan menjadi debu yang beterbangan dan menyebarkan partikel bau ke seluruh penjuru rumah, bahkan menempel di gorden dan plafon.
2. Penyelamat Sofa dan Kasur, Baking Soda
Kasur atau sofa kain yang lembab (tidak terendam total) adalah sumber bau utama. Jangan dijemur doang! Ambil Baking Soda (Soda Kue), lalu taburkan secara merata di atas permukaan kasur atau sofa yang lembab. Biarkan semalaman. Baking soda punya sifat menyerap kelembapan dan mengikat bau, bukan cuma menutupi. Besok paginya, sedot sisa bubuk tadi menggunakan vacuum cleaner.
3. Pel Lantai Pakai Cuka Putih
Pembersih lantai biasa kadang cuma wangi di awal, tapi bau amisnya balik lagi setelah kering. Coba campurkan air pel dengan cuka putih (perbandingan air dan cuka bisa 1 ember : 1 cangkir). Cuka sangat ampuh membunuh jamur dan bakteri penyebab bau apek di pori-pori keramik atau tembok. Tenang saja, bau asam cuka akan hilang sendiri begitu lantainya kering, kok.
4. Bubuk Kopi untuk Sudut Ruangan
Kalau ruangan sudah bersih tapi udaranya masih terasa "pengap", ambil bubuk kopi hitam (yang murah saja, tanpa gula). Tuang bubuk kopi di beberapa mangkuk kecil atau piring, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan yang sirkulasi udaranya buruk. Kopi terkenal ampuh menyerap bau tak sedap di udara. Diamkan selama 1-2 hari sampai udaranya terasa segar kembali.
5. Sirkulasi adalah Kunci
Semua trik di atas nggak akan maksimal kalau udara di dalam rumah tidak berputar. Buka semua jendela dan pintu lebar-lebar dari pagi sampai sore. Kalau punya kipas angin, nyalakan dan arahkan ke luar pintu/jendela untuk "mendorong" udara lembab keluar dari rumah.
Kesimpulannya, melawan bau sisa banjir memang butuh kesabaran ekstra. Fokuslah mematikan sumber bakterinya (pakai cuka/baking soda), bukan sekadar menutupi baunya dengan parfum. Semangat bersih-bersih!
Next News

Birthday Blues: Mengapa Sebagian Orang Justru Merasa Sedih Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Mengapa Kita Senang Mendapat Ucapan Ulang Tahun?
7 days ago

Kue Ulang Tahun: Bagaimana Tradisi Ini Berawal?
7 days ago

Kenapa Tiup Lilin Menjadi Tradisi Saat Ulang Tahun?
7 days ago

Ulang Tahun: Mengapa Momen Bertambah Usia Selalu Terasa Istimewa?
7 days ago

Rumah Sebagai Safe Space: Mengapa Lingkungan Tempat Tinggal yang Bersih Memengaruhi Kesejahteraan Kita?
13 days ago

Menjemur di Bawah Matahari atau Di Tempat Teduh, Mana yang Lebih Baik?
13 days ago

Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Kecoak, Tikus, dan Hama Lainnya Ke Rumah
13 days ago

Dari Mana Asal Debu di Rumah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
13 days ago

Jangan Asal Campur Bahan Pembersih Ini Risiko Fatalnya
13 days ago

