Ceritra
Ceritra Warga

Bahaya Diet Ekstrem dan Low Energy Availability Bikin Menstruasi Berhenti

Nisrina - Sunday, 22 February 2026 | 10:14 AM

Background
Bahaya Diet Ekstrem dan Low Energy Availability Bikin Menstruasi Berhenti
Ilustrasi (Pexels/Total Shape)

Memiliki bentuk tubuh ideal dan berat badan yang proporsional adalah impian hampir setiap perempuan. Di era digital saat ini, standar kecantikan sering kali dibentuk oleh gambar gambar tidak realistis di media sosial. Hal ini mendorong banyak orang untuk mengambil jalan pintas dengan melakukan program penurunan berat badan yang sangat drastis. Salah satu metode yang paling sering ditempuh adalah memangkas asupan makan besar besaran sambil melakukan olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi.

Sekilas, memangkas porsi makan hingga seminimal mungkin memang akan menurunkan angka di timbangan dengan sangat cepat. Namun, di balik penurunan berat badan instan tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan tubuh Anda. Banyak perempuan yang mengeluhkan siklus bulanannya menjadi berantakan, terlambat berbulan bulan, atau bahkan berhenti sama sekali setelah menjalani program penurunan berat badan yang ketat.

Kondisi medis yang mengerikan ini berakar pada sebuah fenomena biologis yang dikenal dengan istilah Low Energy Availability atau ketersediaan energi yang rendah. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa ambisi untuk menjadi kurus dengan cara melaparkan diri justru akan merusak sistem metabolisme, mematikan fungsi reproduksi, dan mengacaukan hormon di dalam tubuh Anda.

Mengenal Apa Itu Low Energy Availability

Dalam ilmu gizi dan kedokteran olahraga, Low Energy Availability terjadi ketika jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari jauh lebih rendah daripada total kalori yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi dasarnya dan membiayai aktivitas fisik Anda.

Ibarat sebuah kendaraan, kalori adalah bahan bakar utama. Anda butuh bahan bakar untuk bernapas, memompa darah, mencerna makanan, mengatur suhu tubuh, hingga memperbaiki sel sel yang rusak. Kebutuhan dasar ini harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum sisa energinya digunakan untuk berolahraga. Ketika Anda makan terlalu sedikit namun berolahraga terlalu keras, sisa energi di dalam tubuh akan menjadi minus. Defisit kalori yang terlalu ekstrem inilah yang memicu terjadinya kondisi ketersediaan energi yang sangat rendah.

Mekanisme Tubuh Memasuki Mode Hemat Energi

Tubuh manusia adalah sebuah mahakarya biologis yang dirancang dengan satu tujuan utama yaitu bertahan hidup. Ketika tubuh mendeteksi adanya kekurangan energi yang parah secara terus menerus, otak akan menganggap bahwa Anda sedang berada di lingkungan yang krisis kelaparan.

Untuk merespons krisis kelaparan ini, sistem metabolisme akan secara otomatis menurunkan gigi dan masuk ke dalam "mode hemat" atau survival mode. Analogi yang paling mudah dipahami adalah ketika baterai smartphone Anda tersisa lima persen. Ponsel akan otomatis meredupkan layar, mematikan koneksi internet di latar belakang, dan menonaktifkan fitur fitur canggih agar ponsel tetap bisa menyala sedikit lebih lama.

Hal yang sama persis terjadi pada organ tubuh manusia. Otak akan memprioritaskan energi yang tersisa hanya untuk organ organ yang paling vital untuk bertahan hidup seperti jantung, paru paru, dan otak itu sendiri. Sementara itu, sistem biologis lain yang dianggap tidak esensial atau tidak mengancam nyawa jika dimatikan akan segera dinonaktifkan oleh tubuh.

Mengapa Sistem Reproduksi Menjadi Korban Pertama

Dari semua sistem yang ada di dalam tubuh perempuan, sistem reproduksi adalah sistem yang paling banyak memakan energi namun dianggap paling "tidak penting" untuk kelangsungan hidup individu saat krisis terjadi. Mempersiapkan rahim, mematangkan sel telur, dan mengalami menstruasi setiap bulan adalah proses fisiologis yang sangat mahal secara energi.

Oleh karena itu, ketika tubuh mengalami Low Energy Availability, otak bagian hipotalamus akan berhenti mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari. Akibatnya, ovarium tidak mendapatkan perintah untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron secara normal. Proses ovulasi atau pelepasan sel telur pun dihentikan secara paksa.

Dampak nyata dari penghentian sistem ini adalah berhentinya siklus haid atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai amenorea. Tubuh perempuan sangat cerdas, ia tahu bahwa jika ia dipaksa untuk hamil dalam kondisi kelaparan dan malnutrisi, hal itu akan membahayakan nyawa sang ibu dan calon bayi. Jadi, tubuh memilih fokus pada kelangsungan hidup Anda hari ini daripada memikirkan fungsi reproduksi untuk masa depan.

Dampak Buruk Hormon Drop Bagi Kesehatan Jangka Panjang

Berhentinya siklus bulanan bukanlah sekadar masalah tidak bisa hamil sementara waktu. Hormon estrogen yang diproduksi oleh ovarium memiliki peran pelindung yang sangat luas bagi tubuh perempuan. Ketika tingkat estrogen drop secara drastis akibat diet ekstrem, efek dominonya akan menghantam berbagai aspek kesehatan Anda.

Kekurangan estrogen dalam jangka panjang akan membuat tulang kehilangan kepadatannya dengan cepat. Perempuan muda yang mengalami amenorea akibat diet ketat memiliki risiko sangat tinggi terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis dini. Tulang mereka menjadi rapuh dan sangat mudah patah meskipun hanya karena benturan ringan.

Selain itu, penurunan hormon juga akan memengaruhi kesehatan kardiovaskular, membuat rambut rontok parah, kulit menjadi sangat kering dan kusam, serta memicu gangguan psikologis. Anda akan merasa lebih mudah lelah, kehilangan konsentrasi, sering merasa kedinginan, hingga mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem seperti mudah marah dan depresi. Semuanya hanya karena tubuh Anda kekurangan energi untuk berfungsi secara normal.

Tubuh Perempuan Membutuhkan Rasa Aman

Fakta biologis yang tidak bisa ditawar adalah bahwa tubuh perempuan membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup untuk merasa aman. Rasa aman secara fisiologis ini adalah prasyarat mutlak agar tubuh mau menyalakan kembali sistem kesuburan dan siklus bulanannya.

Jika Anda terus menerus menyiksa tubuh dengan pola makan yang sangat sedikit dan aktivitas fisik yang menyiksa, tubuh akan terus merasa terancam. Stres fisik akibat olahraga berlebihan juga akan meningkatkan hormon kortisol yang semakin menekan fungsi reproduksi. Anda tidak bisa membohongi biologi tubuh Anda dengan suplemen mahal jika masalah utamanya adalah Anda kurang makan.

Definisi Diet Sehat yang Sebenarnya

Sudah saatnya kita mengubah sudut pandang dan stigma mengenai apa itu diet yang sukses. Diet sehat sama sekali bukanlah perlombaan tentang siapa yang bisa makan sesedikit mungkin atau siapa yang bisa menahan lapar paling lama. Makanan bukanlah musuh yang harus dijauhi.

Diet sehat yang sebenarnya adalah pola makan yang mampu menyediakan energi dan makronutrisi yang cukup agar tubuh Anda tetap bisa berfungsi dengan normal. Menurunkan berat badan memang membutuhkan defisit kalori, tetapi defisit tersebut harus dilakukan secara moderat dan terukur.

Pemangkasan kalori yang aman tidak boleh sampai mengorbankan metabolisme dasar tubuh Anda. Anda harus tetap mengonsumsi karbohidrat kompleks sebagai sumber energi, protein untuk memperbaiki otot, serta lemak sehat yang kebetulan merupakan bahan baku utama pembentuk hormon di dalam tubuh. Jika Anda kekurangan lemak sehat, maka pabrik hormon Anda dipastikan akan mogok kerja.

Sayangilah tubuh Anda sendiri. Jangan pernah menukar kesehatan organ reproduksi dan kepadatan tulang Anda hanya demi mengejar angka yang lebih kecil di timbangan. Makanlah dengan gizi seimbang, berolahraga dengan wajar, dan pastikan tubuh Anda selalu merasa aman untuk menjalankan seluruh fungsi alaminya dengan sempurna.

Logo Radio
🔴 Radio Live