Awas Listrik dan Kuman Mengintai. Simak Cara Aman Sterilkan Rumah Setelah Banjir Surut
Refa - Wednesday, 10 December 2025 | 07:00 PM


Surutnya air banjir sering kali bukan akhir dari masalah, melainkan awal dari kerja keras yang melelahkan. Pemandangan lumpur tebal, bau amis yang menyengat, serta perabotan yang berserakan menjadi "teror" tersendiri bagi pemilik rumah. Namun, menunda pembersihan justru akan membuat kerusakan semakin parah dan mengundang bibit penyakit.
Langkah pembersihan harus dilakukan secara strategis dan cepat sebelum lumpur mengeras. Berikut adalah tahapan efektif untuk mengembalikan kondisi rumah menjadi bersih dan sehat kembali.
Utamakan Keselamatan Listrik dan Diri
Semangat untuk segera bersih-bersih tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan. Hal pertama yang wajib dipastikan adalah aliran listrik dalam kondisi mati total. Menyalakan sakelar atau peralatan elektronik saat kondisi dinding atau stopkontak masih lembap sangat berisiko memicu korsleting atau sengatan listrik fatal.
Selain listrik, penggunaan alat pelindung diri sangat disarankan. Sepatu bot karet dan sarung tangan tebal mutlak diperlukan untuk melindungi kulit dari air kotor yang bercampur bakteri, pecahan kaca, atau paku yang mungkin terbawa arus dan tersembunyi di balik lumpur.
Keluarkan Lumpur Saat Masih Basah
Kesalahan paling umum adalah menunggu lantai kering baru menyapunya. Lumpur sisa banjir berbeda dengan debu biasa. Jika dibiarkan mengering, lumpur ini akan mengeras seperti semen dan sangat sulit dibersihkan, bahkan bisa meninggalkan noda permanen.
Cara terbaik adalah menyerok atau mendorong lumpur keluar rumah menggunakan karet pendorong air saat kondisinya masih basah. Jika lumpur sudah mulai agak padat, siram dengan air bersih terlebih dahulu untuk melunakkannya, lalu dorong keluar. Fokuskan pembersihan pada lantai dasar dan sudut-sudut ruangan tempat endapan biasanya menumpuk.
Sterilisasi dengan Disinfektan
Air bersih dan sabun lantai biasa tidak cukup untuk membunuh kuman penyakit seperti E.coli atau Salmonella yang terbawa air banjir. Setelah lumpur kasar hilang, seluruh permukaan lantai dan dinding bagian bawah perlu digosok menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan kuat atau klorin (pemutih).
Perhatian khusus harus diberikan pada area dapur dan kamar mandi. Dua ruangan ini adalah tempat paling krusial yang harus steril sebelum digunakan kembali. Pastikan membilas sisa bahan kimia pembersih hingga benar-benar bersih agar tidak menimbulkan iritasi kulit di kemudian hari.
Menyelamatkan Perabotan Penting
Memilah barang adalah proses yang sering kali menguras emosi. Furnitur berbahan kayu solid (jati atau mahoni) biasanya masih bisa diselamatkan dengan cara dicuci, dijemur, dan dipoles ulang. Namun, perabotan berbahan particle board (serbuk kayu) yang sudah mekar terkena air biasanya sulit diperbaiki dan sebaiknya dibuang karena rentan menjadi sarang jamur.
Untuk barang-barang berbahan kain seperti kasur busa, sofa kain, atau karpet tebal, jika sudah terendam air banjir dalam waktu lama, opsi terbaik sering kali adalah membuangnya. Spora jamur dan bakteri sangat sulit hilang dari pori-pori busa yang tebal, meskipun sudah dicuci dan dijemur kering.
Pastikan Sirkulasi Udara Maksimal
Musuh tak kasat mata pascabanjir adalah jamur dinding yang tumbuh akibat kelembapan tinggi. Setelah rumah bersih dari kotoran fisik, buka seluruh pintu dan jendela lebar-lebar setiap hari agar sirkulasi udara lancar.
Jika memungkinkan, gunakan kipas angin besar untuk membantu mempercepat pengeringan dinding bagian dalam. Proses pengeringan total ini bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu tergantung cuaca, namun sangat penting untuk mencegah bau apek yang menetap dan menjaga struktur bangunan agar tidak lapuk.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
24 minutes ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
an hour ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
an hour ago

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
an hour ago

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
2 hours ago

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
2 hours ago

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
3 hours ago

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
an hour ago

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
4 hours ago

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
4 hours ago






