Kembalinya Tren 2016 di Tahun 2026 yang Bikin Gen Z Nostalgia Parah


Tahun 2026 baru saja dimulai namun media sosial rasanya seperti mesin waktu yang rusak. Tiba-tiba saja linimasa TikTok dipenuhi dengan nuansa satu dekade yang lalu. Banyak pengguna yang sepakat bahwa atmosfer tahun ini terasa persis seperti tahun 2016.
Tagar yang membawa semangat "2016 vibes" kembali merajai algoritma dengan ribuan video transisi. Pengguna ramai-ramai membongkar lemari lama mereka untuk menghidupkan kembali estetika tahun tersebut.
Ingatan kita ditarik mundur ke era ketika Kylie Jenner masih menjadi kiblat utama riasan wajah dunia. Alis tebal yang presisi dan lipstik cair matte berwarna gelap kini kembali digemari oleh anak muda.
Tren "Clean Girl" yang sempat mendominasi awal dekade 2020-an perlahan mulai ditinggalkan karena dianggap membosankan. Orang-orang mulai bosan dengan tampilan wajah yang terlalu polos, licin, dan seolah tanpa usaha.
Sebagai gantinya mereka merindukan riasan yang berani, tebal, dan menonjolkan fitur wajah alias full glam. Riasan tahun 2016 dianggap lebih ekspresif dan menyenangkan untuk diaplikasikan.
Dari segi busana, item ikonik seperti jaket bomber dan kalung choker kembali menjadi buruan di toko barang bekas. Gaya berpakaian yang kasual namun sedikit edgy ini dianggap lebih punya karakter dibandingkan gaya minimalis.
Jangan kaget jika kamu melihat celana jeans robek-robek atau ripped jeans kembali dipakai ke kampus atau mal. Sepatu sneakers model lama yang sempat disimpan kini dibersihkan dan dipakai lagi dengan bangga.
Filter wajah anjing atau mahkota bunga ala Snapchat yang legendaris juga mulai terlihat lagi di Instagram Stories. Ada kerinduan mendalam akan era media sosial yang lebih santai, konyol, dan tidak terlalu jaim.
Musik-musik bergenre tropical house ala The Chainsmokers kembali sering diputar sebagai latar video TikTok. Irama musik elektronik tahun 2016 memang memiliki energi optimis dan ceria yang sangat khas.
Fenomena ini membuktikan bahwa siklus tren fashion dan budaya pop kini berputar jauh lebih cepat dari teori lama. Dulu butuh dua puluh tahun untuk sebuah tren kembali, kini ternyata hanya butuh sepuluh tahun saja.
Gen Z merasa tahun 2016 adalah masa keemasan masa remaja mereka yang penuh kenangan manis dan bebas beban. Menghidupkan kembali tren ini adalah cara mereka lari sejenak dari beban hidup dewasa yang menumpuk di tahun 2026.
Mungkin kita semua memang merindukan masa-masa di mana masalah terbesar hanyalah memilih filter foto yang bagus. Jadi jangan ragu untuk ikut meramaikan tren ini dan bersenang-senanglah dengan kenangan lama.
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
8 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
20 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
20 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
20 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
20 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
22 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
22 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




