Ceritra
Ceritra Teknologi

Cara Mengajukan Penghapusan Data Pribadi ke Google

Refa - Wednesday, 11 February 2026 | 10:00 AM

Background
Cara Mengajukan Penghapusan Data Pribadi ke Google
Media Sosial (pexels.com/Bastian Riccardi)

Di era digital tahun 2026, jejak digital (digital footprint) telah menjadi aset sekaligus risiko yang nyata. Informasi lama dari media sosial, forum yang terlupakan, hingga data di mesin pencari dapat memengaruhi reputasi profesional maupun privasi pribadi. Menghapus jejak digital bukanlah proses instan, melainkan sebuah "pembersihan" sistematis untuk meminimalisir keberadaan informasi sensitif di dunia maya.

Berikut adalah panduan taktis untuk menghapus dan merapikan jejak digital yang sudah tidak ingin ditampilkan.

1. Menghapus Akun Media Sosial yang Sudah Tidak Digunakan

Langkah pertama yang paling efektif adalah menutup akun-akun lama (seperti Path, MySpace, atau Twitter/X lama) yang sudah tidak aktif. Akun yang terbengkalai adalah target empuk bagi peretas dan sering kali masih menyimpan data pribadi yang bisa dicari melalui Google. Gunakan situs seperti SayMine atau Deseat.me untuk membantu menemukan akun mana saja yang pernah didaftarkan menggunakan alamat emailmu. Jangan hanya menghapus aplikasinya, pastikan masuk ke pengaturan dan memilih opsi "Hapus Akun secara Permanen".

2. Mengatur Privasi dan Membersihkan Postingan Lama

Jika masih menggunakan platform tersebut, lakukan kurasi konten secara menyeluruh. Di Instagram atau Facebook, gunakan fitur "Arsipkan" atau "Hapus Massal" untuk postingan lama yang tidak lagi mencerminkan diri saat ini. Atur profil menjadi Private agar konten tidak bisa diindeks oleh mesin pencari. Di tahun 2026, fitur privasi sudah semakin canggih; manfaatkan opsi untuk membatasi siapa saja yang bisa melihat postingan lama secara sekaligus di menu pengaturan privasi.

3. Meminta Penghapusan Data dari Mesin Pencari (Google)

Jika informasi sensitif seperti nomor telepon, alamat, atau konten tanpa izin (non-consensual) muncul di pencarian Google, bisa mengajukan permohonan penghapusan melalui fitur "Remove your personal information from Google". Untuk warga di wilayah tertentu (seperti Uni Eropa dengan Right to be Forgotten), prosedur ini lebih kuat secara hukum. Di Indonesia, bisa menggunakan dasar UU ITE terkait hak untuk dihapus (Right to Erasure) jika informasi tersebut sudah tidak relevan atau salah.

4. Menghentikan Berlangganan (Unsubscribe) dari Newsletter dan Data Broker

Setiap kali mendaftar buletin (newsletter), data sering kali dibagikan ke pihak ketiga atau data broker. Gunakan fitur unsubscribe di bagian bawah email secara rutin. Untuk langkah lebih lanjut, bisa menghubungi situs-situs pengumpul data (seperti People Search sites) secara manual untuk meminta penghapusan profil. Hal ini akan mengurangi jumlah data pribadi yang diperjualbelikan di pasar iklan digital.

5. Membersihkan Cache Browser dan Riwayat Pencarian

Mesin pencari sering kali menyimpan "bayangan" atau cache dari situs yang sebenarnya sudah dihapus. Jika sudah menghapus sebuah blog namun judulnya masih muncul di Google, gunakan alat Google Search Console Outdated Content untuk meminta Google memperbarui indeks mereka secara manual. Selain itu, biasakan menghapus riwayat pencarian dan cookies secara berkala melalui pengaturan akun Google atau browser untuk mencegah pelacakan iklan yang agresif.

Kesimpulan: Kebersihan Digital adalah Rutinitas

Menghapus jejak digital bukanlah tugas sekali jadi. Seiring dengan terus beraktivitasnya kita di internet, jejak baru akan selalu tercipta. Kuncinya adalah dengan mempraktikkan Minimalisme Digital: hanya bagikan apa yang perlu, gunakan email alias jika memungkinkan, dan selalu periksa pengaturan privasi setiap kali ada pembaruan aplikasi.

Logo Radio
🔴 Radio Live