Ceritra
Ceritra Uang

Black Friday: Dari Kisah Kelam hingga Jadi Momen Diskon yang Ditunggu Banyak Orang

Hilmy - Monday, 01 December 2025 | 06:00 PM

Background
Black Friday: Dari Kisah Kelam hingga Jadi Momen Diskon yang Ditunggu Banyak Orang

Setiap Jumat di akhir November, kamu pasti melihat banjir promo di mana-mana baik di toko fisik maupun platform online, dari brand lokal sampai internasional. Momen ini selalu ditunggu karena jadi kesempatan emas buat belanja dengan harga miring.


Tapi sebenarnya, ada cerita panjang di balik meriahnya diskon besar-besaran ini. Di artikel ini, kamu bakal menemukan sejarah Black Friday dan bagaimana istilah ini berkembang. Ternyata, Black Friday bukan cuma soal belanja murah, tapi juga bagian penting dari budaya konsumsi dunia.


1. Sejarah Black Friday


Istilah Black Friday pertama kali muncul pada tahun 1869 ketika dua spekulan emas melakukan aksi manipulasi besar-besaran. Mereka membeli emas nasional dalam jumlah masif untuk mengerek harganya setinggi mungkin, lalu berencana menjualnya untuk meraih keuntungan besar. Aksi itu justru membuat harga emas jatuh drastis dan mengguncang ekonomi Amerika. Banyak investor menderita kerugian besar, dan dampaknya terasa panjang di dunia keuangan.


Istilah ini muncul lagi pada 1950-an di Philadelphia. Kali ini, polisi memakai istilah Black Friday untuk menggambarkan kekacauan besar sehari setelah Thanksgiving. Jalanan macet parah, polisi kewalahan, dan pencuri memanfaatkan keramaian untuk menggasak barang dari toko. Karena itu, Black Friday pada masa itu identik dengan hal negatif.


2. Bagaimana citra Black Friday berbalik positif


Pada akhir 1980-an, para retailer berusaha mengubah persepsi publik karena istilah ini masih dianggap buruk. Mereka memperkenalkan konsep “dari merah ke hitam”, yang menggambarkan bagaimana toko beralih dari rugi (merah) menjadi untung (hitam). Strategi ini berhasil menarik perhatian pembeli.


Sejak itu, masyarakat mulai melihat Black Friday sebagai kesempatan belanja dengan diskon besar. Pihak retailer pun semakin agresif berpromosi, dan hasilnya Black Friday berubah menjadi salah satu hari belanja paling populer.


3. Black Friday jadi tradisi belanja tahunan yang masif


Black Friday kemudian berkembang menjadi hari diskon terbesar setiap tahun. Banyak toko berlomba-lomba memberikan potongan harga besar-besaran. Tidak sedikit orang rela datang subuh-subuh hanya untuk mendapatkan penawaran terbaik.


Antrean panjang menjadi pemandangan biasa di berbagai negara, terutama di Amerika. Harga yang jauh lebih murah membuat suasana semakin meriah, menjadikan Black Friday sebuah tradisi yang sangat dinantikan.


4. Black Friday di era digital


Seiring berkembangnya teknologi, Black Friday ikut bertransformasi. Kini, banyak promo digelar secara online. E-commerce menawarkan berbagai diskon menarik tanpa perlu keluar rumah. Proses belanja pun jadi lebih praktis.


Belanja online memungkinkan pembeli membandingkan harga dengan cepat dan memilih penawaran terbaik. Selain itu, promo daring biasanya berlangsung lebih lama. Hal ini membuat Black Friday dikenal semakin luas di berbagai negara.


5. Pengaruh Black Friday terhadap ekonomi


Black Friday membawa dampak signifikan bagi dunia retail. Penjualan bisa melonjak drastis hanya dalam satu hari. Banyak toko memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan stok lama, sehingga mereka bisa mempersiapkan produk baru untuk musim liburan.


Proses globalisasi membuat semakin banyak negara ikut merayakan Black Friday. Brand internasional pun berpartisipasi dengan memberikan diskon besar. Pada akhirnya, Black Friday menjadi bagian penting dari budaya belanja modern.


Itulah perjalanan Black Friday dari sejarah kelam hingga menjadi momen berbelanja yang paling ditunggu masyarakat dunia. Kamu sendiri, termasuk yang menanti momen ini setiap tahun atau tidak?

Sumber Gambar: Kompas.com

Logo Radio
🔴 Radio Live